SUKSESI KEPEMIMPINAN

Rabu, 8 Juli 2009

Bacaan : Ulangan 31:1-8

31:1. Kemudian pergilah Musa, lalu mengatakan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel.

31:2 Berkatalah ia kepada mereka: “Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.

31:3 TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.

31:4 Dan TUHAN akan melakukan terhadap mereka seperti yang dilakukan-Nya terhadap Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya itu, dan terhadap negeri mereka.

31:5 TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan haruslah kamu melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu.

31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”

31:7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.

31:8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”

 

SUKSESI KEPEMIMPINAN

Sejarah mencatat bahwa acap kali seorang pemimpin yang hebat gagal menutup masa kepemimpinannya dengan baik karena gagal melakukan suksesi. Hal ini bisa terjadi karena ia tidak mempersiapkan penerusnya dengan baik atau malah lupa bahwa suatu hari kepemimpinannya pasti akan berakhir. Akibatnya, setelah ia pensiun atau meninggal, karyanya seakan-akan menguap begitu saja karena penerusnya tidak mampu meneruskan.

Musa memastikan kepemimpinannya tidak berakhir demikian. Menjelang akhir hidupnya, ia mengumpulkan seluruh orang Israel dan menyerahkan tugas kepemimpinannya kepada Yosua di hadapan mereka. Hal ini membuat legitimasi kepemimpinan Yosua jelas. Selain itu, Musa memberi nasihat kepemimpinan kepada Yosua, yaitu untuk tetap beriman kepada Tuhan yang selama ini juga telah membimbing Musa.

Yosua adalah seseorang yang selama ini telah menjadi abdi Musa (Keluaran 24:13). Melalui tugas itu, ia belajar segala hal yang perlu diketahui oleh seorang pemimpin Israel. Sehingga ketika Musa mengangkatnya menjadi pemimpin Israel, ia sudah siap.

Jika saat ini kita sedang menjadi pemimpin, baik itu di gereja, organisasi, tempat kerja, masyarakat, atau apa pun, kita harus ingat bahwa suatu hari kepemimpinan ini harus diserahkan kepada generasi penerus. Karena itu, adalah penting untuk mempersiapkan mereka; baik melalui pelatihan dan kesempatan maupun nasihat-nasihat. Supaya ketika saatnya tiba, mereka siap. Selain itu, kita perlu memastikan bahwa ketika suksesi itu terjadi, legitimasi (keabsahan) penerus kita jelas, supaya kelak ia tidak perlu menghadapi masalah di seputar hal itu -ALS

ADALAH TUGAS SEORANG PEMIMPIN

UNTUK MEMPERSIAPKAN PENERUS PERJUANGANNYA

Sumber : www.sabda.org

Iklan

ARUNG JERAM

Rabu, 1 Juli 2009

Bacaan : 1Tawarikh 28:9-20

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

28:10 Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”

 

28:11. Lalu Daud menyerahkan kepada Salomo, anaknya, rencana bangunan dari balai Bait Suci dan ruangan-ruangannya, dari perbendaharaannya, kamar-kamar atas dan kamar-kamar dalamnya, serta dari ruangan untuk tutup pendamaian.

28:12 Selanjutnya rencana dari segala yang dipikirkannya mengenai pelataran rumah TUHAN, dan bilik-bilik di sekelilingnya, mengenai perbendaharaan-perbendaharaan rumah Allah dan perbendaharaan-perbendaharaan barang-barang kudus;

28:13 mengenai rombongan-rombongan para imam dan para orang Lewi dan mengenai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah TUHAN dan segala perkakas untuk ibadah di rumah TUHAN.

28:14 Juga ia memberikan emas seberat yang diperlukan untuk segala perkakas pada tiap-tiap ibadah; dan diberikannya perak seberat yang diperlukan untuk segala perkakas perak pada tiap-tiap ibadah,

28:15 yakni sejumlah emas untuk kandil-kandil emas dan lampu-lampunya yang dari emas, seberat yang diperlukan tiap-tiap kandil dan lampu-lampunya, dan perak untuk kandil perak seberat yang diperlukan perak untuk satu kandil dan lampu-lampunya, sesuai dengan pemakaian tiap-tiap kandil dalam ibadah.

28:16 Kemudian diberikannya sejumlah emas untuk meja-meja roti sajian, meja demi meja, dan perak untuk meja-meja dari perak;

28:17 selanjutnya emas murni untuk garpu-garpu, dan bokor-bokor penyiraman dan kendi-kendi, juga untuk piala-piala dari emas seberat yang diperlukan untuk tiap-tiap piala, dan perak untuk piala dari perak seberat yang diperlukan untuk tiap-tiap piala;

28:18 juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub, yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian TUHAN.

28:19 Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

 

ARUNG JERAM

Mulanya saya menikmati pengalaman pertama saya berarung jeram, sampai saya mendengar suara gemuruh jeram di depan saya. Tiba-tiba emosi saya dibanjiri dengan perasaan tak pasti, takut, sekaligus tak aman. Mengarungi jeram sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan! Lalu, tiba-tiba, semuanya kembali tenang. Pemandu yang duduk di bagian belakang rakit berhasil memandu kami dengan baik melalui jeram itu. Saya selamat — setidaknya sampai bertemu jeram berikutnya.

Transisi-transisi dalam hidup kita juga serupa dengan jeram-jeram sungai. Banyak transisi tak terelakkan saat kita beralih dari suatu masa kehidupan ke masa berikutnya — dari masa kuliah ke masa bekerja, dari masa lajang ke pernikahan, dari masa berkarier ke masa pensiun, dari pernikahan ke hidup menduda atau menjanda — semua ditandai dengan kebimbangan dan kegelisahan.

Salah satu perubahan yang paling berarti dan tercatat di Perjanjian Lama adalah ketika Salomo mengambil alih takhta dari Daud, ayahnya. Saya yakin Salomo berdebar-debar karena masa depannya seakan-akan penuh dengan ketidakpastian. Namun, apa nasihat ayahnya? “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; … sebab Tuhan Allah, Allahku, menyertai engkau” (1Tawarikh 28:20).

Anda akan mengalami masa-masa transisi dalam hidup Anda. Baca lebih lanjut