SELAMAT HIDUP BERMAKNA

Jumat, 1 Juni 2012

Bacaan : Kejadian 5:1-24

5:1. Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;

5:2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.

5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.

5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

5:6. Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.

5:7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.

5:9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.

5:10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.

5:12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.

5:13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.

5:15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.

5:16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.

5:18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.

5:19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.

5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.

5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

SELAMAT HIDUP BERMAKNA

“Selamat panjang umur”. Salam itu selalu kita katakan kepada rekan yang berulang tahun sebagai ucapan selamat sekaligus doa. Ya, panjang umur kerap kali dikaitkan dengan hidup yang bahagia. Bagaimana dengan orang yang pendek umur? Sungguhkah mereka tak bahagia sebab tak lagi bisa meneruskan hidup? Benarkah panjang umur merupakan jaminan hidup bahagia dan penuh arti?

Tokoh-tokoh yang disebutkan dalam bacaan Alkitab hari ini memiliki umur yang panjang: Adam 930 tahun (ayat 5); Set 912 tahun (ayat 8); Kenan 910 tahun (ayat 14); Yared 962 tahun (ayat 20); Henokh 365 tahun (ayat 23). Jika kita cermati, terdapat rumusan berulang dalam penulisan kalimat-kalimat tersebut. “X berumur Y tahun, lalu ia mati.” Keterangan “lalu ia mati” menunjukkan bahwa betapa pun panjang umur manusia bahkan hingga ratusan tahun manusia pasti mati. Namun, di antara skema yang berulang, terselip catatan menarik yang menyertai kehidupan Henokh. Umurnya lebih pendek dari yang lain, tetapi ia “hidup bergaul dengan Allah” (ayat 24). Alkitab versi Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkannya: “Henokh selalu hidup akrab dengan Allah”. Dikatakan, ia tidak mati, tetapi diangkat oleh Allah. “Pendek umur” bukan masalah baginya sebab ia telah hidup bagi Tuhan selama di dunia.

Panjang umur ialah berkat Tuhan; tak salah jika menginginkannya. Kita bisa melihat lebih banyak karya Tuhan dalam perjalanan hidup yang lebih panjang. Namun, bagaimana kita menjalaninya, itu jauh lebih penting. Mari memohon Tuhan menolong kita untuk menjalani hidup yang bermakna bersama-Nya sampai kita berjumpa dengan Dia di surga; tak hanya menjalani hidup di dunia untuk kemudian mati sia-sia. Selamat hidup bermakna. –DEW

BUKAN PANJANG UMUR YANG MEMBUAT HIDUP BERMAKNA,

MELAINKAN UNTUK APA DAN BERSAMA SIAPA KITA MENJALANINYA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

SENINYA SAKIT

Jumat, 11 Desember 2009

Bacaan : Yesaya 38:1-5, 9-20

38:1. Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”

38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

38:3 Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

38:4 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya:

38:5 “Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,

38:9. Karangan Hizkia, raja Yehuda, sesudah ia sakit dan sembuh dari penyakitnya:

38:10 Aku ini berkata: Dalam pertengahan umurku aku harus pergi, ke pintu gerbang dunia orang mati aku dipanggil untuk selebihnya dari hidupku.

38:11 Aku berkata: aku tidak akan melihat TUHAN lagi di negeri orang-orang yang hidup; aku tidak akan melihat seorangpun lagi di antara penduduk dunia.

38:12 Pondok kediamanku dibongkar dan dibuka seperti kemah gembala; seperti tukang tenun menggulung tenunannya aku mengakhiri hidupku; TUHAN memutus nyawaku dari benang hidup. Dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja,

38:13 aku berteriak minta tolong sampai pagi; seperti singa demikianlah TUHAN menghancurkan segala tulang-tulangku; dari siang sampai malam Engkau membiarkan aku begitu saja.

38:14 Seperti burung layang-layang demikianlah aku menciap-ciap, suaraku redup seperti suara merpati. Mataku habis menengadah ke atas, ya Tuhan, pemerasan terjadi kepadaku; jadilah jaminan bagiku!

38:15 Apakah yang akan kukatakan dan kuucapkan kepada TUHAN; bukankah Dia yang telah melakukannya? Aku sama sekali tidak dapat tidur karena pahit pedihnya perasaanku.

38:16 Ya Tuhan, karena inilah hatiku mengharapkan Engkau; tenangkanlah rohku, buatlah aku sehat, buatlah aku sembuh!

38:17 Sesungguhnya, penderitaan yang pahit menjadi keselamatan bagiku; Engkaulah yang mencegah jiwaku dari lobang kebinasaan. Sebab Engkau telah melemparkan segala dosaku jauh dari hadapan-Mu.

38:18 Sebab dunia orang mati tidak dapat mengucap syukur kepada-Mu, dan maut tidak dapat memuji-muji Engkau; orang-orang yang turun ke liang kubur tidak menanti-nanti akan kesetiaan-Mu.

38:19 Tetapi hanyalah orang yang hidup, dialah yang mengucap syukur kepada-Mu, seperti aku pada hari ini; seorang bapa memberitahukan kesetiaan-Mu kepada anak-anaknya.

38:20 TUHAN telah datang menyelamatkan aku! Kami hendak main kecapi, seumur hidup kami di rumah TUHAN.

SENINYA SAKIT

Sony Snow, seorang jurnalis, berjuang melawan kanker selama tiga tahun. Sebelum meninggal tahun 2008, ia menulis: “Sebagian penderita kanker sembuh, sebagian tidak. Menghadapi kefanaan dan keringkihan tubuh, cara Anda memandang hidup akan makin bijak. Anda bisa membedakan mana yang benar-benar penting, mana yang tidak. Anda lebih menghargai hal-hal kecil, menyadari pentingnya iman dan mengalami betapa besarnya kuasa kasih. Itulah karunia unik yang tidak dimiliki orang sehat. Itu seninya sakit. Menurutku ada hal yang jauh lebih parah daripada sakit, yaitu hidup sehat, tetapi hampa.”

Raja Hizkia pernah jatuh sakit. Tuhan memberinya vonis mati. Betapa terpukulnya Hizkia! Ia merasa harus pergi sebelum waktunya. Hatinya terasa pedih. Namun, pergumulan itu membuahkan hikmat. Ia mulai menyadari betapa fananya hidup dan betapa ringkih tubuhnya. Sekalipun ia adalah Raja yang berkuasa, di hadapan Tuhan, ia hanya seperti “burung layang-layang yang menciap-ciap” (ayat 14). Hizkia lantas menyadari keberdosaannya (ayat 17). Akhirnya, ia tahu bahwa yang terpenting dalam hidup adalah bersyukur kepada Tuhan dan memperkenalkan kebaikan Tuhan kepada anak-anaknya (ayat 19,20). Tidak seperti Tony Snow, Tuhan memberi Raja Hizkia tambahan umur. Ia disembuhkan dan pengalaman sakit itu memperkaya hidupnya.

Ada berkat khusus yang Tuhan berikan waktu kita sakit. Sungguh! Sakit itu ada seninya. Melaluinya kita bisa belajar banyak tentang hidup. Jika Anda sakit, jangan terlalu banyak mengeluh. Pakai kesempatan itu untuk berbenah diri –JTI

DI DALAM KESAKITAN

KITA MENEMUKAN SIAPA DIRI KITA DI HADAPAN TUHAN

Sumber : www.sabda.org

UMUR MANUSIA

Jumat, 12 Juni 2009

Bacaan : Kejadian 5

5:1. Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah;

5:2 laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama “Manusia” kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan.

5:3 Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya.

5:4 Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:5 Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.

 

5:6. Setelah Set hidup seratus lima tahun, ia memperanakkan Enos.

5:7 Dan Set masih hidup delapan ratus tujuh tahun, setelah ia memperanakkan Enos, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:8 Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati.

5:9 Setelah Enos hidup sembilan puluh tahun, ia memperanakkan Kenan.

5:10 Dan Enos masih hidup delapan ratus lima belas tahun, setelah ia memperanakkan Kenan, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:11 Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati.

5:12 Setelah Kenan hidup tujuh puluh tahun, ia memperanakkan Mahalaleel.

5:13 Dan Kenan masih hidup delapan ratus empat puluh tahun, setelah ia memperanakkan Mahalaleel, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:14 Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati.

5:15 Setelah Mahalaleel hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Yared.

5:16 Dan Mahalaleel masih hidup delapan ratus tiga puluh tahun, setelah ia memperanakkan Yared, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:17 Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati.

5:18 Setelah Yared hidup seratus enam puluh dua tahun, ia memperanakkan Henokh.

5:19 Dan Yared masih hidup delapan ratus tahun, setelah ia memperanakkan Henokh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:20 Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati.

 

5:21. Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah.

5:22 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:23 Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun.

5:24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.

 

5:25. Setelah Metusalah hidup seratus delapan puluh tujuh tahun, ia memperanakkan Lamekh.

5:26 Dan Metusalah masih hidup tujuh ratus delapan puluh dua tahun, setelah ia memperanakkan Lamekh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:27 Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati.

 

5:28. Setelah Lamekh hidup seratus delapan puluh dua tahun, ia memperanakkan seorang anak laki-laki,

5:29 dan memberi nama Nuh kepadanya, katanya: “Anak ini akan memberi kepada kita penghiburan dalam pekerjaan kita yang penuh susah payah di tanah yang telah terkutuk oleh TUHAN.”

5:30 Dan Lamekh masih hidup lima ratus sembilan puluh lima tahun, setelah ia memperanakkan Nuh, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan.

5:31 Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati.

5:32 Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet.

 

UMUR MANUSIA

Make a wish!” Kalimat inilah yang disarankan bagi orang-orang yang tengah meniup lilin ulang tahunnya. Macam-macam doa dan harapan pun dipanjatkan. Salah satu yang paling umum adalah meminta panjang umur. Untuk mencapainya, orang mencoba bermacam cara: diet, olahraga, mengolah stres, hidup seimbang, dan sebagainya. Namun, berapakah umur yang disebut panjang itu?

Mari cermati. Adam berumur 930 tahun. Set 912 tahun. Enos 905 tahun. Kenan 910 tahun. Mahalaleel 895 tahun. Yared 962 tahun. Henokh berumur 365 tahun ketika ia diangkat oleh Allah. Metusalah memegang rekor-umurnya 969 tahun. Lamekh berumur 777 tahun. Apakah yang hendak dikatakan Alkitab dengan menginformasikan daftar umur ini? Pasti ada maksudnya! Coba perhatikan rumusan kalimat yang terus berulang: “X berumur Y tahun, lalu ia mati.” Keterangan “lalu ia mati” menunjukkan bahwa betapa pun panjang umur manusia-hingga ratusan tahun, manusia pasti mati. Tidak ada manusia yang abadi. Baca lebih lanjut