BODOH NAMUN TERPILIH

Kamis, 18 April 2013

Bacaan   : 1 Korintus 1:18-31

1:18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.

1:19 Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”

1:20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?

1:21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.

1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,

1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,

1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.

1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

1:26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.

1:27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,

1:28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,

1:29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

1:30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.

1:31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”

BODOH NAMUN TERPILIH

Setelah melayani beberapa tahun di Filipina Selatan sebagai misionaris, keluarga Tarigan kembali ke Medan dan membagikan pengalaman mereka. Untuk memudahkan mereka belajar bahasa lokal, mereka mempekerjakan seorang ibu setempat untuk mengurusi pekerjaan rumah tangga. Mereka harus bersabar karena ibu tersebut bekerja sangat lamban. “Ia tidak bisa mengerjakan dua pekerjaan sekaligus. Kalau ia memasak sambil menyeterika, salah satunya pasti gosong”, katanya. Selama itu, mereka berulang-ulang memberitakan Injil kepadanya. Akhirnya, ibu itu percaya pada Yesus dan minta dibaptis.

Kemudian ibu itu minta izin untuk kembali ke desanya. Ia terbeban untuk memberitakan Injil kepada suaminya dan keluarganya yang lain. Dengan tidak banyak berharap, Pak Tarigan mengizinkannya. Beberapa bulan kemudian, ibu itu mengirim pesan, meminta agar Pak Tarigan datang karena sudah ada lima belas orang yang percaya dan siap dibaptis. Pak Tarigan tidak percaya begitu saja. Ia pergi untuk memeriksanya, dan memastikan apa yang mereka percayai. Ternyata, mereka memang mendapatkan pengajaran yang benar: bahwa Yesus mati untuk menyelamatkan mereka. Hingga saat ini, gereja hasil rintisan ibu itu masih terus bertumbuh.

Paulus mengingatkan jemaat Korintus agar tidak bermegah atas berbagai kelebihan mereka. Allah dapat saja memilih orang yang tidak diperhitungkan oleh manusia, agar nyata kebesaran-Nya melalui mereka. Yang terpenting bukanlah siapa Anda, melainkan di tangan siapa Anda berada. –HT

JIKA TUHAN HENDAK MEMAKAI ANDA,

 SIAPAKAH YANG DAPAT MENCAMPAKKAN ANDA?

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Iklan

ABAIKAN SAJA!

Minggu, 30 Oktober 2011

Bacaan : Yohanes 11:45-57 

11:45. Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

11:46 Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceriterakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.

11:47 Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata: “Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mujizat.

11:48 Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

11:49 Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa-apa,

11:50 dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

11:51 Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,

11:52 dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

11:53 Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

11:54 Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.

11:55 Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.

11:56 Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

11:57 Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.

ABAIKAN SAJA!

Ada kalanya kita menghadapi masalah yang benar-benar serius, tetapi ada kalanya juga kita menghadapi masalah-masalah kecil. Andai kita mengabaikan semua masalah kecil, bukankah itu tidak akan memengaruhi hidup kita? Mengapa kita harus mengizinkan hal-hal itu menyita perhatian kita, menyedot seluruh energi dan menguras emosi? Mengapa gara-gara berbeda cara memencet pasta gigi, suami istri harus ribut hingga suasana rumah menjadi tak nyaman? Mengapa hanya karena kelewatan salah satu acara TV yang kita sukai, kita harus marah-marah? Seorang yang bijak pernah berkata, “Jangan ambil pusing masalah, jika tidak, masalah itu benar-benar akan membuat Anda pusing.”

Kita memerlukan energi untuk melakukan hal-hal yang lebih penting. Jika kita terfokus pada masalah-masalah kecil, banyak perkara besar yang jauh lebih penting akan terabaikan. Bukannya meremehkan masalah-masalah kecil itu, tetapi kita perlu sedikit lebih rileks menghadapi hidup.

Kita perlu belajar dari Tuhan Yesus. Berkali-kali Dia dikecam dan dikritik gara-gara masalah “sepele”. Orang Farisi dan Ahli Taurat selalu mencari-cari soal untuk menjatuhkan Yesus. Bahkan hingga menjelang akhir pelayanannya ancaman pembunuhan terhadap Yesus. Apakah ini membuat Yesus terfokus pada kecaman orang Farisi? Tidak! Yesus tetap berfokus kepada salib, sebab itu lebih penting daripada menanggapi serangan orang Farisi. Yesus sangat pintar menata prioritas perhatian. Dengan bersikap demikian, maka hal penting tak menjadi korban hal “sepele”. Maka, energi-Nya juga tidak terkuras. Mari meniru Yesus –PK

BERI PERHATIAN CUKUP PADA SETIAP MASALAH SESUAI PORSINYA

MAKA KITA BISA BERUSAHA MAKSIMAL UNTUK MENCAPAI TUJUAN

Dikutip : www.sabda.org

Yesus mengosongkan diri-Nya

PESAN GEMBALA

6 DESEMBER 2009

EDISI 103 TAHUN 2

Shallom… Salam Miracle…

Yesus mengosongkan diri-Nya

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati Tuhan, bulan ini umat Kristen memperingati, merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Karena kasih Allah yang besar sehingga saya dan Saudara dapat diselamatkan. Mari kita melihat proses Yesus mengosongkan diri-Nya. Dalam kitab King James dalam Filipi 2:7 memberitahukan kita bahwa “Ia membuat diri-Nya tanpa reputasi”. Arti harafiah dalam teks asli menunjukkan bahwa Ia mengosongkan diriNya atau menghampakan diriNya. Yesus, Allah Putra, yang sudah ada sebelumnya bersama Bapa, mengesampingkan hak-hak dan hak istimewa yang ada pada-Nya sebagai pribadi kedua Trinitas.

Ia mengosongkan diri-Nya. Yesus menjalani kehidupan-Nya sebagai manusia yang dipenuhi kuasa Roh Kudus. Lebih khusus lagi, Yesus tidak mengalahkan pencobaan dengan keillahian-Nya sebagai Allah Putra, sebaliknya kemanusiaan-Nya yang dipenuhi Roh Kuduslah yang mengalahkan pencobaan di padang gurun. Karena telah menghadapi dan mengalahkan pencobaan, Ia benar-benar dapat bersimpati terhadap kelemahan kita. Karena itu kita memiliki pengharapan. Bahkan seperti Tuhan kita, kitapun dapat mengalahkan pencobaan ketika Roh Kudus memberi kuasa pada kemanusiaan kita.

Alkitab mengatakan bahwa kita telah disalibkan bersama Kristus dan meskipun demikian, kita juga telah dibangkitkan bersama Kristus dan meskipun demikian, kita juga telah dibangkitkan bersama Kristus. Seperti Yesus hidup sebagai Allah manusia, demikian pula kita. Yohanes 3:16 mengatakan “ Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Bila kita menerjemahkan kalimat terakhir kita dapat menemukan arti ”Ia akan memiliki kehidupan Satu Pribadi yang kekal”. Kita semua akan mengalami kehidupan yang kekal selamanya. Tidak peduli apakah kita menerima atau menolak Yesus Kristus, kita akan hidup selamanya. Namun permasalahannya hidup kekal dimana? Surga atau neraka.

Sebagai orang Kristen, kita memiliki kehidupan Satu Pribadi yang kekal yang hidup di dalam diri kita. Paulus mengatakan dalam II Korintus 8:9 “Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu telah menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinannya”. Ia mengesampingkan hak-hak dan hak istimewa yang dimiliki-Nya. Ia meninggalkan kekayaan surga dan menjadi miskin. Yesus tidak hanya meninggalkan Surga, namun juga mengosongkan diri-Nya. Yesus, Allah Putra, ada bersama Bapa.

Meskipun demikian, salah satu kebenaran Alkitab yang indah adalah bahwa meskipun Ia telah ada bersama Bapa dalam kesetaraan, Yesus tidak menganggap kesetaraan bersama Allah sebagai sesuatu yang harus dipertahankan, sebaliknya, Ia mengosongkan diri-Nya sendiri. Meskipun Yesus adalah Allah Putra, Ia tidak pernah memaksakan kedudukanNya sebagai Anak. Ia tidak pernah merebut otoritas atau kekuasaan Bapa. Sungguh ini bertentangan sekali dengan setan.

Dalam Yesaya 14:12-14 “Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar!”  Dalam Alkitab King James ditulis : Oh Lucifer, Bintang Timur… Engkau sudah dipecahkan dan jatuh je bumi; hai yang mengalahkan bangsa-bangsa! Engkau tadinya berkata dalam hatimu; aku hendak ke langit, aku hendak mendirikan tahtaku, mengatasi bintang-bintang Allah dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara. Aku hendak naikmengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai yang Mahatinggi.’ Lucifer adalah malaikat ciptaan Allah yang paling indah. Yehezkiel memberitahu kita bahwa ia adlah kerubim yang diurapi, yang menutupi dan berdiri di hadapan Tahta Anugerah. Namun pada saat itu ia menuntut dan lima kali ia memaksa agar ia menjadi sama dengan Allah dan naik mengatasi langit. Ia berkata “Allah, Tahtamu akan menjadi milikku. Kekuasaan-Mu akan menjadi milikku pula. Aku akan memiliki segala sesuatu yang Engkau miliki.” Ini adalah sifat dari musuh kita, dahulu dan sekarang.

Masalah yang ada dalam konsep setan mengenai seperti Allah adalah ia percaya bahwa yang menjadi seperti Allah berarti seperti Dia dalam hal kuasa. Setan didorong, ia digerakkan oleh kehausannya yang buta akan kuasa dan inilah yang menyebabkan ia jatuh. Ia ditinggikan karena keindahannya yang ada padanya. Ia menginginkan keunggulan. Namun setan tidak memahami apa yang telah didemonstrasikan dengan begitu indah oleh Yesus; yaitu bahwa menjadi seperti Allah artinya seperti Allah dalam hal sifat. Bila kita ingin melihat dan mengalami kuasa Allah dimanifestasikan dalam dan melalui kehidupan kita, maka kita harus mengizinkan Roh Kudus untuk menciptakan sifat Allah dalam diri kita. Sifat Allah adalah sumber kuasa kita.

Apakah yang Yesus kosongkan?
Yesus mengosongkan diri-Nya dari kesetaraan-Nya dengan Bapa. Namun Ia tidak berusaha merebut kekuasaan Bapa. Ia telah bersama Bapa dan meskipun demikian Ia meninggalkan kesetaraan-Nya dengan Bapa. Perhatikan apa yang Yesus katakan dalam Yohanes 14 mengenai dir-Nya dalam hubungan dengan Bapa:” Kamu telah mendengar bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapaku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.” Yesus menunjuk pada dukacita yang dirasakan oleh murid-murid-Nya karena Ia akan meninggalkan mereka. Sementara Ia berbicara kepada murid-murid-Nya, Ia berkata: “Kamu harus bersukacita.” Mengapa? Dalam ayat 28 “Sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.”

Sebagai orang percaya yang dipenuhi Roh Kudus kita seringkali mengklaim I Yohanes 4:4 “Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia.” Namun kita lupa bahwa sebelum kita dapat mengalahkan setan, kita harus tunduk, taat kepada Allah. Sebaiknya kita semakin menyadari bahwa kita tidak berarti tanpa Yesus. Yesus sendiri tidak pernah berani berkata “Aku setara dengan Allah”. Meskipun Ia setara dengan Allah. Namun Yesus mengesampingkan kesetaraan-Nya itu untuk kepentingan kita. Ia merendahkan diri-Nya ketika Ia mengesampingkan kesetaraan-Nya dengan Allah dengan datang ke dunia.

SELAMAT NATAL….KASIH ALLAH MEMENUHI KITA SEMUA…

Tuhan Yesus memberkati… Amien

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

JERAT MILIK

Rabu, 9 Desember 2009

Bacaan : Lukas 14:25-35

14:25. Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:

14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,

14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.

14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

14:34 Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?

14:35 Tidak ada lagi gunanya baik untuk ladang maupun untuk pupuk, dan orang membuangnya saja. Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

JERAT MILIK

Ketika Tuhan Yesus mengatakan, bahwa setiap orang yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, ia tidak dapat menjadi murid-Nya (ayat 33), itu bukan berarti kita tidak boleh memiliki apa pun. Sebab selama berada di dunia, kita akan selalu perlu”memiliki sesuatu”. Ucapan Tuhan Yesus tersebut bisa diartikan begini: jangan kita begitu terikat dan terekat dengan segala sesuatu yang kita miliki, sehingga bukan kita yang memiliki, tetapi justru kitalah yang dimiliki oleh segala sesuatu itu.

Sebab, apabila seseorang itu sudah sedemikian kuatnya terikat dan terekat pada miliknya, maka ia akan menomorduakan Tuhan. Ia juga bisa melakukan apa saja; menghalalkan segala cara, mengabaikan norma sosial, mengesampingkan hukum Tuhan, untuk merebut atau mempertahankannya. Milik di sini bisa berupa harta benda, bisa juga berupa jabatan, popularitas, atau bahkan orang; entah pacar, teman dekat, atau siapa saja. Intinya adalah: jangan menempatkan apa pun dan siapa pun di dunia ini melampaui Tuhan. Dalam kehidupan seorang murid Kristus, Tuhan harus senantiasa menjadi yang pertama dan terutama.

Jadi, tidak salah apabila kita memiliki sesuatu. Yang salah, kalau karena sesuatu yang kita miliki itu, kita kemudian mengabaikan Tuhan; tidak lagi taat dan menaruh hormat kepada Tuhan. Apabila demikian adanya, berarti kita telah memberhalakannya. Berhala (dalam bahasa Inggris: idol) bukan hanya berupa patung-patung atau benda-benda kuno yang dianggap punya kekuatan magis, melainkan juga segala sesuatu yang menggeser Tuhan dari pusat hidup kita –AYA

TUHAN TIDAK INGIN KITA MENDUAKAN-NYA

Sumber : www.sabda.org

WABAH

Senin, 9 November 2009

Bacaan : Bilangan 21:1-9

21:1. Raja negeri Arad, orang Kanaan yang tinggal di Tanah Negeb, mendengar, bahwa Israel datang dari jalan Atarim, lalu ia berperang melawan Israel, dan diangkutnya beberapa orang tawanan dari pada mereka.

21:2 Maka bernazarlah orang Israel kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau serahkan bangsa ini sama sekali ke dalam tangan kami, kami akan menumpas kota-kota mereka sampai binasa.”

21:3 TUHAN mendengarkan permintaan orang Israel, lalu menyerahkan orang Kanaan itu; kemudian orang-orang itu dan kota-kotanya ditumpas sampai binasa. Itulah sebabnya tempat itu dinamai Horma.

21:4. Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.

21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: “Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak.”

21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.

21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: “Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami.” Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.

21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.”

21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

WABAH

Pada Maret 1918, Albert Gitchell, seorang juru masak tentara di Fort Riley, Kansas, didiagnosa terserang flu. Sebelum tahun itu berakhir, penyakit ini telah menyebar ke seluruh dunia, menewaskan sekitar 40 juta orang. Virus yang sangat menular ini menjadi wabah — kasus penyebaran penyakit secara global.

Seorang dokter melaporkan bahwa para pasien dengan cepat menunjukkan gejala-gejala seperti terserang flu, yang berkembang menjadi sejenis radang paru-paru terparah, kemudian mati lemas hanya dalam hitungan jam. Untungnya, influenza tersebut segera menghilang dengan cara yang sama misteriusnya ketika ia menyerang. Namun, para dokter tetap heran akan penyebabnya dan tak mampu menemukan obatnya.

Bangsa Israel kuno juga menderita wabah yang mengerikan, tetapi mereka tahu penyebabnya dan minta obatnya kepada Musa. Mereka tak tahu berterima kasih dan mengeluh kepada Allah atas manna yang telah disediakan-Nya. Dalam murka-Nya, Allah mengirimkan ular yang gigitannya akan meninggalkan luka mematikan. Lalu, Dia menyuruh Musa untuk membuat ular tembaga dan meletakkannya pada sebuah tiang. Siapa saja yang melihat tiang itu akan disembuhkan (Bilangan 21:1-9).

Berabad-abad kemudian, Yesus mengatakan bahwa ular tembaga itu adalah simbol atas kematian-Nya di kayu salib, “Demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:14,15).

Apakah Anda memercayai Yesus untuk menyembuhkan jiwa Anda? –HDF

CARILAH KRISTUS SEKARANG
ATAU ANDA AKAN TERSESAT SELAMANYA

Sumber : www.sabda.org

BERLARI SIA-SIA

Selasa, 20 Oktober 2009

Bacaan : Roma 4:1-17

4:1. Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita?

4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.

4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? “Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.

4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.

4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:

4:7 “Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;

4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

4:9. Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? Sebab telah kami katakan, bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran.

4:10 Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan? Sebelum atau sesudah ia disunat? Bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya.

4:11 Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya, sebelum ia bersunat. Demikianlah ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran diperhitungkan kepada mereka,

4:12 dan juga menjadi bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum disunat.

4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman.

4:14 Sebab jika mereka yang mengharapkannya dari hukum Taurat, menerima bagian yang dijanjikan Allah, maka sia-sialah iman dan batallah janji itu.

4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.

4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, —

4:17. seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” –di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.

BERLARI SIA-SIA

Saat teman saya, Roger Weber, memulai perlombaan Maraton Chicago 2006 yang diikutinya, ia melihat sesuatu di tanah. Rupanya, itu adalah chip seorang pelari, yaitu alat yang dipasang oleh setiap pelari di sepatunya untuk mencatat kemajuan mereka saat melewati berbagai stasiun pencatat waktu di sepanjang perlombaan. Sepertinya, seorang pelari yang malang akan berlari sepanjang 4,5 kilometer berikutnya tanpa ada bukti kemajuan yang tercatat.

Itu sama artinya, pelari tersebut tidak mengikuti perlombaan. Tak akan ada catatan mengenai keikutsertaannya. Meskipun ia menyelesaikan perlombaan dengan memecahkan rekor waktu, hal itu tidak akan ada artinya. Para pengatur perlombaan telah menetapkan peraturan, dan betapapun cepatnya seseorang berlari, jika mereka berkata bahwa pelari itu tidak memenuhi persyaratan, maka ia tidak memenuhi persyaratan.

Seperti itulah kurang lebih halnya dengan kita semua. Kita dapat berlari dalam perlombaan yang sepertinya baik dengan melakukan hal-hal baik bagi orang lain dan menaati berbagai peraturan. Akan tetapi, saat kita tiba di garis akhir, yaitu surga, maka kita akan didiskualifikasi dan tidak diperbolehkan masuk karena kita belum memastikan bahwa nama kita tercatat di Buku Kehidupan Anak Domba dengan menaruh iman kita kepada Yesus sebagai Juru Selamat.

Yesus berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6). Apakah Anda sudah percaya kepada Yesus? Jika belum, maka Anda sedang berlari dengan sia-sia –JDB

JIKA KITA DAPAT MEMPEROLEH KESELAMATAN DENGAN USAHA SENDIRI
KRISTUS TIDAK PERLU MATI UNTUK MENYEDIAKANNYA

Sumber : www.sabda.org

MESIAS

PESAN GEMBALA

4 OKTOBER 2009

Edisi 94 Tahun 2

MESIAS

Shallom… Salam Miracle

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kali ini kita belajar untuk mengerti tentang MESIAS.

Mesias memberikan terang dan harapan bagi umat manusia tentang masa depan yaitu kehidupan kekal. Mengapa bangsa Israel tidak bisa menerima Yesus sebagai Mesias? Hal ini dikarenakan bahwa pendapat mereka tentang Mesias adalah figure yang memberikan harapan di dunia ini dengan membebaskan negaranya, yang ketika itu adalah pembebasan dari penjajahan Romawi. Hal yang sama terjadi juga pada sebagian umat Kristen pengikut Nikolaus (jemaat Efesus), jemaat Tiatira, dan penganut kemakmuran yang menyatakan bahwa Mesias harus memberikan harapan di dunia sekarang yaitu hidup nyaman dengan fasilitas sorgawi.

Dalam 2 Yohanes 2:20-22 mengatakan demikian “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.”

Saudara, antikristus itu sudah ada sejak zaman dahulu, Paulus menuliskan bahwa mereka memberitakan Injil untuk kepentingan diri sendiri, untuk perut merekam dengan maksud perselisihan dan iri hati, maksud tidak ikhlas yaitu hati tidak murni mencari dan mengejar upah (Filipi 1:14-17). Mereka para antikristus itu juga berasal dari orang-orang Kristen, dengan ciri-ciri tidak ada kesungguhan dalam mengikut Kristus dan penderitaanNya sebagai Kristus atau Mesias. Mereka menghina segala bentuk kesengsaraan dan penderitaan dan menganggap remeh sangkal diri dan pikul salib. Mereka itulah antikristus atau anti Mesias, mereka menganggap penderitaan akibat sangkal diri dan pikul salib adalah kebodohan.

1 Korintus 1:22-25,”… Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya daripada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari manusia.”

Mesias bagi bangsa Yahudi adalah Mesias yang datang sebagai raja dengan kebesaran, kekuatan, perubahan hidup dan sebagainya. Pada saatnya nanti Yesus akan datang sebagai Kristus atau Mesias yang berkuasa, dan itulah Mesias yang datang kedua kalinya bagi umat Kristen. Yesus akan datang sebagai Mesias yang kedua kalinya sebagai raja, pemenang, pemerintah, penguasa, kuat dan memberi upah dan kententraman hidup dan para pengikutnya akan ikut memerintah.

Iblis memberikan penafsiran terbalik dengan pengertian kedatangan Mesias pertama dan kedua, sehingga membuat umat kristen mandul untuk menyelamatkan jiwa-jiwa. Mesias pertama membawa manusia untuk diselamatkan melalui penderitaan dan kesengsaraanNya, sehingga sebagai umat tebusan seharusnya bekerja bagi kerajaanNya dan berani menderita. Sedangkan Mesias yang datang kedua kalinya memberikan pemerintahan, upah bagi yang menderita dan berkorban oleh karena namaNya.Mesias atau Kristus atau AL MASIH adalah utusan yang diurapi dari tempat yang maha tinggi, suatu urapan yang berbentuk penderitaan, kesengsaraan, sangkal diri, dan pikul salib. Kristen adalah nama sebutan pengikut Kristus yang sengaja dipilih oleh para rasul dan muris Yesus Kristus. Hal ini untuk menekankan bahwa mereka percaya pada Yesus sebagai Kristus yang datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dengan cara menebusnya di kayu salib, sekaligus mereka siap menderita untuk Kristus. Filipi 3:19 “Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka adalah perut mereka, kemuliaan mereka adalah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.”

Mereka akan menterjemaahkan semua ayat menurut pandangan dan cara dunia memandang, sehingga mereka tidak memahami arti dan tujuan Mesias yang datang pertama ke dunia ini. Mesias mengajarkan ketaatan dan pengorbanan. Bagaimana bisa disebut taat, jikalau dalam hidupnya ada motivasi untuk supaya diberkati? Beribadah, berrdoa, memberikan persepuluhan dengan maksud mendapatkan berkat lebih?

Kesaksian tentang Mesias banyak dilakukan oleh para rasul, sehingga banyak orang yang menyerahkan diri dan menjadi Kristen. Para rasul mengajarkan banyak hal tentang Mesias dan kehidupan yang benar, sehingga banyak orang menjadi percaya. Jikalau seseorang mengerti dan tahu tentang Mesias dengan benar, otomatis cara hidupnya akan menjadi baik, ia selalu mengamalkan kebenaran dalam hidupnya.

(BERSAMBUNG)

Tuhan Yesus memberkati kita semua… Amien.

Gembala Sidang,

Pdt.Ir. Joko Susanto, MA