MBAK SURYANTI

Kamis, 30 Juli 2009

Bacaan : Yesaya 55:8-9

55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.

55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

 

MBAK SURYANTI

Mbak Suryanti adalah anggota keluarga dari pelayanan Renungan Harian. Bagian keluarga yang divonis sakit berat sejak awal tahun 2009. Kanker ganas. Sudah stadium akhir. Terlambat diketahui, sehingga sudah menjalar ke mana-mana. Benar-benar mengganas, hingga minggu dan bulan yang dijalani, segera saja menghabiskan tubuhnya.

Awal April 2009, kami melawatnya. Wajah mengernyit menahan sakit, menyambut kami. Ya, menit demi menit, kanker itu memberi siksaan yang mendera begitu sakit. Seorang rekan bertanya kepada Mbak Suryanti, “Apakah dalam kondisi sakit ini, Ibu masih percaya bahwa Tuhan baik?” Agak terkejut tampaknya ia mendengar pertanyaan itu. Tetapi tegas jawabnya, “Ya.” Lalu ditanya lagi, “Andaikan Tuhan mengizinkan Ibu sakit setahun lagi, apakah Ibu masih percaya Tuhan itu baik?” Baca lebih lanjut

Kesaksian Sivora Abdul Rasid

Kesaksian Sivora Abdul Rasid 

Syalom!

Saya rindu membagikan kebaikan Tuhan dalam pergumulan kehiduppan saya. Beberapa waktu lalu saya mempunyai satu pergumulan di mana orang tua dan adik-adik saya yang ada di Tawao akan pindah ke Tarakan. Saya sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali dengan keluarga saya yang sudah cukup lama tidak bertemu, tapi untuk bisa datang ke Tarakan tentu saja memerlukan dana yang tidak sedikit.

 

Untuk itu saya terus bergumul dalam keuangan, saya yakin Tuhan akan selalu mencukupi semua kebutuhan saya. Dalam keadaan terjepit seperti itu kembali saya mempertaruhkan iman percaya saya kepada Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara yang mustahil menjadi tidak mustahil.

 

Kemudian saya berpikir saya harus bertindak karena iman saja tidak cukup kalau tidak ada perbuatan atau tindakan. Sambil terus bergumul saya mulai mengambil tindakan, saya pikir tidak ada salahnya saya mengambil les atau memberikan tambahan pelajaran di luar jam kerja saya di sekolah sebagai seorang guru, dengan harapan dari hasil les yang saya berikan bisa menambah dana untuk rencana kedatanga keluarga dari Tawao.

 

Namun sekali lagi saya terbentur di keuangan karena tidak banyak juga yang bisa membayar uang les tersebut, padahal les sudah berjalan beberapa bulan dan hasilnnya tidak semua bisa membayar karena kondisi perekonomian orang tua dari anak-anak yang saya leskan itu, tapi semuanya tidak mematahkan semangat saya dan harapan saya kepada Tuhan. Saya juga mengerti dengan keadaan mereka dan tidak memaksakan harus bayar.

 

Akan tetapi di satu sisi kedatangan orang tua sudah semakin dekat dan darimana saya mendapatkan tambahan dana. Saya terus berdoa, saya percaya Tuhan pasti buka jalan, dan memang Tuhan tidak pernah meninggalkan anakNya.

 

Beberapa hari kemudian saya dipanggil bendahara sekolah untuk menghadap, dan hasilnya setiap jerih payah saya tidak sia-sia karena walaupun beberapa anak tidak membayar uang les, tapi sekolah mengeluarkan kebijakan untuk menanggung semua uang les tersebut, puji Tuhan.

 

Bukan sampai di situ saja kebaikan Tuhan, saai itu juga saya dapat gaji ke-13 saya. Saya mengucap syukur, akhirnya sedikit demi sedikit Tuhan sudah mencukupkan kebutuhan saya. Haleluya, Tuhan baik, saat ini keluarga saya sudah berada di Tarakan.

 

Saya mengajak kita semua untuk memiliki iman yang kuat kepada Tuhan kita dan jangan lupa untuk bertindak. Satu ayat yang rindu saya bagikan dari Yakobus 2:26, “Sebab tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”

 

Tuhan Yesus memberkati

 

 

 

Sivora Abdul Rasid (Vora)