TIDAK LAGI NAJIS

Selasa, 7 Agustus 2012

Bacaan : Markus 5:21-34

5:21. Sesudah Yesus menyeberang lagi dengan perahu, orang banyak berbondong-bondong datang lalu mengerumuni Dia. Sedang Ia berada di tepi danau,

5:22 datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya

5:23 dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

5:24 Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya.

5:25 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan.

5:26 Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

5:27 Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya.

5:28 Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

5:29 Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya.

5:30 Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: “Siapa yang menjamah jubah-Ku?”

5:31 Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?”

5:32 Lalu Ia memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu.

5:33 Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya.

5:34 Maka kata-Nya kepada perempuan itu: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!”

TIDAK LAGI NAJIS

Pernah memikirkan bagaimana kehidupan seorang perempuan yang sakit perdarahan selama 12 tahun? Bayangkan cucian bajunya setiap hari. Bayangkan betapa tidak nyamannya ia beraktivitas. Ia sudah berusaha berobat, menemui banyak dokter. Namun, hingga tabungannya ludes, ia tak juga kunjung sembuh. Dalam tradisi Yahudi, perempuan dalam kondisi perdarahan dianggap najis, tidak dapat ambil bagian dalam ibadah di tempat kudus, dan apa yang disentuhnya juga ikut menjadi najis (Imamat 15). Mirip dengan rekan-rekan muslim saat berpuasa. Jika sedang haid, ibadah puasanya tidak diperhitungkan. Tentulah perempuan ini sangat frustrasi dengan kondisinya.

Dalam situasi demikian, mendekati Yesus tentulah penuh perjuangan. Ia sedang dalam kondisi najis, dan apa yang disentuhnya akan ikut menjadi najis. Kalau sampai ketahuan, mungkin ia akan diusir atau dipukul. Menyentuh jubah Yesus tentu membuat ia bergumul. Bagaimana jika Yesus juga menolaknya? Betapa terkejutnya ia ketika Yesus mendadak berhenti dan mencari siapa yang menyentuhnya. Ia takut dan gemetar, tersungkur di depan Yesus (ayat 33). Akankah Yesus mempermalukannya? Ternyata sebaliknya. Yesus memberikan jaminan kesembuhan, bukan hanya untuk penyakitnya, tetapi juga untuk hatinya (ayat 31-34).

Bukankah kita sebenarnya tak berbeda dengan perempuan yang sakit perdarahan itu? Dosa menajiskan hidup kita. Siapakah yang layak mendekat pada Allah Yang Mahakudus, apalagi diterima oleh-Nya? Syukur kepada Allah di dalam Yesus Kristus yang tidak menolak saat kita datang dengan iman kepada-Nya. Mari mohon agar Dia membersihkan kita dari segala kenajisan kita. –ITA

SIAPAKAH YANG BOLEH MENDEKAT PADA ALLAH YANG MAHAKUDUS,

KECUALI IA TELAH DIBERSIHKAN OLEH KRISTUS?

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

TERSUNGKUR UNTUK BERSYUKUR

Rabu, 11 April 2012

Bacaan : Lukas 17:11-19

17:11. Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea.

17:12 Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh

17:13 dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

17:14 Lalu Ia memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

17:15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,

17:16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria.

17:17 Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?

17:18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

17:19 Lalu Ia berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

 

TERSUNGKUR UNTUK BERSYUKUR

Pengemis buta duduk di emper toko. Di sebelahnya ada papan bertuliskan, “Saya buta, kasihanilah saya”. Pria tua menghampirinya dan mengganti tulisan di papan, “Hari ini indah, sayangnya saya tak bisa melihatnya”. Tulisan di papan itu mengungkapkan hal yang sama, tetapi dengan cara berbeda. Yang pertama mengatakan bahwa pengemis itu buta; yang kedua mengatakan bahwa orang yang lalu-lalang sangat beruntung bisa melihat. Akhirnya, banyak orang memberi koin kepa-da pengemis itu setelah tulisannya diganti. Orang-orang itu bersyukur.

Bersyukur dan memuliakan Allah, itulah yang sedang diajarkan Yesus. Sepuluh orang sakit kusta memohon kesembuhan (ayat 13). Namun, Tuhan Yesus malah meminta mereka pergi memperlihatkan diri kepada imam (ayat 14). Dan, semua sembuh di tengah perjalanan. Adakah yang kembali kepada Dia? Ada! Namun, cuma satu-orang Samaria-yang kembali sambil memuliakan Allah dengan nyaring (ayat 15). Ia sujud; mengucap syukur di kaki Yesus, sebab ia bisa kembali menjalani kehidupan normal. Bagaimana dengan kesembilan orang lainnya? Datang kepada imam dan menunjukkan diri bahwa mereka tahir lebih penting daripada kembali dan bersyukur kepada Yesus.

Anugerah Allah yang “menyembuhkan” kita dari “penyakit” dosa dan maut semestinya mewujud dalam ucapan syukur. Mari melihat kembali isi doa kita. Dari sekian banyak doa permohonan, adakah ucapan syukur mengalir? Allah layak menerima syukur kita. Dia layak dimuliakan karena Pribadi-Nya dan karena apa yang telah Dia perbuat bagi kita. Selamat bersyukur! –ENO

SYUKUR MERUPAKAN PENGAKUAN BAHWA SEGALA YANG ADA

DAN TERJADI PADA KITA ADALAH BERKAT TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org

 

Doa Puasa Raya Hari Ke-30 Rabu, 24 Agustus 2011

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan

mengampuni dosamu.”

Kebenaran II : tatkala saudara melangkah dengan iman, mulai dirimu

dibaptiskan, apapun penyakitmu, engkau akan sembuh dalam nama Yesus.

Ada orang yang percaya namun tidak baptis, percuma. Sejak engkau mengaku Yesus sebagai Tuhan Yesus dan Juruselamat, maka engkau dibaptis dan akan diberkati.

Banyak orang menganggap baptis : “tidaklah penting” pandangan seperti

ini adalah salah ! Kita harus memiliki langkah iman yang sesuai firman Tuhan

: dosa sudah diampuni, percaya – maka berilah diri kita dibaptiskan dalam

Nama Yesus !

Rasul-rasul dan semua gereja Tuhan sampai sekarang tetap melakukan

baptisan ini karena : PENTING & PERINTAH TUHAN. (Matius 28:19-20

; Kisah 22:16)

– Baptisan = adalah pernyataan iman & penggenapan firman. (Matius 3:15)

– Baptisan = kunci berkat untuk menerima kasih karuniaNya. (Kisah 9 :18)

KEBENARAN III : Rumah Roh Kudus.

I Korintus 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait

Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari

Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Tubuh kita sudah dibeli dan lunas dibayar oleh darah Yesus dalam penebusan

dan pengampunan dosa. Jadi janganlah kita mempergunakan tubuh ini untuk “kegiatan” berbuat dosa. Berhentilah ! berhentilah berbuat dosa supaya tidak ada lagi masalah dalam hidup atau sakit penyakit !

Ada orang Kristen tapi digolongkan ke orang jahat, karena berbuat dosa

lagi, terpancing hawa nafsu , malas beribadah, bersih saja tapi tidak pernah

baca firman, kosong rumahnya, maka iblis datang masuk lebih banyak lagi dan lebih jahat lagi (Matius 12 : 43 – 45)

KESIMPULAN:

JAGALAH DIRIMU TETAP BERSIH TAPI JANGAN SAMPAI KOSONG !

BERHENTILAH BERBUAT DOSA & AKUILAH DOSA-DOSAMU

I Yohanes 5 : 18

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa;

tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat

menjamahnya.

MEMELIHARA MANUSIA ROHANI

I Petrus 1 : 3

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena

rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan

Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh

pengharapan.

Sudahkah kita mengalami kelahiran kembali ? Dan ketika kita mengalami

kelahiran kembali , kita diubahkan menjadi manusia rohani, yang artinya

hidup percaya pada Yesus, dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Istilah kelahiran kembali hanya ada ketika seseorang menjadi percaya dalam Nama Yesus, sehingga orang tersebut mendapatkan predikat sebagai Manusia Rohani.

Manusia alamiah dan manusia rohani ini tidak dapat dipisahkan karena

kita masih tinggal dalam dunia ini. Dan bagaimana memelihara manusia

rohani kita ? Jika manusia rohani kita kuat maka manusia jasmani kita akan

dipengaruhinya, maka milikilah hati yang sungguh untuk memelihara manusia

rohani kita , supaya kita mendapatkan mujijat-mujijat Tuhan.

MAKANAN & MINUMAN ROHANI

Yohanes 6 : 35

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan

haus lagi.

– Manusia rohani harus mendapatkan makanan dan minuman yang rohani,

supaya manusia rohani tetap hidup. Bukan dengan makanan & minuman yang

hanya memuaskan keinginan duniawi saja.

– Apa yang dimaksud dengan makanan & minuman rohani ? Yaitu

Persekutuan yang Baik / Intim dengan Tuhan.

– Bagaimana seumpama kita tidak makan atau minum ? Kita akan menjadi

lemah bukan ? Demikian juga dengan manusia rohani kita jika tidak makan

ataupun minum. Manusia rohani harus menjadi kuat !

– Yohanes 7 : 37 – 39 ; Yohanes 4 : 34

MENDAPAT BAGIAN KERAJAAN SURGA

I Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan 


Doa Puasa Raya Hari Ke-29 Selasa, 23 Agustus 2011

Prinsip Abraham diberkati adalah :

Up flow, In flow, Flow in (still), Flow out

Abraham adalah orang yang berhasil.

Apa yang diterima dari Tuhan:

1. Abraham menerima Kemurahan Tuhan.

2. Abraham menerima Perjanjian dengan Tuhan.

3. Abraham menerima kesetiaan Tuhan.

4. Abraham menerima Kuasa Tuhan.

Iman Abraham – Iman yang Luar Biasa

Ibrani 11 : 8 – 19

Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

KUASA KESEMBUHAN & KEBENARAN

LUKAS 5 : 24

Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa

mengampuni dosa” — berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–: “Kepadamu

Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke

rumahmu!”

Ada seorang lumpuh yang disembuhkan, tidak mempunyai pengharapan.

Kita lihat bagaimana Tuhan menyembuhkan. Titik dimana orang lumpuh ini

bisa disembuhkan. Dan Tuhan katakan “hai saudara dosamu telah diampuni”.

Lalu orang-orang yang berteologia tinggi berpikir bahwa Yesus menghujat

Allah. Tapi Tuhan Yesus mengerti pikirannya, dengan menanyakan: mana

yang lebih mudah mengatakan bangkit berjalan atau dosamu diampuni. Supaya mereka mengetahui bahwa Anak Manusia – Yesus juga berhak mengampuni dan berkata bangkit dan berjalan (bahkan untuk mengadakan penyembuhan

ilahi).

Pengampunan dosa sangat berkaitan dengan pemulihan kita. Dengan

berbagai kelakuan yang tidak sesuai kehendak Tuhan, maka sangat perlu kita

menerima pengampunan dosa dari Tuhan untuk juga menerima kesembuhan-kesembuhanNYA yang ajaib.

KEBENARAN I : Pengampunan DOSA !

Efesus 1 : 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh

penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,

Kebenaran pertama untuk menerima kesembuhan adalah pengampunan

dosa. Dosa seringkali melahirkan berbagai macam masalah dan sakit.

Walaupun banyak orang menyangkal ketika ia dalam keadaan sakit “merasa”

tidak berbuat dosa apapun. Tetapi sekarang kita mengerti bahwa betapa

pentingnya pengampunan dosa bagi kita semua, baik yang sehat atau dalam

keadaan sakit.

– Diampuni dosanya dan tidak lagi berbuat dosa (Yohanes 8 : 7 -11)

– Melangkah dengan iman : dosa diampuni + kesembuhan (Lukas 5:21- 25)

– Mengucap syukur akan kesembuhan yang dialami (Lukas 17:12-19)

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan


JANGAN MENYERAH

Senin, 21 September 2009

Bacaan : Lukas 5:17-20

5:17. Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.

5:18 Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.

5:19 Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.

5:20 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni.”

 

JANGAN MENYERAH

Seluruh warga suku sangat khawatir karena hujan tidak juga turun. Mereka takut panennya akan gagal karena kekeringan. Akhirnya, kepala suku memanggil seluruh pawang hujan yang ada di daerah itu, mereka diminta untuk mengadakan tarian pemanggilan hujan. Ada sekitar sepuluh orang pawang yang mengikuti upacara itu. Hari pertama hujan belum juga turun. Bahkan sampai satu minggu belum juga terlihat tanda-tanda hujan akan turun. Setengah dari pawang hujan itu mulai menyerah. Warga juga mulai resah melihat hal itu.

Dua minggu berlalu, tinggal tersisa tiga orang pawang yang masih terus menari memanggil hujan. Namun, saat menginjak minggu ketiga, tinggal satu orang pawang saja yang masih tersisa. Warga menunggu dengan perasaan cemas. Setelah satu bulan, tiba-tiba hujan turun dengan deras; warga pun sangat gembira. Lalu kepala suku memanggil pawang itu untuk memberikan hadiah, sambil bertanya “Apa rahasianya, sehingga kamu berhasil memanggil hujan? Padahal teman-temanmu yang lain sudah menyerah.” Lalu pawang hujan itu berkata, “Rahasianya, saya tidak akan berhenti menari sampai hujan turun.”

Firman Tuhan hari ini berkisah tentang empat orang yang menggotong orang lumpuh kepada Yesus. Mereka menunjukkan semangat pantang menyerah untuk mencapai tujuan. Mereka mengusung temannya; berusaha membawa temannya masuk; naik ke atap; lalu membongkar atap dan menurunkan orang itu. Hasilnya, Yesus menyembuhkan orang lumpuh itu. Sebuah keuletan cepat atau lambat akan mendatangkan hasil. Saat kegagalan datang apakah kita akan menyerah? Bangkitlah dengan iman, dan berusahalah terus -GK

ORANG BERHASIL BANGKIT SATU KALI

LEBIH BANYAK DARIPADA KEGAGALANNYA

Sumber : www.sabda.org

MENGULURKAN TANGAN

Rabu, 10 Juni 2009

Bacaan : Lukas 5:12-16

5:12. Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.”

5:13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.

5:14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapapun juga dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

5:15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.

 

MENGULURKAN TANGAN

Suster Gisela Borowka adalah seorang perempuan asal Jerman. Sejak tahun 1963, ia memilih mengabdikan diri merawat para penderita kusta di Pulau Lembata dan Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur. Ketika pertama kali datang, Gisela harus berhadapan dengan kenyataan, para penderita kusta dikucilkan masyarakat sekitar. Tidak ada yang mau mengurus mereka. “Biarlah mereka hidup bersama kita, mereka juga citra Allah. Jangan lukai hati mereka, mereka telah terluka; tidak saja sakit fisik, tetapi juga sakit hati,” kata Gisela.

Pada zaman Tuhan Yesus, para penderita kusta juga mengalami nasib hampir serupa. Mereka diasingkan, berpakaian compang-camping, menutupi muka sambil berteriak: Najis! (Imamat 13:45). Kondisi yang membuat mereka dibenci oleh masyarakat pada umumnya, hingga akhirnya mereka juga membenci diri mereka sendiri. Baca lebih lanjut