TIDAK TAWAR HATI

Kamis, 29 April 2010

Bacaan : 2 Korintus 4:16-18

4:16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.

4:17 Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

4:18 Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

TIDAK TAWAR HATI

Ia baru berusia 21 tahun ketika memulai pelayanannya di sebuah gereja kecil di Illinois. Semangatnya menyala-nyala. Ia bahkan mengelola program khusus di radio, dan turut mendirikan Youth for Christ. Selanjutnya, ia mulai melakukan perjalanan mengabarkan Injil berkeliling ke seluruh Amerika dan Eropa. Tercatat dua miliar lebih orang telah mendengar khotbahnya, baik secara langsung, maupun melalui radio dan televisi.

Saat usianya memasuki 88 tahun, tubuhnya memang tidak sekuat dulu, tetapi semangatnya tetap berkobar. Bahkan, selama lima belas tahun terakhir ia harus berjuang melawan penyakit parkinsonnya. Belum pneumonia, cairan di otak, dan kanker prostat. Semua itu tidak menghalangi seorang Billy Graham untuk terus berkarya. Baginya, dalam keadaan apa pun, tidak ada kata kendor untuk melayani Tuhan.

Selalu ada saat tubuh jasmani kita semakin merosot; entah karena sakit yang mendera, ataupun karena usia yang beranjak tua. Kita tidak dapat mengelak. Dalam keadaan demikian yang bisa kita lakukan adalah menjaga agar tubuh batiniah kita tidak ikut-ikut merosot, yaitu dengan berpikir positif dan tetap berpengharapan di dalam Tuhan.

Dengan begitu, kita tidak kekurangan rasa syukur; tetap dapat menikmati hari-hari kita, serta tetap dapat berkarya bagi Tuhan dan sesama. Paulus juga mengalami kemerosotan fisik; karena penganiayaan yang dialaminya dan karena penyakit yang dideritanya. Namun, ia tidak tawar hati. “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa” (2 Korintus 4:8) –AYA

KEMEROSOTAN FISIK BUKAN ALASAN UNTUK TAWAR HATI

Sumber : www.sabda.org