PRT SAYANG, PRT MALANG

Rabu, 12 Oktober 2011

Bacaan : Kolose 4:1-6 

4:1. Hai tuan-tuan, berlakulah adil dan jujur terhadap hambamu; ingatlah, kamu juga mempunyai tuan di sorga.

4:2. Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.

4:3 Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan.

4:4 Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya.

4:5. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada.

4:6 Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.

PRT SAYANG, PRT MALANG

Beberapa waktu lalu, dibentangkan sebuah serbet raksasa di Bundaran HI, Jakarta. Serbet raksasa itu merupakan bentuk aksi keprihatinan terhadap ketidakadilan yang sering dialami oleh para pekerja rumah tangga (PRT), baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mereka banyak mengalami perlakuan sewenang-wenang, bahkan kekerasan yang berujung pada kematian. Serbet besar itu hendak mengingatkan warga Jakarta bahwa banyak aktivitas bisa berjalan baik karena jasa para pekerja rumah tangga. Oleh karena itu, pengakuan, penghormatan, dan pemenuhan hak-hak pekerja rumah tangga, harus diperhatikan.

Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus juga mengingatkan setiap tuan yang mempunyai hamba agar selalu berlaku adil dan jujur (ayat 1). Berlaku adil dapat berarti memberikan kepada para pekerja apa yang menjadi hak mereka. Tidak memberi beban kerja lebih dari apa yang selayaknya dikerjakan. Jujur dapat diungkapkan dengan tidak mengeksploitasi atau memanfaatkan posisi para pekerja yang lebih lemah untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau perusahaan.

Kita harus selalu ingat bahwa hikmat dan kasih perlu dinyatakan di semua tempat, termasuk di rumah tangga dan lingkungan kerja. Jangan sampai kita dikenal sebagai dermawan di gereja, tetapi memperlakukan pekerja rumah tangga dengan kasar atau memberlakukan kebijakan perusahaan yang menyengsarakan para pekerja kita. Ingatlah, kita pun adalah hamba yang suatu saat kelak harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tuhan. Di mata Tuhan, kita dan para pekerja kita setara berharganya –SL

SALING MENGHORMATI, MENGHARGAI, ANTARA TUAN DAN HAMBA

ADALAH BAGIAN DARI IBADAH

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

TUNTUTAN

Senin, 31 januari 2011

Bacaan : Lukas 12:47,48

47Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

48Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

TUNTUTAN

Saya memiliki seorang teman yang menjadi kepala sekolah. Ia adalah orang yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Gaji guru dan karyawan beberapa kali dinaikkan agar standar hidup mereka membaik. Namun, di sisi lain ia pun menuntut agar semua karyawan dapat memberikan yang terbaik untuk sekolah tersebut. Ia tidak segan-segan untuk marah dan menegur karyawan yang malas dan tidak melakukan hal yang seharusnya.

Dalam bacaan hari ini, Tuhan Yesus berbicara tentang tuntutan; siapa yang diberi banyak akan dituntut banyak pula. Itu sudah hukumnya. Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu kepada manusia, apabila hal itu akan mereka sia-siakan. Dia akan menuntut pertanggungjawaban atas segala sesuatu yang diberikan kepada kita. Ini bukan berarti Tuhan tidak rela memberikannya kepada kita, melainkan Dia ingin agar semua yang ada pada kita dapat dipakai secara maksimal sesuai dengan tujuan yang Allah kehendaki. Dan, tentunya Allah tidak akan sembarangan memberikan sesuatu kepada manusia. Allah tidak akan memberi cangkul kepada pemain sepak bola, atau gergaji kepada tukang masak. Allah tetap akan memberikan bola kepada pemain sepak bola dan gergaji kepada tukang kayu. Selanjutnya, Allah akan menuntut agar bola dan gergaji itu digunakan secara maksimal oleh masing-masing pribadi tersebut.

Seberapa besar kita menyadari segala pemberian Tuhan dan seberapa besar kita memahami tuntutan-Nya? Bagaimana dengan waktu, kepintaran, talenta atau bakat, bahkan harta yang Tuhan berikan kepada kita? Apakah kita sudah menggunakannya sesuai tuntutan Allah? –RY

INGATLAH BAHWA KETIKA SUATU BERKAT DIBERIKAN

BERARTI ADA MANDAT DI DALAMNYA YANG MESTI KITA KERJAKAN

Sumber : www.sabda.org

 

KARYA YANG SEMPURNA

PESAN GEMBALA

11 APRIL 2010

EDISI 121 TAHUN 3

KARYA YANG SEMPURNA

Shallom… Salam Miracle!

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Dia memberikan otoritas untuk menguasai bumi ini. Melalui dosa, mereka telah kehilangan otoritas ini. Lalu Yesus, manusia yang sempurna itu, Adam yang terakhir hidup dalam segala hal, tepat seperti yang diciptakan Allah di dalam manusia. Yesus mengambil dosa seluruh manusia di atas diriNya dan mati di kayu salib untuk membayar hukuman atas dosa-dosa itu. Dia menderita kematian bagi seluruh umat manusia. Dia telah melepaskan dosa-dosa itu sampai kedalamannya, lalu kuasa Allah sendiri turun atas Yesus. Dia telah mengalahkan Setan dan semua roh-roh jahat pada pintu gerbang Neraka.

Yesus mengambil kembali kunci otoritas itu. Yesus mengambil segala sesuatu yang telah dicuri dari manusia. Segala sesuatu yang tadinya telah diciptakan Allah untuk dimiliki Adam dan Hawa diperoleh kembali dan dierikan kembali kepada manusia oleh Yesus. Ketika Yesus pertama kali berbicara tentang Gereja yang akan dibangun, Dia berkata: “…di atas Batu Karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak menguasainya. Kepada-Mu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Surga.” Matius 16:18-19.

Penulis kitab Ibrani menyampaikan kedudukan Yesus pada hari ini: “… tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, dimana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.” Yesus duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Daud juga menubuatkan kedudukan Yesus sebagai berikut: “…Demikianlah firman Tuhan kepada tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu.”

Jadi disini sangat jelas bahwa Daud menubuatkan Yesus akan duduk di sisi kanan Bapa. Daud dan penulis kitab Ibrani memberitahu kepada kita bahwa Yesus melakukan lebih daripada duduk di sisi kanan Bapa. Yesus sedang menunggu sampai semua musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya.

Siapa yang akan membuat musuh-musuh-Nya menjadi tumpuan kaki-Nya? Yesus sedang menunggu umat tebusan untuk menemukan kembali otoritas mereka dan untuk menunjukkan bahwa Setan adalah musuh yang telah dikalahkan. Karya Yesus adalah sempurna. Dia sedang menunggu musuh-musuh-Nya dibuat menjadi tumpuan kaki-Nya. Yesus telah melakukan segala sesuatu yang Dia harus lakukan, karya-Nya sempurna. Sekarang tanggungjawab ada pada kita.

Kita adalah tubuh-Nya di bumi ini. Kita adalah tangan-Nya dan kaki-Nya, kita adalah orang-orang yang berotoritas di dunia sekarang ini. Rasul Paulus menyampaikan suatu doa yang sangat penting dan berkuasa bagi semua orang kudus. Doanya mencakup posisi Yesus di sisi kanan Bapa, posisi kita dan tanggung jawab kita. Dalam Efesus 1:18-23, “dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya; betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di Sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.”

Jadi menurut Rasul Paulus kedudukan Yesus sebagai berikut:

Yesus dibangkitkan dari antara orang mati

Duduk di sisi kanan Bapa di Surga

Jauh lebih tinggi dari segala pemerintahan, penguasa, kerajaan dan kekuasaan

Di atas tiap-tiap nama yang dapat disebut

Segala sesuatu ada di bawah kaki-Nya

Ditetapkan menjadi kepala

Dengan karya Yesus di kayu salib dan oleh peristiwa-peristiwa yang mengikutinya, Setan telah dikalahkan. Setiap roh-roh jahat telah dikalahkan. Yesus mengalahkan mereka dan membawa mereka ke dalam kekosongan. Lukas memberi gambaran kepada kita dengan jelas tentang posisi setan. Dia harus terinjak-injak di bawah kaki kita. Kita juga dijanjikan, bahwa tidak ada sesuatupun yang akan melukai kita dengan cara apapun.

Dalam Lukas 10:19,”Sesungguhnya Aku teah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.”. Manusia telah diselamatkan, dibawa masuk, ditebus, diampuni dan dipulihkan secara sempurna ke dalam gambar Allah di bumi ini.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, kiranya kasih Allah memenuhi kita semua, dan tetap dukung dalam doa untuk PEMBANGUNAN GEREJA kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semua….Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA