MENGUTAMAKAN PILIHAN TUHAN

Sabtu, 25 Agustus 2012

Bacaan : 1 Tawarikh 28:1-10

28:1. Daud mengumpulkan di Yerusalem segala pembesar Israel, yakni para kepala suku, para pemimpin rombongan orang-orang yang melayani raja, para kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus, serta para kepala harta benda dan ternak kepunyaan raja dan anak-anaknya; bersama-sama mereka juga para pegawai istana dan para perwira dan semua pahlawan yang gagah perkasa.

28:2 Lalu berdirilah raja Daud dan berkata: “Dengarlah, hai saudara-saudaraku dan bangsaku! Aku bermaksud hendak mendirikan rumah perhentian untuk tabut perjanjian TUHAN dan untuk tumpuan kaki Allah kita; juga aku telah membuat persediaan untuk mendirikannya.

28:3 Tetapi Allah telah berfirman kepadaku: Engkau tidak akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, sebab engkau ini seorang prajurit dan telah menumpahkan darah.

28:4 Namun TUHAN, Allah Israel, telah memilih aku dari antara segenap puakku untuk menjadi raja atas Israel selama-lamanya; sebab Ia telah memilih Yehuda menjadi pemimpin, dan puakku dari antara kaum Yehuda, dan dari antara anak-anak ayahku Ia berkenan kepadaku untuk mengangkat aku sebagai raja atas seluruh Israel.

28:5 Dan dari antara anak-anakku sekalian–sebab banyak anak telah dikaruniakan TUHAN kepadaku–Ia telah memilih anakku Salomo untuk duduk di atas takhta pemerintahan TUHAN atas Israel.

28:6 Ia telah berfirman kepadaku: Salomo, anakmu, dialah yang akan mendirikan rumah-Ku dan pelataran-Ku sebab Aku telah memilih dia menjadi anak-Ku dan Aku akan menjadi bapanya.

28:7 Dan Aku akan mengokohkan kerajaannya sampai selama-lamanya, jika ia bertekun melakukan segala perintah dan peraturan-Ku seperti sekarang ini.

28:8 Maka sekarang, di depan mata seluruh Israel, jemaah TUHAN, dan dengan didengar Allah kita, aku berkata kepadamu: Peliharalah dan tuntutlah segala perintah TUHAN, Allahmu, supaya kamu tetap menduduki negeri yang baik ini dan mewariskannya sampai selama-lamanya kepada anak-anakmu yang kemudian.

28:9 Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab TUHAN menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya.

28:10 Camkanlah sekarang, sebab TUHAN telah memilih engkau untuk mendirikan sebuah rumah menjadi tempat kudus. Kuatkanlah hatimu dan lakukanlah itu.”

MENGUTAMAKAN PILIHAN TUHAN

Seorang teman pernah menceritakan pergumulannya menjelang lulus kuliah. Ia sangat terbeban untuk mengajar anak-anak, tetapi orangtuanya mengharapkan ia meneruskan usaha keluarga. Jika menolak, ia akan dianggap anak tidak berbakti. Jika menuruti, ia merasa tidak sedang mengerjakan panggilan hidupnya. Apa yang harus ia lakukan? Cerita teman saya mungkin mewakili pergumulan banyak keluarga. Orangtua dan anak punya cita-cita berbeda. Mana yang harus diikuti?

Bagian Alkitab yang kita baca membuat saya kembali merenungkan masalah tersebut. Di depan banyak orang, Daud memberi amanat kepada Salomo untuk menjadi penerus kerajaan sekaligus membangun rumah Tuhan. Apakah ini wujud egoisme Daud untuk meraih cita-citanya yang belum kesampaian? Ayat 5-10 memberitahu kita bahwa Daud memilih Salomo bukan atas kehendaknya sendiri, tetapi karena mengenali pilihan Tuhan atas anaknya yang satu itu. Ia pun berupaya sebaik mungkin mendukung selagi ia hidup. Tak hanya memberi semangat dan nasihat, Daud menyiapkan rancangan, bahan, dan personil untuk menunjang tugas Salomo.

Alangkah indahnya jika anak-anak dan orangtua bersama mencari dan mengenali apa yang Tuhan ingin mereka kerjakan dalam hidup ini. Anggota keluarga saling mendukung, saling melengkapi. Bukan aktualisasi diri atau cita-cita masa lalu yang jadi fokus, melainkan tujuan Tuhan yang menciptakan tiap orang secara unik. Hari ini, pikirkanlah bagaimana Anda dan sesama anggota keluarga dapat mengenali tujuan Tuhan dalam hidup masing-masing, dan bagaimana Anda dapat saling menolong satu sama lain untuk mewujudkannya. –MEL

ADA PANGGILAN UNIK YANG TUHAN PERSIAPKAN BAGI SETIAP ANAK-NYA.

DIA MAU KITA TEMUKAN ITU DAN HIDUP DI DALAMNYA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

HIDUP BERIMAN

Selasa, 17 April 2012

Bacaan : Ibrani 11:30-40

11:30 Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya.

11:31 Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.

 

11:32. Dan apakah lagi yang harus aku sebut? Sebab aku akan kekurangan waktu, apabila aku hendak menceriterakan tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud dan Samuel dan para nabi,

11:33 yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa,

11:34 memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

11:35 Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik.

11:36 Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37 Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan.

11:38 Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

11:39 Dan mereka semua tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, sekalipun iman mereka telah memberikan kepada mereka suatu kesaksian yang baik.

11:40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; tanpa kita mereka tidak dapat sampai kepada kesempurnaan.

 

 

HIDUP BERIMAN

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata “beriman”? Bagi banyak orang, itu artinya memercayai Tuhan sanggup mengerjakan hal-hal yang luar biasa, seperti memberikan keturunan bagi Abraham yang sudah lanjut usia, membelah Laut Merah, atau meruntuhkan tembok Yerikho.

Namun, kitab Ibrani juga mencatat bahwa “beriman” termasuk memercayai Tuhan ketika Dia bekerja “di balik layar”. Misalnya dalam kasus Rahab yang tidak binasa karena sudah menolong para mata-mata, atau Daud yang mengalahkan kerajaan lain dengan tentaranya (ayat 31-34). Dari sisi manusia tak ada mukjizat yang mencolok, tetapi jelas ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Yang mengejutkan, ternyata “beriman” juga termasuk memercayai Tuhan ketika Dia mengizinkan penderitaan. Ada orang-orang yang disebut beriman ketika mereka dipenjara, dibunuh, hidup dalam kekurangan, dan sebagainya (ayat 36-37).

Hidup beriman tidak menjanjikan kita untuk selalu mengalami mukjizat dan keberhasilan. John Piper menyimpulkan, “Tuhan memiliki tujuan-tujuan-Nya sendiri yang tidak kita ketahui. Dan, iman berarti kita percaya bahwa tujuan-tujuan Tuhan itu baik …. Iman berarti mengasihi Tuhan lebih dari hidup, dari keluarga, dari pekerjaan, dari rencana pensiun, … dari impian membangun rumah, atau mengumpulkan uang. Iman berkata, ‘Baik Tuhan memelihara hidupku atau mengizinkan aku menderita, aku tetap mengasihi-Nya.'” Tuhanlah upah kita (ayat 6), yang menyediakan tempat tinggal kekal kita (ayat 10), harta yang kekal dan lebih berharga daripada segalanya (ayat 26). Apakah ini menggambarkan iman Anda? –ELS

MAKIN SULIT KEADAAN, MAKIN BESAR IMAN YANG DINYATAKAN,

BAHWA TUHAN ADALAH YANG PALING BERHARGA DAN MULIA DALAM KEHIDUPAN.

Dikutip : www.sabda.org