BERANI BERSAKSI

Selasa, 2 April 2013

Bacaan   : Kisah Para Rasul 1:6-11

1:6. Ketika rasul-rasul itu berkumpul bersama-sama dengan Yesus, mereka bertanya kepada-Nya, “Tuhan, apakah sekarang Tuhan mau mendirikan kembali Pemerintahan bangsa Israel?”

1:7 Yesus menjawab, “Bapa-Ku sendiri yang menentukan hari dan waktunya. Itu tidak perlu kalian ketahui, sebab itu hak Bapa.

1:8 Tetapi kalian akan mendapat kuasa, kalau Roh Allah sudah datang kepadamu. Dan kalian akan menjadi saksi-saksi untuk-Ku di Yerusalem, di seluruh Yudea, di Samaria, dan sampai ke ujung bumi.”

1:9 Sesudah Yesus berkata begitu, Ia diangkat ke surga di depan mata mereka, dan awan menutupi Dia dari pandangan mereka.

1:10 Sementara mereka masih memandang ke langit, sewaktu Yesus terangkat, tiba-tiba dua orang berpakaian putih berdiri di sebelah mereka.

1:11 “Hai, orang-orang Galilea,” kata kedua orang itu, “mengapa kalian berdiri saja di situ memandang ke langit? Yesus, yang kalian lihat terangkat ke surga itu di hadapan kalian, akan kembali lagi dengan cara itu juga seperti yang kalian lihat tadi.”

 

BERANI BERSAKSI

“Tolonglah doakan aku, supaya sakit kepalaku sembuh!” kata seorang yang bukan Kristen kepada Damai, seorang sahabat saya. Karena belum berpengalaman berdoa bagi orang yang bukan Kristen, Damai berkata bahwa ia akan mendoakannya di rumah. Esoknya, temannya berkata, “Terima kasih ya atas doanya. Saya sudah sembuh dari kemarin!”

Damai menjadi sangat terkejut, namun mulai merasa bersalah. “Seharusnya itu menjadi kesempatan memberitakan Injil, tapi saya terlalu takut!” katanya. Sejak itu, setiap ada peluang mendoakan orang lain, ia akan terlebih dahulu menjelaskan siapa Yesus kepada orang itu. Sekarang, ia menjadi penginjil yang berani dan memimpin banyak orang kepada Kristus.

Menjadi saksi bagi Yesus adalah tanggung jawab semua orang Kristen. Itu bukan pilihan. Saksi adalah seseorang yang melihat atau mengetahui sesuatu terkait sebuah perkara, dan diminta untuk memberitahukannya. Menjadi saksi tidak memerlukan gelar pendidikan atau jabatan tertentu. Namun, tidak semua orang bisa menjadi saksi Yesus, melainkan hanya mereka yang telah memiliki hubungan pribadi dengan-Nya, mengenal-Nya melalui firman Allah, dan juga melalui pengalaman rohaninya.

Setiap orang percaya telah diberi kuasa untuk bersaksi. Anda sudah diperlengkapi dari tempat mahatinggi. Karena itu, pergunakanlah kuasa Anda. Saksikanlah Kristus yang berkuasa mengampuni dan menyelamatkan orang berdosa, baik melalui perkataan dan tindakan Anda, sehingga mereka mengenal-Nya dan masuk ke dalam terang-Nya. –HT

BERSAKSI ADALAH MENGARAHKAN ORANG LAIN PADA

 KEBAIKAN DAN KEKUASAAN TUHAN.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Iklan

IBADAH DI SURGA

Selasa, 11 Desember 2012

Bacaan: Wahyu 22:1-5

22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

22:2 Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

22:4 dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

22:5 Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.

 

IBADAH DI SURGA

Apa yang Anda bayangkan tentang surga? Seorang pendeta mengaku bahwa tiap kali memikirkan surga, ia membayangkan betapa membosankannya hidup melayang di antara awan dan tidak melakukan apa-apa …. Gambaran surga yang membosankan itu muncul dari dua asumsi yang keliru: Pertama, Tuhan itu membosankan. Kedua, hidup tanpa dosa itu tidak menarik.

Gambaran Alkitab tentang surga jauh dari membosankan. Di sana ada semarak kota kerajaan di mana umat Tuhan memerintah atas bangsa-bangsa bersama Tuhan sendiri (ayat 2, 5, bandingkan Wahyu 21:23-26). Ibadah di surga pasti sangat menggairahkan, bukan saja karena kehadiran segala suku bangsa tetapi terutama karena kehadiran Tuhan sendiri (ayat 3, bandingkan Wahyu 7:9-10). Bukankah melewatkan waktu bersama Pribadi Yang Mahakuasa, Mahakreatif, dan Mahakasih itu pasti sangat menyenangkan? Yang tidak ada di surga adalah semua yang tidak baik (ayat 3). Dengan kata lain di sana tidak ada dosa, kepura-puraan, korupsi, kemacetan, kanker, polusi, dan semua keburukan yang bisa kita lihat di dunia.

Tidakkah kebenaran yang menakjubkan tentang masa depan ini menggugah kita untuk mempersiapkan diri sejak sekarang? Menjadikan pekerjaan tiap hari sebagai ibadah kepada-Nya. Merayakan betapa luar biasanya Tuhan dan masa depan kekal yang Dia siapkan, besok, umat kristiani sedunia bersepakat menaikkan pujian dan doa bersama dalam Global Day of Worship (Hari Penyembahan Sedunia). Ajaklah keluarga atau rekan-rekan Anda ambil bagian di dalamnya. –JOE

BERSUKACITA BERSAMA PRIBADI TERHEBAT DI ALAM SEMESTA

BISA DIMULAI HARI INI JUGA, DAN DITERUSKAN SELAMANYA DI SURGA.

Dikutip : www.sabda.org

KANGEN, KAPAN PULANG?

Minggu, 18 September 2011

Bacaan : Roma 8:14-23 

8:14 Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

8:16 Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah.

8:17. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

KANGEN, KAPAN PULANG?

Setelah sekian waktu tinggal di Amerika, hampir empat tahun saya terhambat untuk pulang ke tanah air. Tak ayal, ketika akhirnya Tuhan beri saya kesempatan untuk pulang kampung, maka betapa padatnya hari-hari saya. Tiada hari tanpa rapat. Jam demi jam dilalui begitu cepat; bertemu donatur, relasi, anak buah, jemaat, sahabat, keluarga besar, dan teman-teman lama. Tak salah jika ibu saya berkomentar: “Wah, pulang cuma sebentar, tapi nggak bisa dipegang ’ekornya’.”

Setelah satu bulan, dua hari menjelang kembali ke Atlanta, saya terkesiap membaca email anak saya: “Papa kapan pulang, Thea kangen.” Tiba-tiba hati ini ingin cepat terbang kembali ke tengah keluarga yang saya tinggalkan nun jauh di sana. Betapa campur aduknya perasaan di hati: haru, bangga, kangen, karena rasa cinta saya yang besar kepada anak istri saya. Dua hari yang masih tersisa sebelum pulang jadi terasa begitu lambat, sebab rasa rindu itu seakan-akan tidak tertahankan.

Saudara, seperti itukah kerinduan kita menanti kedatangan Yesus yang kedua kali? Dia pasti datang kembali menjemput kita dari dunia, di mana Dia menempatkan kita untuk hidup sebagai saksi-Nya. Adakah kita rindu bertemu muka dengan muka, dan tidak tahan menantikan saat indah itu, sebab sekarang kita hanya mengenal Dia secara samar-samar? Atau, kita sedang terlena dengan kesibukan bekerja, menumpuk kekayaan di dunia, dan membangun kenikmatan sesaat yang pasti kita tinggalkan kelak? Mari berkarya sementara hidup di dunia, tetapi dengan mata hati tertuju ke surga, di mana Yesus kekasih hati kita berada. Dia juga sangat rindu bertemu dengan kita segera –SST

TERUSLAH MEMANDANG SURGA SEBAGAI RUMAH KITA

SEBAB TUJUAN AKHIR HIDUP KITA BUKANLAH DUNIA

Dikutip : www.sabda.org


BUKAN SEKADAR NAMA

Kamis, 13 Mei 2010

Bacaan : Ibrani 1:1-4

1:1. Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,

1:2 maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

1:4. jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

BUKAN SEKADAR NAMA

Dalam keseharian hidup berlaku kebenaran: nama bukan sekadar nama, melainkan ada “bobot” wibawanya. Para siswa yang sedang berkelahi akan spontan berhenti ketika nama Pak Hadi, Kepala Sekolah, disebut-sebut sedang mendekat ke arah mereka. Di bidang lain, konsumen juga lebih percaya pada produk yang sudah punya nama. Nama artis yang sedang “naik daun” identik dengan keuntungan besar di bisnis hiburan. Kebaktian Kebangunan Rohani sesak pengunjung karena dilayani oleh pengkhotbah ternama.

Ketika Yesus naik ke surga, ketika karya penebusan-Nya selesai, Dia menerima kembali apa yang semula menjadi milik-Nya, yaitu nama-Nya yang setara dengan Allah. Nama yang mulia, kemuliaan yang rela ditanggalkan-Nya demi menyerupai kita, untuk menggenapi karya penebusan. Nama dengan wibawa tertinggi, penuh kuasa. Nama yang terindah. Yang menggetarkan seluruh alam dan segenap makhluk. Menekuk setiap lutut untuk menyembah dan mengakui kedaulatan-Nya. Nama di atas segala nama!

Sadarkah kita bahwa nama Tuhan sedahsyat dan semulia itu? Peringatan kenaikan Tuhan membangkitkan kesadaran kita kembali. Kesadaran yang membuat kita menyanyi memuliakan nama-Nya dengan lebih sungguh. Membuat kita melayani dengan tidak menonjolkan nama dan diri sendiri. Membuat kita tidak gentar akan nama-nama seram yang dekat dengan kuasa gelap. Membuat kita tidak lupa bahwa sementara kita bekerja, bergaul, dan berbicara, nama Yesus sedang kita pertaruhkan di depan semua orang. Sebab, bukankah kita ini surat Kristus yang terbuka, yang terbaca oleh orang-orang di sekitar kita?. –PAD

TIDAK MUNGKIN MENGASIHI YESUS

TANPA MENGHORMATI DAN MEMULIAKAN NAMA-NYA

Sumber : www.sabda.org

APAKAH YESUS EKSKLUSIF?

Jumat, 2 Oktober 2009

Bacaan : Yohanes 14:1-12

14:1. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

 

14:4. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

14:8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

 

14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

 

APAKAH YESUS EKSKLUSIF?

Suatu kali saya melihat Anne Graham Lotz, putri Billy Graham, dalam acara bincang-bincang yang populer di televisi. Si pewawancara bertanya, “Apakah Anda termasuk orang yang percaya bahwa Yesus secara ekslusif menjadi satu-satunya jalan ke surga?” Ia menambahkan, “Anda tahu itu menyulut kemarahan orang akhir-akhir ini!” Tanpa berkedip, Anne menjawab, “Yesus tidak eksklusif. Dia mati supaya semua orang bisa datang kepada-Nya untuk menerima keselamatan.”

Sungguh jawaban yang luar biasa! Kekristenan bukan klub eksklusif yang terbatas bagi sekelompok orang elit yang memenuhi syarat tertentu. Semua orang disambut, tanpa membedakan warna kulit, kelompok sosial, atau jabatan.

Betapa pun indahnya kebenaran ini, pernyataan Yesus dalam Yohanes 14:6 yang berbunyi bahwa Dialah satu-satunya jalan kepada Allah, masih membuat orang tersinggung. Namun, Yesus memang adalah satu-satunya jalan dan pilihan. Kita semua bersalah di hadapan Allah. Kita adalah pendosa dan tak dapat menolong diri kita sendiri. Permasalahan dosa kita harus diselesaikan. Yesus, sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, mati untuk membayar hukuman dosa kita, kemudian bangkit dari antara orang mati. Tak ada pemimpin agama lain yang menawarkan apa yang telah Yesus sediakan dalam kemenangan-Nya atas dosa dan maut.

Injil Kristus menyinggung sebagian orang, tetapi itulah kebenaran yang indah, bahwa Allah sangat mengasihi kita, sehingga Dia bersedia datang dan menyelesaikan masalah terbesar kita, yaitu dosa. Dan, selama dosa masih menjadi masalah, dunia masih membutuhkan Yesus! –JMS

TERIMALAH KABAR BAIK INI:
YESUS ADALAH JURU SELAMAT YANG TIDAK EKSKLUSIF

Sumber : www.sabda.org

DI SEBERANG SANA

Senin, 25 Mei 2009

Bacaan : Yohanes 14:1-3

14:1. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

DI SEBERANG SANA

Saya mendapat cerita ini dari sebuah e-mail. Seorang pasien berkata kepada dokternya selagi sang dokter bersiap pergi dari kamarnya, “Dok, saya takut mati. Bisakah Anda menceritakan bagaimana keadaan di seberang sana?” “Saya tidak tahu, Pak,” sahut dokter itu dengan lembut. “Lo, Anda tidak tahu? Bukankah Anda seorang kristiani?” tanya sang pasien lagi. Baca lebih lanjut

PULANGNYA SANG RAJA

Kamis, 21 Mei 2009

Bacaan : Markus 16:19-20

16:19. Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

16:20 Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

PULANGNYA SANG RAJA

Hari yang paling menggembirakan bagi Yesus, menurut Philip Yancey, barangkali adalah hari kenaikan-Nya ke surga. “Dia, sang Pencipta, yang telah turun begitu jauh dan melepaskan begitu banyak, sekarang akan pulang. Seperti prajurit yang kembali menyeberangi samudra setelah perang yang panjang dan penuh darah. Seperti astronot yang melepaskan baju antariksanya untuk menghirup udara bumi yang manis. Akhirnya sampai di rumah,” tulisnya.

Yesus “pulang” ke surga sebagai Raja. Markus mencatat, setelah menyampaikan amanat kepada para murid, Dia terangkat ke surga dan “duduk di sebelah kanan Allah” (ayat 19). Gambaran yang agung ini dapat dipahami sebagai kiasan tentang wewenang dan kekuasaan. Di dalam Kitab Suci, “duduk di sebelah kanan Allah” berarti dianugerahi kedudukan yang luhur sebagai pemangku kekuasaan tertinggi, suatu peran yang diberikan Allah secara simbolis kepada para raja di Perjanjian Lama (Mazmur 110:1). Injil Markus menyatakan, Yesus meninggalkan bumi menuju surga dan sekarang memerintah dengan wewenang Allah yang berdaulat. Yesus bertakhta sebagai Raja atas segala raja.

Marilah kita bersukacita bersama dengan Yesus pada hari kenaikan-Nya! Kita dapat menyanyikan lagu-lagu pujian yang mengagungkan Yesus sebagai Raja. Kenaikan-Nya menjanjikan bahwa masa depan kita terjamin dalam Kerajaan-Nya. Dia menghendaki kita menjadi duta pemerintahan surgawi-Nya yang penuh kasih selama kita tinggal di muka bumi ini. Dan, Dia memperlengkapi kita dengan Roh Kudus untuk menjalankan pelayanan tersebut –ARS

KARENA TUBUH KRISTUS TERANGKAT

MENGATASI SEMUA LANGIT,

KUASA-NYA AKAN TERSEBAR MELEWATI SEGALA BATASAN — John Calvin

Sumber : www.sabda.org