KASIH TANPA BATAS

Sabtu, 12 Mei 2012

Bacaan : Hosea 11:1-11

11:1. Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

11:2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.

11:3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

11:5 Mereka harus kembali ke tanah Mesir, dan Asyur akan menjadi raja mereka, sebab mereka menolak untuk bertobat.

11:6 Pedang akan mengamuk di kota-kota mereka, akan memusnahkan palang-palang pintu mereka, dan akan memakan mereka di benteng-benteng mereka.

11:7 Umat-Ku betah dalam membelakangi Aku; mereka memanggil kepada Baal dan berhenti meninggikan nama-Ku.

 

11:8. Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

11:9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

11:10 Mereka akan mengikuti TUHAN, Ia akan mengaum seperti singa. Sungguh, Ia akan mengaum, maka anak-anak akan datang dengan gemetar dari barat,

11:11 seperti burung dengan gemetar datang dari Mesir, dan seperti merpati dari tanah Asyur, lalu Aku akan menempatkan mereka lagi di rumah-rumah mereka, demikianlah firman TUHAN.

 

KASIH TANPA BATAS

Kita tentu tidak asing dengan cerita rakyat Malin Kundang. Cerita tentang seorang anak yang melupakan kebaikan ibu yang telah membesarkannya. Setelah kaya, ia malu mengakui ibunya yang sudah tua dan miskin. Ibunya berusaha menyadarkan, tetapi ia tetap tidak mau mengakui. Akhirnya kesabaran sang ibu habis. Malin Kundang dikutuk menjadi batu. Kesabaran sang ibu, sebagai manusia, ada batasnya.

Hosea menggambarkan hati Allah yang penuh belas kasih dengan begitu indah. Meski begitu, kebaikan dan belas kasih-Nya kerap kali dilupakan umat Israel. Mereka lupa bahwa Tuhanlah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir, dan menolong sepanjang perjalanan menuju tanah perjanjian (ayat 1). Ironisnya, bukannya mensyukuri kemurahan dan pertolongan Tuhan, mereka malah menjauh dari Tuhan. Mereka berpaling menyembah ilah lain (ayat 2-4, 7). Sungguh bersyukur bahwa Tuhan bukan manusia Dia tak pernah habis kesabaran seperti ibu Malin Kundang. Dia memberi disiplin pada umat-Nya (ayat 5-6), namun tidak menghendaki umat-Nya “hangus” dan “binasa” (ayat 8-9). Tuhan adalah pribadi penuh belas kasihan yang menghendaki umat-Nya bertobat.

Membaca bagian firman Tuhan hari ini membawa kita kembali menyelami kebesaran kasih Tuhan, sekaligus menyadari betapa kita sangat layak dimurkai. Bukankah kita pun sering berpaling dari-Nya seperti bangsa Israel? Segala perbuatan-Nya dalam hidup kita terlupakan begitu saja. Bersyukur bahwa Tuhan bukan manusia yang terbatas dalam kasih. Mari mohon Tuhan menolong kita untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan. –YBP

KASIH IBU SEPANJANG JALAN. KASIH TUHAN TIDAK ADA BATASNYA.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

MALAIKAT PENOLONG

Kamis, 9 Juli 2009

Bacaan : Kisah 3:12-19

3:12. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: “Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?

3:13 Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan.

3:14 Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu.

3:15 Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi.

3:16 Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.

3:17 Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu.

3:18 Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita.

3:19 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan,

 

MALAIKAT PENOLONG

Seorang mahasiswa sakit gigi. Dokter berkata gigi belakangnya harus dicabut lewat operasi bedah mulut. Gigi lainnya juga banyak yang berlubang. Perlu perawatan intensif, tetapi mahasiswa itu tidak punya cukup uang! Sang dokter kristiani memandangnya, lalu berkata: “Jangan khawatir. Kamu urusi saja semua kuliahmu, biarkan saya mengurusi gigimu. Nanti sesudah lulus dan bekerja, baru kamu bayar biaya perawatannya.” Sang mahasiswa terharu. Baginya, dokter itu adalah malaikat penolong. Seorang yang Tuhan kirim untuk menolongnya di masa sulit.

Petrus dan Yohanes adalah “malaikat penolong” bagi orang lumpuh yang duduk di depan Bait Allah. Tiap hari ia duduk dekat pintu Gerbang Indah, tetapi hidupnya tidak indah. Baca lebih lanjut