URUSAN DENGAN TUHAN

Kamis, 15 Juli 2010

Bacaan : Markus 3:13-19; 1 Korintus 4:9-13

3:13. Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan merekapun datang kepada-Nya.

3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil

3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,

3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,

3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,

3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.

4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.

4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,

4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;

4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

URUSAN DENGAN TUHAN

Ibu Teresa pernah berujar, “Banyak orang menjengkelkan dan mementingkan diri sendiri. Walau begitu, ampunilah mereka. Jika Anda berbuat baik, orang bisa curiga. Walau begitu, tetaplah berbuat baik. Jika Anda jujur, orang akan mencurangi Anda. Walau begitu, tetaplah jujur. Kebaikan Anda hari ini mungkin sudah terlupakan besok pagi. Walau begitu, teruslah berbuat baik. Sebab segala sesuatu merupakan urusan Anda dengan Allah. Bukan dengan manusia. Maka, berikan selalu yang terbaik.”

Di antara murid Yesus, ada yang bernama Yakobus anak Alfeus, yang pendiam. Bahkan, Alkitab tidak mencatat apa pun yang ia katakan. Akan tetapi, sebagai rasul Tuhan ia juga memberitakan Injil (ayat 14), dan itu bukan karya yang mudah. Paulus menjelaskan bahwa seorang rasul “melakukan pekerjaan tangan yang berat” (1 Korintus 4:12). Bahkan, bisa mendapat tanggapan yang tak pantas (ayat 12, 13). Walau begitu, para rasul tak membalas setiap perlakuan tak nyaman dengan perbuatan setara, melainkan sebaliknya, yang positif. Dan atas tugas berat itu, Yakobus anak Alfeus pun setia melakukannya hingga akhir.

Kita pun perlu hidup mengasihi Tuhan dan bekerja bagi-Nya tanpa harus mementingkan penghargaan manusia. Bisa saja kesetiaan hidup atau pelayanan kita tak diperhatikan, dihargai, apalagi diingat orang. Bahkan, kadang perbuatan baik dan pelayanan kita bisa disalahmengerti atau mendapat tanggapan yang tidak baik. Walau begitu, biarlah kita tetap setia. Sebab melakukan yang baik setiap kali merupakan urusan kita untuk memenuhi tujuan yang Tuhan tetapkan bagi hidup kita. Jadi, berikan selalu yang terbaik –AW

TAK PENTING ORANG TAHU APA YANG KITA LAKUKAN

YANG PENTING TUHAN SENANG DENGAN APA YANG KITA LAYANKAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan

KEBETULAN

Kamis, 1 Juli 2010

Bacaan : Kisah Para Rasul 9:38-43, 10:30-32

9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: “Segeralah datang ke tempat kami.”

9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.

10:30 Jawab Kornelius: “Empat hari yang lalu kira-kira pada waktu yang sama seperti sekarang, yaitu jam tiga petang, aku sedang berdoa di rumah. Tiba-tiba ada seorang berdiri di depanku, pakaiannya berkilau-kilauan

10:31 dan ia berkata: Kornelius, doamu telah didengarkan Allah dan sedekahmu telah diingatkan di hadapan-Nya.

10:32 Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus; ia sedang menumpang di rumah Simon, seorang penyamak kulit, yang tinggal di tepi laut.

KEBETULAN

Seorang kenalan menceritakan pengalamannya mencari rumah kontrakan. Sudah berminggu-minggu mencari, ia belum juga mendapatkannya. Padahal kebutuhan itu mendesak dan sudah menjadi prioritas doanya. Suatu saat, seorang kawan meminta bantuannya mengantarkan barang ke sebuah alamat. Ketika mengantar barang ke alamat yang dituju, ia melihat tanda “DIKONTRAKKAN” pada rumah di sebelah rumah tersebut. Begitulah ceritanya ia mengontrak rumah yang dihuninya sekarang. Sebuah kebetulan?

Bahasa Inggris menyebut “kebetulan” sebagai “coincidence”. Kata ini berasal dari dua kata: “co” (kerja sama) dan “incidence” (kejadian). Jadi, kurang lebih berarti ada dua atau lebih kejadian yang “bekerja sama” demi mencapai sebuah tujuan. Dalam bahasa sehari-hari kita menyebutnya “kebetulan”. Lida, Yope, dan Kaisarea letaknya berdekatan. Di masing-masing kota itu ada kejadian yang melibatkan Petrus. Kejadian-kejadian itu berurutan hingga sampai ke tujuan yang Tuhan rencanakan, yaitu pertemuan Petrus dengan Kornelius. Pertemuan itu adalah persiapan bagi pekabaran Injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi, oleh Paulus. Jadi, dalam pengaturan Tuhan, kejadian demi kejadian itu bekerja sama menggenapi rencana-Nya.

Tuhan adalah Perencana Agung. Setiap kejadian, baik atau buruk, ada dalam kendali-Nya. Semua bisa dipakai untuk melayani rencana-Nya yang mulia. Sebenarnya arti “kebetulan” bukan kejadian-kejadian yang tanpa sengaja bertemu, melainkan justru dengan sengaja dipertemukan agar “bekerja sama” demi melayani tujuan lebih besar yang Tuhan kehendaki. Demikian hendaknya kita memandang segala kejadian sehari-hari dengan iman –PAD

APA YANG KITA KIRA SEBAGAI

“KEBETULAN” TAK BERSENGAJA

ADALAH PENGATURAN TUHAN YANG BERSENGAJA

Sumber : www.sabda.org

MICHAEL OHER

Sabtu, 19 Juni 2010

Bacaan : Lukas 5:1-11

5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.

5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.

5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.

5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

5:5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.

5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.”

5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;

5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

MICHAEL OHER

Bagi kebanyakan orang, Michael Oher hanya seorang anak yang miskin dan bodoh. Penilaian ini bisa dibenarkan. Ia memang berasal dari keluarga miskin. Nilai-nilai sekolahnya pun sangat buruk. Namun, bagi pasangan suami-istri Sean Tuohy dan Leigh Anne, Michael adalah anak yang memiliki potensi besar, terutama dalam cabang olahraga rugbi. Hanya, Michael membutuhkan kasih dan bimbingan yang lebih untuk memenuhi potensinya tersebut. Maka, mereka mengangkatnya sebagai anak. Michael pun banyak berubah. Dan, ia sungguh-sungguh menjadi bintang American football di Amerika Serikat.

Simon, Yohanes, dan Yakobus mungkin juga hanya nelayan-nelayan biasa di mata kebanyakan orang. Mereka bukan orang-orang kaya, pintar, dan kudus_malah mengaku diri berdosa (ayat 8). Mereka bisa dianggap tidak layak menjadi murid rabi-rabi terkenal pada zamannya. Namun, Yesus melihat mereka dengan berbeda. Kesederhanaan dan kesediaan mereka untuk taat, bahkan untuk melakukan hal aneh seperti menebar jala sekali lagi setelah semalaman tak mendapat apa-apa, menunjukkan potensi khusus mereka. Yesus pun mengangkat mereka menjadi murid. Yesus tidak salah pilih. Mereka menjadi rasul-rasul-Nya yang setia sampai mati.

Sebagai manusia, kita bisa juga melihat orang lain secara sepintas, dan memiliki anggapan sendiri yang belum tentu benar. Sesungguhnya jika kita bersedia melihat lebih saksama, kita akan melihat sisi yang lebih indah dari orang tersebut. Sebab Tuhan pasti menaruh potensi khusus dalam diri orang itu, yang membuat kita lebih menghargainya. Bahkan, jika mungkin membantunya menggapai potensi maksimal –ALS

KETIKA KITA MENGENAL SEORANG PRIBADI DENGAN SAKSAMA

KITA AKAN MENDAPATI TUHAN ADIL MEMBERI POTENSI BAGI SEMUA

Sumber : www.sabda.org