ESTER AHN KIM

Jumat, 5 Oktober 2012

Bacaan : Mazmur 119:41-56

119:41. Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN, keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,

119:42 supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu.

 

119:43. Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku, sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.

119:44 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa, untuk seterusnya dan selamanya.

 

119:45. Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

119:46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja, dan aku tidak akan mendapat malu.

119:47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu.

119:48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai, dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

 

119:49. Ingatlah firman yang Kaukatakan kepada hamba-Mu, oleh karena Engkau telah membuat aku berharap.

119:50. Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.

119:51. Orang-orang yang kurang ajar sangat mencemoohkan aku, tetapi aku tidak menyimpang dari Taurat-Mu.

119:52. Aku ingat kepada hukum-hukum-Mu yang dari dahulu kala, ya TUHAN, maka terhiburlah aku.

 

119:53. Aku menjadi gusar terhadap orang-orang fasik, yang meninggalkan Taurat-Mu.

119:54. Ketetapan-ketetapan-Mu adalah nyanyian mazmur bagiku di rumah yang kudiami sebagai orang asing.

119:55. Pada waktu malam aku ingat kepada nama-Mu, ya TUHAN; aku hendak berpegang pada Taurat-Mu.

119:56 Inilah yang kuperoleh, bahwa aku memegang titah-titah-Mu.

 

ESTER AHN KIM

Jika Anda sudah tahu akan dijebloskan ke dalam penjara untuk waktu yang lama, apakah yang akan Anda lakukan? Sebagian orang mungkin ingin memaksimalkan waktu yang tersisa untuk menikmati hal-hal yang disenangi. Ester Ahn Kim, seorang kristiani di Korea, tahu bahwa ia pasti dipenjara karena ia menolak bersujud dalam kuil yang dibangun penjajah di negaranya. Menariknya, sebagai persiapan, ia melatih diri untuk menghafal lebih dari seratus pasal Alkitab, karena tahu ia tak akan diizinkan menyimpan Alkitabnya. Tuhan memakai kesiapannya untuk membawa banyak orang mengenal Juru Selamat dan mengalami hidup yang diubahkan selama ia hidup di balik terali besi

Persiapan Ester menunjukkan di mana hatinya berada. Ia tak mungkin bersusah payah menghafalkan isi Alkitab jika ia tidak menganggapnya cukup penting dan berharga. Ia tak ingin berpisah dengan Firman Tuhan. Kecintaan yang juga kita baca dari Mazmur 119. Pemazmur tak ingin berhenti memperkatakan Firman Tuhan, baik bagi dirinya sendiri (ayat 43-45), maupun bagi orang-orang di sekitarnya (ayat 42, 46). Firman Tuhan menjadi sumber pengharapan (ayat 50), sukacita (ayat 47), tuntunan (ayat 51), penghiburan (ayat 52), nyanyian (ayat 54), dan upahnya (ayat 56)

Kecintaan Ester dan pemazmur terhadap firman Tuhan membuat saya menginginkan keintiman yang lebih lagi dengan Tuhan. Dan jujur, disiplin yang lebih lagi. Bukan supaya dapat bermegah dengan banyaknya Firman Tuhan yang saya hafal, tetapi supaya saya makin peka mendengarkan suara Roh-Nya, dan hidup saya makin mengalirkan kasih-Nya. Adakah Anda juga memiliki kerinduan yang sama? –MEL

KETIKA FIRMAN TUHAN MELEKAT DALAM INGATAN,

MASALAH KITA HADAPI DENGAN PENUH KESIAPAN

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

SENSOR ANAK

Jumat, 23 Juli 2010

Bacaan : Mazmur 119:33-40

119:33. Perlihatkanlah kepadaku, ya TUHAN, petunjuk ketetapan-ketetapan-Mu, aku hendak memegangnya sampai saat terakhir.

119:34 Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.

119:35. Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.

119:36 Condongkanlah hatiku kepada peringatan-peringatan-Mu, dan jangan kepada laba.

119:37. Lalukanlah mataku dari pada melihat hal yang hampa, hidupkanlah aku dengan jalan-jalan yang Kautunjukkan!

119:38. Teguhkanlah pada hamba-Mu ini janji-Mu, yang berlaku bagi orang yang takut kepada-Mu.

119:39. Lalukanlah celaku yang menggetarkan aku, karena hukum-hukum-Mu adalah baik.

119:40. Sesungguhnya aku rindu kepada titah-titah-Mu, hidupkanlah aku dengan keadilan-Mu!


SENSOR ANAK

Sebagai bos perusahaan software terbesar di dunia, ternyata Bill Gates tidak membebaskan anak-anaknya menghabiskan waktu di depan komputer tanpa kenal batas. Gates dan istrinya, Melinda, sepakat membatasi putri mereka yang baru berusia sepuluh tahun, untuk bermain game komputer maksimal 45 menit setiap hari, dan enam puluh menit saja pada akhir pekan. Waktu lainnya di depan komputer semata adalah untuk mengerjakan tugas sekolah. Selain itu, dengan bantuan perangkat lunak khusus, Gates tetap mengawasi situs apa saja yang dijelajahi si anak via internet setiap hari.

Teknologi sangat cepat berubah. Dan anak-anak sekarang sangat mudah menerima dan menjadi akrab dengannya. Padahal, ia dapat menawan anak-anak kita sedemikian rupa, tanpa mudah kita kendalikan. Lalu bagaimana kita sebagai orangtua dapat “mengawalnya”? Satu hal yang penting ia miliki ialah kesukaan akan firman Allah (ayat 35). Agar firman itu menjadi standar kelakuannya, pilihannya, keputusannya. Firman itu akan memberinya hikmat. Firman itu akan mengajar dan memperingatkannya, ketika ia hendak terbujuk untuk berjalan menyimpang (ayat 36, 37). Firman itu menolongnya menyensor segala sesuatu yang hendak masuk ke dalam pikiran dan dirinya (ayat 9).

Sebagai orangtua, kita perlu mengajak anak menyukai firman Tuhan sejak dini. Salah satunya dengan meneladankan kesetiaan membaca Alkitab. Kita tak tahu seperti apa kemajuan teknologi yang kelak dihadapi anak-anak kita. Namun hikmat Allah melalui firman-Nya dapat selalu menjawab setiap pergumulan anak-anak kita, walaupun kita tak di sisi mereka –AW

ANAK TAK PERLU DIHINDARKAN DARI MAJUNYA TEKNOLOGI

IA HANYA PERLU PERISAI FIRMAN TUHAN YANG MELINDUNGI

Sumber : www.sabda.org

BUKU PANDUAN

Senin, 28 Desember 2009

Bacaan : Mazmur 119:88-105

119:88. Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu, supaya aku berpegang pada peringatan yang Kauberikan.

119:89. Untuk selama-lamanya, ya TUHAN, firman-Mu tetap teguh di sorga.

119:90 Kesetiaan-Mu dari keturunan ke keturunan; Engkau menegakkan bumi, sehingga tetap ada.

119:91 Menurut hukum-hukum-Mu semuanya itu ada sekarang, sebab segala sesuatu melayani Engkau.

119:92. Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku.

119:93. Untuk selama-lamanya aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.

119:94. Aku kepunyaan-Mu, selamatkanlah aku, sebab aku mencari titah-titah-Mu.

119:95. Orang-orang fasik menantikan aku untuk membinasakan aku; tetapi aku hendak memperhatikan peringatan-peringatan-Mu.

119:96. Aku melihat batas-batas kesempurnaan, tetapi perintah-Mu luas sekali.

119:97. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.

119:98. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.

119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.

119:100 Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu.

119:101. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu.

119:102. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku.

119:103. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

119:104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.

BUKU PANDUAN

Belum lama saya membeli handphone baru. Saya merasa begitu kesulitan saat pertama kali memakainya karena tidak mengerti cara menggunakannya. Lalu saya membaca buku panduan penggunaannya. Dan terperangah mendapati begitu banyak fasilitas yang tersedia dan dapat dipergunakan. Namun, ada juga banyak larangan dan peringatan, demi keamanan saya dan orang-orang yang berkomunikasi dengan saya. Sayangnya, banyak orang tidak mematuhi peringatan itu, sehingga terjadi kecelakaan yang tak diinginkan. Ada juga yang enggan membaca buku panduan, sehingga tak maksimal memakai fitur yang ada.

Demikian juga Tuhan sudah memberi kita buku panduan hidup, yaitu firman Tuhan agar kita hidup dengan baik, sesuai maksud dan rencana-Nya mencipta kita. Namun, kita kerap kali malas membaca firman Tuhan, dan hidup semau kita seperti orang bebal. Karena itu jangan heran jika hidup kita terasa kacau dan tidak efektif. Bahkan, menjadi malapetaka bagi orang lain. Kita membaca bahwa pemazmur terus merenungkan firman Tuhan dalam hari-harinya. Itulah yang menjadikannya lebih bijak daripada musuh, pengajar, dan bahkan orangtua. Hidupnya pun tidak menyimpang dari hukum-hukum Tuhan. Firman Tuhan pula yang menjadi kekuatannya saat mengalami kesengsaraan. Firman Tuhan begitu penting baginya seperti pelita yang menerangi jalannya yang gelap (ayat 105).

Sebab Tuhan yang menciptakan kita, Dia pula yang paling tahu bagaimana kita harus menjalani hidup ini. Jika kita mau hidup maksimal seperti yang Tuhan inginkan, tak ada jalan lain kecuali setia merenungkan dan melakukan firman-Nya –VT

FIRMAN TUHAN ADALAH PETUNJUK MENJALANI HIDUP

MENGABAIKANNYA BERARTI MENYIA-NYIAKAN HIDUP

Sumber : www.sabda.org