PENIPU

Senin, 23 November 2009

Bacaan : Kejadian 27:19-33

27:19 Kata Yakub kepada ayahnya: “Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku.”

27:20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: “Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!” Jawabnya: “Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku.”

27:21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: “Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan.”

27:22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: “Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau.”

27:23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,

27:24 tetapi ia masih bertanya: “Benarkah engkau ini anakku Esau?” Jawabnya: “Ya!”

27:25 Lalu berkatalah Ishak: “Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau.” Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.

27:26 Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: “Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku.”

27:27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.

27:28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.

27:29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia.”

27:30. Setelah Ishak selesai memberkati Yakub, dan baru saja Yakub keluar meninggalkan Ishak, ayahnya, pulanglah Esau, kakaknya, dari berburu.

27:31 Ia juga menyediakan makanan yang enak, lalu membawanya kepada ayahnya. Katanya kepada ayahnya: “Bapa, bangunlah dan makan daging buruan masakan anakmu, agar engkau memberkati aku.”

27:32 Tetapi kata Ishak, ayahnya, kepadanya: “Siapakah engkau ini?” Sahutnya: “Akulah anakmu, anak sulungmu, Esau.”

27:33 Lalu terkejutlah Ishak dengan sangat serta berkata: “Siapakah gerangan dia, yang memburu binatang itu dan yang telah membawanya kepadaku? Aku telah memakan semuanya, sebelum engkau datang, dan telah memberkati dia; dan dia akan tetap orang yang diberkati.”

PENIPU

Ketika seorang pelayan di Ohio menanyakan SIM seorang pelanggan, ia sangat terkejut saat melihat foto di kartu tersebut. Itu adalah fotonya sendiri! Pelayan itu telah kehilangan kartu identitasnya sebulan sebelumnya, dan wanita muda tadi menggunakannya supaya punya “bukti” bahwa ia sudah cukup umur untuk minum alkohol. Pelayan itu memanggil polisi dan si pelanggan ditangkap atas tuduhan pencurian kartu identitas. Karena berusaha untuk mendapatkan keinginannya, wanita muda itu berpura-pura menjadi orang yang bukan dirinya.

Yakub, dalam Perjanjian Lama, juga berpura-pura. Dengan bantuan ibunya, Ribka, ia menipu ayahnya yang hampir meninggal supaya mengira ia adalah kakaknya, yaitu Esau, sehingga ia bisa mendapatkan berkat anak sulung (Kejadian 27). Usaha penipuan Yakub terbongkar, tetapi Esau sudah terlambat untuk menerima berkat tersebut.

Kini kepura-puraan juga kerap kali terjadi di gereja. Beberapa orang menunjukkan penampilan yang palsu. Mereka menggunakan kata-kata “kristiani,” pergi ke gereja hampir setiap Minggu, dan bahkan berdoa sebelum makan. Mereka berpura-pura “melakukan semuanya itu” hanya untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Namun di dalam hati, mereka bergumul dengan kehancuran, rasa bersalah, keraguan, kecanduan, atau dosa lain yang tidak bisa dilepaskan.

Allah menempatkan kita di antara sekumpulan orang percaya supaya saling menguatkan. Terimalah kenyataan bahwa Anda tidak sempurna. Kemudian, mintalah nasihat kepada saudara yang saleh dalam Kristus –AMC

JADILAH SEPERTI YANG DIKEHENDAKI ALLAH BAGI ANDA
DAN JANGAN BERPURA-PURA MENJADI ORANG LAIN

Sumber : www.sabda.org

Iklan