SABAR DAN TEKUN

Selasa, 26 Januari 2010

Bacaan : Yakobus 5:10,11

5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

SABAR DAN TEKUN

Awal 2009, Luiz Felipe Scolari dipecat sebagai pelatih Chelsea, padahal ia baru tujuh bulan melatih klub sepak bola asal London tersebut. Penyebabnya, Scolari dianggap gagal membawa Chelsea berprestasi. Terhadap pemecatannya itu, Alex Ferguson, pelatih Manchester United, salah satu kesebelasan saingan berat Chelsea berkomentar, “Ini adalah tanda waktu, tidak ada lagi kesabaran di dunia sekarang ini.” Ferguson berkata begitu bisa jadi karena berkaca pada pengalamannya sendiri, ia perlu waktu bertahun-tahun untuk menjadikan Manchester United sebagai kesebelasan tangguh. Tidak instan.

Begitulah, pada zaman yang semakin modern ini, nilai-nilai kesabaran dan ketekunan semakin jarang. Orang cenderung ingin serbacepat, serbasegera mendapat hasil. Ingin segera kaya, ingin segera naik jabatan, ingin segera terkenal, ingin segera menikah, ingin segera mendapat gelar kesarjanaan, ingin segera bebas dari masalah yang tengah membelit. Kalau hanya sampai di sini mungkin tidak terlalu jadi masalah. Yang celaka kalau kemudian jadi tergoda untuk mengambil jalan pintas, bahkan menghalalkan segala cara. Akibatnya bukan untung, malah buntung; bukan kegembiraan yang diraih, malah kesedihan yang didapat. Ibarat petani yang karena tidak sabar menunggu panen tiba, lalu menarik-narik tanamannya supaya segera berbuah. Akibatnya bukan buah yang diperoleh, melainkan tanamannya itu justru mati sia-sia.

Melalui bacaan Alkitab hari ini kita diingatkan kembali akan pentingnya sikap sabar dan tekun seperti yang telah dicontohkan para nabi pada masa lalu (ayat 10). Yakobus menyebut mereka sebagai orang-orang yang berbahagia –AYA

KESABARAN DAN KETEKUNAN

AKAN MEMBUAHKAN KEBAHAGIAAN

Sumber : www.sabda.org

Iklan

Tetap Bertekun

Rabu, 28 Januari 2009

Bacaan : Yakobus 5:7-11

5:7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

 

5:8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!

 

5:9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.

 

5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.

 

5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

 

Tetap Bertekun

agatha-christie

Agatha Christie adalah penulis cerita misteri terkenal di dunia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa lima buku pertama yang ia tulis gagal total. Tidak laku. Menghadapi kegagalan tersebut, Christie tidak putus asa. Ia bertekad untuk menulis lagi sambil belajar dari kegagalannya. Hasilnya? Buku keenamnya mendapat sambutan luar biasa. Sejak saat itu Christie sukses. Ia pun bertekad untuk terus menulis. Minimal satu buku dalam setahun. Ketekunannya tersebut mendorongnya menjadi penulis produktif. Ia berhasil menulis 66 cerita misteri, ditambah 6 novel, dan banyak cerita pendek.

Kerja keras yang kita lakukan biasanya tidak langsung memberi hasil seperti yang kita harapkan. Inilah nasihat Yakobus kepada umat Tuhan yang telah berusaha keras hidup kudus. Dengan melakukannya, mereka berharap Tuhan akan datang segera. Namun ternyata tidak. Mereka pun menjadi jemu dan patah semangat. Yakobus mengingatkan bahwa kerja keras kita harus dibarengi dengan ketekunan. Seorang petani, misalnya, tidak cukup hanya bekerja keras merawat tanamannya tiap hari. Ia harus sabar dan bertekun; menunggu sampai hujan turun dan musim panen tiba (ayat 7). Tanpa ketekunan, ia akan menjadi jemu bahkan berhenti bekerja sebelum panen tiba. Sudah keburu patah semangat melihat tanamannya tak kunjung berbuah.

Apakah Anda tengah berjuang mengatasi sifat buruk? Ataukah Anda tengah bekerja keras untuk mencapai target tertentu dalam pekerjaan? Jangan mundur jika hasilnya belum tampak seperti yang Anda harapkan. Bertekunlah sambil menantikan pertolongan Tuhan -JTI

BANYAK ORANG GAGAL BUKAN KARENA KURANG KEMAMPUAN

MELAINKAN KARENA KURANG KETEKUNAN

Sumber : http://www.sabda.org