SYAFAAT ABRAHAM

Senin, 20 Agustus 2012

Bacaan : Kejadian 17:15-22

17:15. Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: “Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.

17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.”

17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: “Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?”

17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!”

17:19 Tetapi Allah berfirman: “Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.

17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.

17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga.”

17:22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham.

SYAFAAT ABRAHAM

Teka-teki buat Anda: Berapakah anak Abraham? Satu? Dua? Jawabannya: delapan! Ya, anak Abraham secara jasmani ada delapan (1 Tawarikh 1:28- 32). Namun, hanya dua yang disebut langsung sebagai keturunan Abraham, yaitu Ishak dan Ismael. Sisanya disebut sebagai keturunan Ketura, gundik Abraham. Menarik, ya? Kepada dua anak ini Allah menjanjikan berkat yang tidak diberikan kepada saudara-saudara mereka yang lain.

Allah berjanji melalui keturunan Abraham, semua bangsa di bumi akan diberkati (12:3, 26:4). Dalam terang Perjanjian Baru, ini adalah janji tentang Mesias yang akan datang! Rencana Allah sangat jelas untuk menggenapinya melalui keturunan Ishak, anaknya dari Sara. Dua kali Allah menekankan hal ini (ayat 19 dan 21) menunjukkan bahwa rencana-Nya tak dapat diganggu-gugat! Sunat yang diterima Ismael bersama semua hamba laki-laki di rumah Abraham hari itu menunjukkan bahwa mereka juga menaruh pengharapan pada janji Allah. Kelak, mereka pun akan menjadi penerima berkat dari Sang Juru Selamat yang akan datang!

Allah juga secara khusus memberkati Ismael. Keturunannya akan sangat banyak (ayat 20). Kaum muslim berpendapat mereka adalah keturunan Ismael melalui Qaydar (Kedar) dan Nabit (Nebayot). Dan benar bahwa hari ini jumlah mereka sangat banyak! Janji Allah sedang digenapi! Bagaimana awalnya hingga Ismael diberkati? Abraham telah bersyafaat bagi anak ini (ayat 18). Ia mengasihinya dan tak ingin Ismael kehilangan berkat Allah. Adakah hari ini kita juga mengasihi dan mau bersyafaat bagi keturunan Ismael, agar berkat dari Sang Juru Selamat dapat sampai kepada mereka? –JOE

JANJI ALLAH SELALU DITEPATI.

KITA AKAN MELIHAT KAUM ISMAEL DIBERKATI.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

TITIK LEMAH

Kamis, 5 Agustus 2010

Bacaan : Kejadian 20

20:1. Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing.

20:2 Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara.

20:3. Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kauambil itu; sebab ia sudah bersuami.”

20:4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh bangsa yang tak bersalah?

20:5 Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”

20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.

20:7 Jadi sekarang, kembalikanlah isteri orang itu, sebab dia seorang nabi; ia akan berdoa untuk engkau, maka engkau tetap hidup; tetapi jika engkau tidak mengembalikan dia, ketahuilah, engkau pasti mati, engkau dan semua orang yang bersama-sama dengan engkau.”

20:8. Keesokan harinya pagi-pagi Abimelekh memanggil semua hambanya dan memberitahukan seluruh peristiwa itu kepada mereka, lalu sangat takutlah orang-orang itu.

20:9 Kemudian Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya: “Perbuatan apakah yang kaulakukan ini terhadap kami, dan kesalahan apakah yang kulakukan terhadap engkau, sehingga engkau mendatangkan dosa besar atas diriku dan kerajaanku? Engkau telah berbuat hal-hal yang tidak patut kepadaku.”

20:10 Lagi kata Abimelekh kepada Abraham: “Apakah maksudmu, maka engkau melakukan hal ini?”

20:11 Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.

20:12 Lagipula ia benar-benar saudaraku, anak ayahku, hanya bukan anak ibuku, tetapi kemudian ia menjadi isteriku.

20:13 Ketika Allah menyuruh aku mengembara keluar dari rumah ayahku, berkatalah aku kepada isteriku: Tunjukkanlah kasihmu kepadaku, yakni: katakanlah tentang aku di tiap-tiap tempat di mana kita tiba: Ia saudaraku.”

20:14. Kemudian Abimelekh mengambil kambing domba dan lembu sapi, hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikan semuanya itu kepada Abraham; Sara, isteri Abraham, juga dikembalikannya kepadanya.

20:15 Dan Abimelekh berkata: “Negeriku ini terbuka untuk engkau; menetaplah, di mana engkau suka.”

20:16 Lalu katanya kepada Sara: “Telah kuberikan kepada saudaramu seribu syikal perak, itulah bukti kesucianmu bagi semua orang yang bersama-sama dengan engkau. Maka dalam segala hal engkau dibenarkan.”

20:17 Lalu Abraham berdoa kepada Allah, dan Allah menyembuhkan Abimelekh dan isterinya dan budak-budaknya perempuan, sehingga mereka melahirkan anak.

20:18 Sebab tadinya TUHAN telah menutup kandungan setiap perempuan di istana Abimelekh karena Sara, isteri Abraham itu.

TITIK LEMAH

Alkitab menarik karena mengisahkan berbagai hal secara jujur! Watak tokoh tertentu, apa adanya dikisahkan kepada kita untuk dikaji. Kita dipersilakan belajar dari sang tokoh, baik dari kekuatannya maupun dari kelemahannya. Abraham, tokoh hebat itu, mengalami sedikit persoalan yang sedikit banyak dapat kita anggap “menodai” prestasi Abraham.

Ketika sampai di Negeb, Abraham mencoba menyelamatkan diri dari Abimelekh, Raja Gerar, dengan mengaku sebagai saudara Sara. Sebaliknya, Sara juga diminta mengaku sebagai saudara Abraham; bukan istrinya. Abraham menduga, posisinya sebagai suami Sara akan membahayakan dirinya. Namun, dengan langkah itu Abraham telah melakukan tindakan yang bisa dianggap manipulasi demi kepentingan dirinya sendiri; walaupun ia tidak berbohong karena Sara memang sepupunya.

Kisah ini jelas menunjukkan betapa Alkitab jujur mengisahkan kelemahan Abraham. Betapapun hebat iman Abraham, ia juga punya titik lemah. Titik lemahnya adalah cenderung menempatkan diri di wilayah aman. Meski demikian, Tuhan tak menginginkan Sara jatuh ke tangan raja Abimelekh. Tuhan turut campur meluruskan langkah bengkok yang diambil Abraham. Namun, ini tak boleh menjadi alasan bagi kita untuk berbuat sembarangan seolah-olah ada Tuhan akan mengambil tanggung jawab yang semestinya kita tanggung.

Seberapa pun iman yang kita miliki, kita adalah manusia yang punya titik lemah. Tuhan tahu itu. Oleh karenanya, kita mesti membangun kerendahan hati seraya berdoa agar kelemahan kita tidak membawa kita ke jalan yang salah, tetapi membiarkan Tuhan senantiasa menolong dan mengoreksi kita –DKL

SETIAP ORANG PASTI MEMILIKI KELEMAHAN

AGAR IA SELALU INGAT BERGANTUNG KEPADA TUHAN

Sumber : www.sabda.org

MENGUBAH TAWA

Selasa, 7 Juli 2009

Bacaan : Kejadian 18:1-15

1Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.

2Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

3serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.

4Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;

5biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.”

6Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!”

7Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.

8Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.

9Lalu kata mereka kepadanya: “Di manakah Sara, isterimu?” Jawabnya: “Di sana, di dalam kemah.”

10Dan firman-Nya: “Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.

11Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.

12Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: “Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?”

13Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: “Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?

14Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki.”

15Lalu Sara menyangkal, katanya: “Aku tidak tertawa,” sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: “Tidak, memang engkau tertawa!”

 MENGUBAH TAWA

Ada banyak jenis tawa. Tawa terbahak-bahak, tawa nyengir, tawa kecil, tawa sinis. Berbagai jenis tawa ini muncul karena sebab yang berbeda.

Firman Tuhan hari ini menyebutkan Sara yang tertawa di dalam hati. Dan, tawa ini “terdengar” oleh Tuhan. Agaknya, tawa Sara adalah tawa sinis; tawa yang tawar. Bukan tawa sukacita, tetapi tawa yang mempertanyakan; meragukan apa yang ia dengar. Sebetulnya, tawa sinis dan tawar dari Sara itu cukup masuk akal. Sebab ia mendengar bahwa ia akan mempunyai anak lelaki, padahal ia telah tua dan menopause. Umur Abraham 100 tahun dan Sara 90 tahun (Kejadian 17:17). Tentu sulit dipahami jika nenek setua Sara dan kakek setua Abraham masih dapat menghasilkan keturunan.

Namun Tuhan berkata, “Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki” (ayat 10). Pernyataan ini diulang dua kali (ayat 14). Tuhan tahu sabda-Nya terdengar janggal. Namun yang Dia kehendaki adalah agar Abraham dan Sara membuka hati bahwa apa yang tak masuk akal bagi mereka bukan hal mustahil bagi Allah. Jadi, kisah ini tak menganjurkan kita berandai-andai pada apa yang tidak mungkin, melainkan agar kita tidak ragu Tuhan bisa berkarya melampaui akal manusiawi.

Seperti Sara, mungkin kita pernah menertawakan secara sinis dan tawar jalan-jalan Tuhan bagi kita. Mari buka hati, buka telinga, lihat, rasakan, dan dengar karya Tuhan melalui sekeliling, sehingga tawa sinis dan tawar kita berubah menjadi tawa kekaguman dan sukacita! -DKL

TERTAWA KARENA IMAN ADALAH SUMBER KEKUATAN

Sumber : http://www.sabda.org