MENANGKAP KESEMPATAN

Sabtu, 19 Mei 2012

Bacaan : Kisah Para Rasul 8:4-13

8:4. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.

8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.

8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.

8:8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

8:9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting.

8:10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: “Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar.”

8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya.

8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan.

8:13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi.

 

MENANGKAP KESEMPATAN

Semenjak menerima amanat untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8), para murid terus giat bersaksi. Banyak orang yang menjadi percaya karena kesaksian mereka dan hal tersebut membuat marah para pemuka Yahudi. Mereka dengan keras melakukan pencegahan dan penganiayaan kepada para murid. Beberapa diantaranya dibunuh dan dipenjarakan.

Akibat adanya penganiayaan di Yerusalem, orang-orang kristiani kian terserak ke daerah-daerah sekitar. Akan tetapi, dicatat bahwa sambil menyingkir, Filipus dan para murid yang lain justru giat bersaksi. Kerinduannya untuk bersaksi mengalahkan ketakutannya akan penganiayaan. Apa yang bagi banyak orang adalah halangan pelayanan, ia tangkap sebagai peluang. Ia dan para murid lainnya dilatih untuk melihat bahwa dengan tersebarnya mereka ke segala tempat, dapat menjadi permulaan dari penggenapan untuk menjadi saksi sampai ke ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8). Dalam kedaulatan Allah, penganiayaan dan keterserakan bisa dibaca sebagai “penempatan” untuk menjangkau segala bangsa. Yang mereka butuhkan adalah kepekaan terhadap setiap kesempatan yang Allah bukakan.

Masihkan kita memiliki kerinduan yang dalam agar segala bangsa mendengar Kabar Baik yang menyelamatkan? Apa yang telah atau sedang kita lakukan seiring dengan kerinduan tersebut? Pernahkah kita berpikir bahwa di mana pun kita di tempatkan, dapat diartikan bahwa kita sedang diutus ke sana menjadi berkat? Dengan tetap bersaksi di tempat kita masing-masing, paling tidak sebagian besar suku bangsa sedang diperkenalkan dengan Kabar Baik yang menyelamatkan tersebut. –PBS

MEMENANGKAN SEGALA BANGSA BISA

DIMULAI DARI TEMPAT DI MANA KITA BERADA.

Dikutip : www.sabda.org

BERSIAPLAH!

Kamis, 29 Desember 2011  

Bacaan : Matius 25:1-13

25:1. “Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,

25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.

25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!

25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.

25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

BERSIAPLAH!

Kita tentu punya kenangan tentang para guru yang pernah mengajar kita di sekolah. Sebagian besar guru biasanya memberi tahu apabila hendak mengadakan ulangan. Namun, ada juga sebagian guru yang lebih suka mengadakan ulangan mendadak, tanpa pemberitahuan. Bagi siswa yang tak pernah berkonsentrasi saat guru memberikan pelajaran atau hanya belajar pada jam-jam menjelang ulangan maka ketika berhadapan dengan guru tipe kedua, dijamin ia akan mendapat nilai buruk. Akan tetapi, siswa yang bijaksana adalah siswa yang tahu persis kebiasaan guru yang demikian sehingga ia selalu belajar untuk berjaga-jaga, jika sewaktu-waktu diadakan ulangan.

Walau kenyataannya sangat berbeda, tetapi kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali kurang lebih dapat digambarkan seperti ulangan mendadak yang biasa diadakan oleh sebagian guru. Tuhan kita, dalam hikmat-Nya yang besar, telah dan akan memberikan tanda-tanda menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali. Namun, kapan waktunya tidak Dia sampaikan secara persis. Itulah sebabnya kita perlu selalu berjaga-jaga. Sebab, kapan pun harinya, bisa menjadi hari kedatangan Tuhan Yesus!

Mari terus memohon hikmat Tuhan, agar kita dapat menjalani hidup dengan bijaksana. Setiap hari yang kita jalani merupakan kesempatan untuk menanti-nanti kedatangan-Nya yang kedua kali. Sebab, kita tidak tahu kapan hari itu tiba. Jangan sampai kita menjadi orang kristiani yang, ketika Tuhan Yesus datang, malah sedang “terlelap” seperti perumpamaan lima gadis yang bodoh. Jadilah seperti lima gadis yang bijaksana, yang senantiasa berjaga-jaga menanti sang mempelai –PK

BERSIAP DAN BERJAGA-JAGALAH

SEOLAH-OLAH HARI INI ADALAH HARI KEDATANGAN-NYA YANG KEDUA

Dikutip : www.sabda.org