TEGURAN SEORANG ANAK

Selasa, 5 Oktober 2010

Bacaan : Lukas 2:41-52

2:41. Tiap-tiap tahun orang tua Yesus pergi ke Yerusalem pada hari raya Paskah.

2:42 Ketika Yesus telah berumur dua belas tahun pergilah mereka ke Yerusalem seperti yang lazim pada hari raya itu.

2:43 Sehabis hari-hari perayaan itu, ketika mereka berjalan pulang, tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya.

2:44 Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka, berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya, lalu mencari Dia di antara kaum keluarga dan kenalan mereka.

2:45 Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.

2:46 Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.

2:47 Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasan-Nya dan segala jawab yang diberikan-Nya.

2:48 Dan ketika orang tua-Nya melihat Dia, tercenganglah mereka, lalu kata ibu-Nya kepada-Nya: “Nak, mengapakah Engkau berbuat demikian terhadap kami? Bapa-Mu dan aku dengan cemas mencari Engkau.”

2:49 Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

2:50 Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.

2:51 Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.

2:52 Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

TEGURAN SEORANG ANAK

Ini cerita dari D.L. Moody, dalam buku berjudul Orang Buta yang Membawa Lentera (Gloria Graffa, 2010). Seorang gadis kecil pulang dari gereja. Sambil duduk di pangkuan ayahnya ia berkata, “Ayah, apakah Ayah minum minuman keras lagi?” Perkataan putrinya itu membuat sang ayah gelisah. Jika istrinya yang menegur, tentu ia sudah hilang kesabaran dan minum lebih banyak alkohol. Namun, putrinya menegur dengan kasih. Ia pun bertobat. Sejak itu, rumahnya menjadi “surga” kecil.

Saat berusia 12 tahun, Yesus sempat membuat orangtua-Nya cemas dan mencari-cari-Nya hingga tiga hari karena terpisah dari rombongan (ayat 45, 46). Ketika akhirnya Yusuf dan Maria mene-mukan-Nya, Yesus menegur mereka dengan mengungkap tujuan kehadiran-Nya di dunia, yakni melakukan urusan Bapa-Nya (ayat 49). Dan Maria, khususnya, menerima teguran itu untuk mengenali kehendak Allah (ayat 52). Keterbukaan komunikasi ini tidak merenggangkan hubungan, tetapi justru mengarahkan kembali keluarga itu akan rancangan besar Allah bagi mereka.

Seorang anak yang mengenal kasih Kristus sangat mungkin menjadi saksi yang berani. Sebab ia tulus, tak ada niat menjerumuskan atau mempermalukan orang lain. Khususnya bagi keluarga sendiri. Tak selalu orangtua yang mengoreksi anak. Bahkan, ketika suami atau istri tak mampu menegur pasangannya, maka si anak dapat. Justru anak kerap dapat menegur orangtua dengan cara yang lebih mudah diterima. Maka, bawa anak sedini mungkin kepada Kristus. Tanamkan kesetiaan beribadah. Dukung pertumbuhan rohaninya melalui bacaan dan pujian rohani. Agar mereka menjadi murid Kristus yang ikut mewujudkan surga kecil dalam keluarga! –AW

DALAM KELUARGA KRISTIANI YANG MAU BERTUMBUH

SETIAP ANGGOTA TERBUKA UNTUK DITEGUR DAN MENEGUR

Sumber : www.sabda.org

Iklan

APAKAH YESUS EKSKLUSIF?

Jumat, 2 Oktober 2009

Bacaan : Yohanes 14:1-12

14:1. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

 

14:4. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

14:8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

 

14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

 

APAKAH YESUS EKSKLUSIF?

Suatu kali saya melihat Anne Graham Lotz, putri Billy Graham, dalam acara bincang-bincang yang populer di televisi. Si pewawancara bertanya, “Apakah Anda termasuk orang yang percaya bahwa Yesus secara ekslusif menjadi satu-satunya jalan ke surga?” Ia menambahkan, “Anda tahu itu menyulut kemarahan orang akhir-akhir ini!” Tanpa berkedip, Anne menjawab, “Yesus tidak eksklusif. Dia mati supaya semua orang bisa datang kepada-Nya untuk menerima keselamatan.”

Sungguh jawaban yang luar biasa! Kekristenan bukan klub eksklusif yang terbatas bagi sekelompok orang elit yang memenuhi syarat tertentu. Semua orang disambut, tanpa membedakan warna kulit, kelompok sosial, atau jabatan.

Betapa pun indahnya kebenaran ini, pernyataan Yesus dalam Yohanes 14:6 yang berbunyi bahwa Dialah satu-satunya jalan kepada Allah, masih membuat orang tersinggung. Namun, Yesus memang adalah satu-satunya jalan dan pilihan. Kita semua bersalah di hadapan Allah. Kita adalah pendosa dan tak dapat menolong diri kita sendiri. Permasalahan dosa kita harus diselesaikan. Yesus, sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, mati untuk membayar hukuman dosa kita, kemudian bangkit dari antara orang mati. Tak ada pemimpin agama lain yang menawarkan apa yang telah Yesus sediakan dalam kemenangan-Nya atas dosa dan maut.

Injil Kristus menyinggung sebagian orang, tetapi itulah kebenaran yang indah, bahwa Allah sangat mengasihi kita, sehingga Dia bersedia datang dan menyelesaikan masalah terbesar kita, yaitu dosa. Dan, selama dosa masih menjadi masalah, dunia masih membutuhkan Yesus! –JMS

TERIMALAH KABAR BAIK INI:
YESUS ADALAH JURU SELAMAT YANG TIDAK EKSKLUSIF

Sumber : www.sabda.org