Doa Puasa Raya Hari Ke-30 Rabu, 24 Agustus 2011

KEBENARAN II : BAPTISAN !

MARKUS 1 : 4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun

dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan

mengampuni dosamu.”

Kebenaran II : tatkala saudara melangkah dengan iman, mulai dirimu

dibaptiskan, apapun penyakitmu, engkau akan sembuh dalam nama Yesus.

Ada orang yang percaya namun tidak baptis, percuma. Sejak engkau mengaku Yesus sebagai Tuhan Yesus dan Juruselamat, maka engkau dibaptis dan akan diberkati.

Banyak orang menganggap baptis : “tidaklah penting” pandangan seperti

ini adalah salah ! Kita harus memiliki langkah iman yang sesuai firman Tuhan

: dosa sudah diampuni, percaya – maka berilah diri kita dibaptiskan dalam

Nama Yesus !

Rasul-rasul dan semua gereja Tuhan sampai sekarang tetap melakukan

baptisan ini karena : PENTING & PERINTAH TUHAN. (Matius 28:19-20

; Kisah 22:16)

– Baptisan = adalah pernyataan iman & penggenapan firman. (Matius 3:15)

– Baptisan = kunci berkat untuk menerima kasih karuniaNya. (Kisah 9 :18)

KEBENARAN III : Rumah Roh Kudus.

I Korintus 6 : 19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait

Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari

Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Tubuh kita sudah dibeli dan lunas dibayar oleh darah Yesus dalam penebusan

dan pengampunan dosa. Jadi janganlah kita mempergunakan tubuh ini untuk “kegiatan” berbuat dosa. Berhentilah ! berhentilah berbuat dosa supaya tidak ada lagi masalah dalam hidup atau sakit penyakit !

Ada orang Kristen tapi digolongkan ke orang jahat, karena berbuat dosa

lagi, terpancing hawa nafsu , malas beribadah, bersih saja tapi tidak pernah

baca firman, kosong rumahnya, maka iblis datang masuk lebih banyak lagi dan lebih jahat lagi (Matius 12 : 43 – 45)

KESIMPULAN:

JAGALAH DIRIMU TETAP BERSIH TAPI JANGAN SAMPAI KOSONG !

BERHENTILAH BERBUAT DOSA & AKUILAH DOSA-DOSAMU

I Yohanes 5 : 18

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa;

tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat

menjamahnya.

MEMELIHARA MANUSIA ROHANI

I Petrus 1 : 3

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena

rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan

Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh

pengharapan.

Sudahkah kita mengalami kelahiran kembali ? Dan ketika kita mengalami

kelahiran kembali , kita diubahkan menjadi manusia rohani, yang artinya

hidup percaya pada Yesus, dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Istilah kelahiran kembali hanya ada ketika seseorang menjadi percaya dalam Nama Yesus, sehingga orang tersebut mendapatkan predikat sebagai Manusia Rohani.

Manusia alamiah dan manusia rohani ini tidak dapat dipisahkan karena

kita masih tinggal dalam dunia ini. Dan bagaimana memelihara manusia

rohani kita ? Jika manusia rohani kita kuat maka manusia jasmani kita akan

dipengaruhinya, maka milikilah hati yang sungguh untuk memelihara manusia

rohani kita , supaya kita mendapatkan mujijat-mujijat Tuhan.

MAKANAN & MINUMAN ROHANI

Yohanes 6 : 35

Kata Yesus kepada mereka: “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan

haus lagi.

– Manusia rohani harus mendapatkan makanan dan minuman yang rohani,

supaya manusia rohani tetap hidup. Bukan dengan makanan & minuman yang

hanya memuaskan keinginan duniawi saja.

– Apa yang dimaksud dengan makanan & minuman rohani ? Yaitu

Persekutuan yang Baik / Intim dengan Tuhan.

– Bagaimana seumpama kita tidak makan atau minum ? Kita akan menjadi

lemah bukan ? Demikian juga dengan manusia rohani kita jika tidak makan

ataupun minum. Manusia rohani harus menjadi kuat !

– Yohanes 7 : 37 – 39 ; Yohanes 4 : 34

MENDAPAT BAGIAN KERAJAAN SURGA

I Korintus 15 : 50 Saudara-saudara, inilah yang hendak kukatakan 


Iklan

MEMANUSIAKAN MANUSIA

Selasa, 15 Februari 2011

Bacaan : Lukas 10:25-37

25Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: “Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

26Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?”

27Jawab orang itu: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

28Kata Yesus kepadanya: “Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

29Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: “Dan siapakah sesamaku manusia?”

30Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

31Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

32Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. 33Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.

34Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. 35Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

36Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

37Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

MEMANUSIAKAN MANUSIA

Yerome, seorang sejarawan abad ke-5, menyebut jalan dari Yerusalem hingga Yerikho sebagai Jalan Merah atau Jalan Darah-untuk menunjukkan betapa berbahayanya jalan tersebut. Memang jalan itu adalah jalan paling ideal bagi para penyamun untuk beraksi. Selain jaraknya cukup jauh, sekitar 32 kilometer, jalan ini pun sempit, berbatu-batu, dan berkelok-kelok. Dan, gambaran jalan ini pulalah yang menjadi latar belakang cerita Tuhan Yesus tentang orang Samaria yang baik hati.

Akan tetapi, apa yang disampaikan oleh Tuhan Yesus ini bukan kisah yang sungguh-sungguh terjadi. Artinya, belum tentu semua orang Samaria memiliki kebaikan hati yang seperti ini. Atau, dengan kata lain, apabila ada orang Yahudi yang dalam kesulitan belum tentu orang Samaria mau menolongnya. Sebab, memang kedua bangsa ini sudah sekian lama bermusuhan. Jadi, yang sesungguhnya ingin disampaikan Tuhan Yesus adalah hal memanusiakan sesama. Tuhan Yesus ingin kita menghargai hidup setiap manusia, yang antara lain dapat kita lakukan dengan menunjukkan perbuatan baik. Dan, hal menghargai manusia tidak boleh dibatasi oleh jenis kelamin, tingkat ekonomi, tingkat sosial, kebangsaan, bahkan permusuhan.

Isu perendahan hak asasi manusia memang bukan hal baru lagi di dunia ini. Kita dapat melihat banyak manusia yang memperlakukan manusia lain tidak seperti manusia-menganiaya, menghina, bahkan membunuh. Karena itu, Yesus mengajarkan bahwa mengasihi sesama adalah seperti mengasihi dan melakukan hal baik kepada diri sendiri. Siapa yang akan kita jadikan objek kasih hari ini? –RY

PERBUATAN BAIK BAGI ORANG LAIN

ADALAH LANGKAH KECIL UNTUK MEMANUSIAKAN MANUSIA

Sumber : www.sabda.org

Perpuluhan

Shallom…Salam Miracle!

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, kali ini kita belajar tentang perpuluhan, ada beberapa di antara kita, khususnya mereka yang rindu mengetahui kebenaran Alkitab menanyakan seputar perpuluhan, terlebih materi FA terakhir membicarakan tentang pemberian yang terbaik (termasuk pengembalian perpuluhan), sehingga saya ingin menyampaikan melalui warta jemaat kali ini.

Kebenaran tentang perpuluhan seringkali diabaikan bahkan kurang dimengerti oleh sebagian jemaat Tuhan, maka perlu penjelasan-penjelasan dari Firman Allah sehingga menunjukkan pentingnya kebenaran perpuluhan ini dalam membawa jemaat kepada kedewasaan rohani. Apabila seorang anak Tuhan mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan, maka tentang perpuluhan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan atau dikerjakan, namun bagi seseorang yang meragukan bahkan tawar hati dan belum memiliki pengajaran tentang perpuluhan, maka untuk mengerjakannya akan menjadi sulit.

Ada beberapa pandangan yang mengatakan bahwa tidak perlu memberikan perpuluhan sebab Tuhan Yesus telah meniadakan hukum Taurat, karena perpuluhan tersebut bagian dari Taurat. Pendapat tersebut kurang benar sebab persepuluhan tidak berasal dari Taurat, melainkan berasal dari Perjanjian Anugrah yang diberikan kepada Abraham yang dilayani oleh Imam Besar Melkisedek, 430 tahun sebelum hukum Taurat (baca Galatia 3 dan Ibrani 7).

Kejadian 14:18-20 “Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang Imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: “Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu.” Lalu Abram memberikan kepadanya <span>sepersepuluh dari semuanya.” Dari sini sangat menarik untuk disimak, sebab sangat erat hubungannya antara perjamuan suci dengan persepuluhan. Perjanjian Abram dengan Imam Melkisedek yang menyatakan kebenaran persepuluhan adalah Perjanjian dan Imamat yang diteguhkan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru, sehingga persepuluhan adalah hal yang penting bagi kita semua.

Mengapa persepuluhan itu penting? Sebab…

  1. PERSEPULUHAN ADALAH MILIK ALLAH

Bilangan 18:24 “Sebab persembahan persepuluhan yang dipersembahkan orang Israel kepada Tuhan…” Kalau kita tidak memberikan persepuluhan dengan kata lain mengambil milik Tuhan. Maleakhi 3:8 “Bolehkah manusia menipu (dalam bahasa Inggris diartikan: MENCURI) Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata “Dengan bagaimana cara kami meipu Engkau? Mengenai PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN DAN PERSEMBAHAN KHUSUS.” Kalau kita mengasihi Tuhan Yesus, maka tidak mungkin kita menipu atau mencuri dari DIA.

  1. SUPAYA ADA MAKANAN DALAM RUMAH TUHAN

    Malekahi 3:10 “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu…” kata “MAKANAN DI RUMAHKU” mempunyai arti:

    a. Supaya ada makanan jasmani untuk para pekerja Tuhan/hamba Tuhan, sehingga hamba-hamba Tuhan lebih memfokuskan diri dalam menggali Firman Allah, berdoa, dan erat hubungannya dengan Allah, sehingga pesan-pesan dari Tuhan lebih peka dan tajam disampaikan kepada jemaat untuk membangunkan, memelihara, memperbaiki, bahkan menegor umat Tuhan, sehingga membawa Tuhan semakin berkenan kepada-Nya.

    b. Supaya ada makanan rohani untuk jemaat yang dilayani oleh hamba Tuhan.

  2. SUPAYA UMAT TUHAN DIBERKATI

    Maleakhi 3:10 … dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Bahkan setelah membawa persepuluhan dinyatakan dalam 2 Tawarikh 31:10 “…Sejak persembahan khusus mulai dibawa ke rumah Tuhan, kami telah makan sekenyang-kenyangnya, namun sisanya masih banyak. Sebab Tuhan telah memberkati umat-Nya…” Inilah janji Tuhan kepada kita semua, bahwa setiap orang yang setia dengan persepuluhan pasti diberkati, bandingkan dengan prinsip dalam Lukas 6:38 “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah keluar akan dicurahkan dan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu.” Jadi Tuhan tidak akan berhutang kepada seorangpun.

  3. SUPAYA GEREJA DAPAT DISEMPURNAKAN

    Ibrani 7 menyatakan bahwa member persepuluhan merupakan bagian peraturan Melkisedek yang membawa gereja umat Tuhan menuju kesempurnaan. Memberi persepuluhan juga akan memperkenan hati Allah (Amsal 3:9).

(…BERSAMBUNG…)

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

APAKAH YESUS EKSKLUSIF?

Jumat, 2 Oktober 2009

Bacaan : Yohanes 14:1-12

14:1. “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

 

14:4. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.”

14:5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”

14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

14:8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”

14:9 Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.

14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.

 

14:12. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

 

APAKAH YESUS EKSKLUSIF?

Suatu kali saya melihat Anne Graham Lotz, putri Billy Graham, dalam acara bincang-bincang yang populer di televisi. Si pewawancara bertanya, “Apakah Anda termasuk orang yang percaya bahwa Yesus secara ekslusif menjadi satu-satunya jalan ke surga?” Ia menambahkan, “Anda tahu itu menyulut kemarahan orang akhir-akhir ini!” Tanpa berkedip, Anne menjawab, “Yesus tidak eksklusif. Dia mati supaya semua orang bisa datang kepada-Nya untuk menerima keselamatan.”

Sungguh jawaban yang luar biasa! Kekristenan bukan klub eksklusif yang terbatas bagi sekelompok orang elit yang memenuhi syarat tertentu. Semua orang disambut, tanpa membedakan warna kulit, kelompok sosial, atau jabatan.

Betapa pun indahnya kebenaran ini, pernyataan Yesus dalam Yohanes 14:6 yang berbunyi bahwa Dialah satu-satunya jalan kepada Allah, masih membuat orang tersinggung. Namun, Yesus memang adalah satu-satunya jalan dan pilihan. Kita semua bersalah di hadapan Allah. Kita adalah pendosa dan tak dapat menolong diri kita sendiri. Permasalahan dosa kita harus diselesaikan. Yesus, sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia, mati untuk membayar hukuman dosa kita, kemudian bangkit dari antara orang mati. Tak ada pemimpin agama lain yang menawarkan apa yang telah Yesus sediakan dalam kemenangan-Nya atas dosa dan maut.

Injil Kristus menyinggung sebagian orang, tetapi itulah kebenaran yang indah, bahwa Allah sangat mengasihi kita, sehingga Dia bersedia datang dan menyelesaikan masalah terbesar kita, yaitu dosa. Dan, selama dosa masih menjadi masalah, dunia masih membutuhkan Yesus! –JMS

TERIMALAH KABAR BAIK INI:
YESUS ADALAH JURU SELAMAT YANG TIDAK EKSKLUSIF

Sumber : www.sabda.org

UPS, MATI LAMPU!

Selasa, 22 September 2009

Bacaan : Matius 5:14-16

5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

 

UPS, MATI LAMPU!

Kita sangat memerlukan penerangan. Lilin dan lampu senter. Kedua benda ini laris manis terjual saat listrik padam di sore atau malam hari. Menyusuri sudut-sudut rumah sendiri pun menjadi hal yang sulit saat tiada cahaya. Aktivitas sehari-hari berjalan lebih lamban. Mata bekerja lebih keras dalam gelap. Keindahan pun tak tampak lagi. Wow, alangkah penting penerangan itu!

Tuhan Yesus mengingatkan bahwa kita adalah terang dunia. Dunia kita memerlukan terang! Setiap hari, dunia ini bertambah “gelap” dengan berbagai dosa; ego manusia menguat hingga menomorduakan Tuhan; nafsu keserakahan merajalela dengan menghalalkan segala cara; kebenaran dapat diputarbalikkan dengan cepat. Dalam keadaan seperti itu, Tuhan mengutus kita sebagai pembawa terang yang mengingatkan dunia akan kasih, kebenaran, dan keadilan. Tugas ini tidak mudah. Namun, kita harus menyadari bahwa bukan kita sendiri yang melakukannya, sebab terang yang kita bawa itu berasal dari Tuhan! Kita adalah pembawa terang Kristus.

Terang, membuat kita bekerja dengan lebih baik dan melangkah dengan lebih berani. Ia juga menghadirkan kehangatan, mengusir kebekuan. Saat ini, apakah Anda sudah menjadi pembawa terang bagi sekeliling Anda? Saat orang lain berlaku curang dan jahat, tetaplah berlaku adil dan baik. Saat ada kebekuan semangat, hadirlah sebagai terang yang menghangatkan. Saat ada orang lain meminta pertimbangan, berilah pendapat yang terbaik dengan dasar kebenaran. Dan, saat terang pada diri Anda mulai meredup, datanglah kepada-Nya, Sang Terang dunia yang sejati -HA

TERANG ITU HARUS TAMPAK DI TENGAH KEGELAPAN

DAN TIDAK BOLEH MENJADI SERUPA DENGAN GELAP

Sumber : www.sabda.org

JANGAN IKUTI SAYA

Rabu, 26 Agustus 2009

Bacaan : 1Korintus 4:11-17

4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,

4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;

4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.

 

4:14. Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.

4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

 

4:17. Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.

 

JANGAN IKUTI SAYA

Sebuah gambar tempel di kaca belakang sebuah mobil bertuliskan, “Don’t follow me, follow Jesus!” Jika diterjemahkan, kalimat itu berarti, “Jangan ikuti saya, ikutilah Yesus!” Gambar tempel ini memang dibuat sekadar untuk mengingatkan pengemudi agar jangan mengekori mobil di depannya, tetapi secara konotatif, kalimat tersebut bisa mengandung makna yang dalam. Yakni bahwa memang berbahaya untuk mengikuti secara membuta seorang manusia biasa yang tidak sempurna.

Sayangnya kalimat ini kadang disalahgunakan oleh para pemimpin kristiani ketika keteladanan hidup mereka kurang baik. Mereka beralasan bahwa tidak seharusnya jemaat meneladani manusia biasa yang penuh kekurangan seperti dirinya, Tuhan Yesuslah yang seharusnya mereka teladani.

Sikap ini bertentangan dengan sikap Paulus sebagai pemimpin gereja Korintus (ayat 14,15). Paulus sadar benar bahwa ia bertanggung jawab memberi teladan baik bagi jemaatnya. Itu sebabnya ia berusaha keras menjaga hidupnya (ayat 11-13) dan dengan berani mengajak jemaat meneladani hidupnya sambil mengingatkan bahwa teladan yang utama adalah Tuhan Yesus (ayat 16,17).

Setiap pemimpin kristiani, apa pun kapasitasnya; baik sebagai pendeta, pengurus jemaat, pemimpin kelompok kecil, dan sebagainya, bertanggung jawab menjaga keteladanan hidupnya. Sebab mereka yang dipimpin pasti terpengaruh oleh apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Sebaliknya, sebagai yang dipimpin kita pun tak boleh mendewakan pemimpin. Mereka tetaplah manusia biasa yang penuh kelemahan. Teladani saja apa yang baik, sambil terus mengingat bahwa teladan utama adalah Tuhan Yesus sendiri -ALS

SEBAGAI PEMIMPIN, JADILAH TELADAN YANG BAIK

SEBAGAI PENGIKUT, TELADANILAH KEBAIKAN PEMIMPIN

Sumber : www.sabda.org

MALAIKAT PENOLONG

Kamis, 9 Juli 2009

Bacaan : Kisah 3:12-19

3:12. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

3:13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.

3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

 

MALAIKAT PENOLONG

Seorang mahasiswa sakit gigi. Dokter berkata gigi belakangnya harus dicabut lewat operasi bedah mulut. Gigi lainnya juga banyak yang berlubang. Perlu perawatan intensif, tetapi mahasiswa itu tidak punya cukup uang! Sang dokter kristiani memandangnya, lalu berkata: “Jangan khawatir. Kamu urusi saja semua kuliahmu, biarkan saya mengurusi gigimu. Nanti sesudah lulus dan bekerja, baru kamu bayar biaya perawatannya.” Sang mahasiswa terharu. Baginya, dokter itu adalah malaikat penolong. Seorang yang Tuhan kirim untuk menolongnya di masa sulit.

Petrus dan Yohanes adalah “malaikat penolong” bagi orang lumpuh yang duduk di depan Bait Allah. Tiap hari ia duduk dekat pintu Gerbang Indah, tetapi hidupnya tidak indah. Baca lebih lanjut