MENDOAKAN KERINDUAN-NYA

Selasa, 23 Oktober 2012

Bacaan : Yehezkiel 36:33-38

36:33 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Pada hari Aku mentahirkan kamu dari segala kesalahanmu, Aku akan membuat kota-kota didiami lagi dan reruntuhan-reruntuhan akan dibangun kembali.

36:34 Tanah yang sudah lama tinggal tandus akan dikerjakan kembali, supaya jangan lagi tetap tandus di hadapan semua orang yang lintas dari padamu.

36:35 Sebaliknya mereka akan berkata: Tanah ini yang sudah lama tinggal tandus menjadi seperti taman Eden dan kota-kota yang sudah runtuh, sunyi sepi dan musnah, sekarang didiami dan menjadi kubu.

36:36 Dan bangsa-bangsa yang tertinggal, yang ada di sekitarmu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, yang membangun kembali yang sudah musnah dan menanami kembali yang sudah tandus. Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan akan membuatnya.

36:37 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Dalam hal ini juga Aku menginginkan, supaya kaum Israel meminta dari pada-Ku apa yang hendak Kulakukan bagi mereka, yaitu membuat mereka banyak seperti lautan manusia.

36:38 Seperti domba-domba persembahan kudus, dan seumpama domba-domba Yerusalem pada waktu-waktu perayaannya, begitulah kota-kota yang sudah runtuh penuh dengan lautan manusia. Dengan begitu mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

 

MENDOAKAN KERINDUAN-NYA

Menjelang akhir bulan Juli 2012, dunia dihebohkan oleh peristiwa berdarah di sebuah bioskop di Amerika. Tiga orang Indonesia ikut menjadi korban. Jaringan doa Hollywood mengirimkan pesan bagi segenap tubuh Kristus untuk berdoa:

“Tuhan terkasih, kami sangat berduka atas kejadian penembakan di Aurora, Colorado, saat pemutaran film The Dark Knight Rises. Kami mohon Tuhan menjamah para korban penembakan dan menyembuhkan mereka. Hiburkanlah segenap keluarga dan sahabat dari mereka yang meninggal dan terluka. Kami percaya Engkau bekerja dalam segala sesuatu, termasuk peristiwa ini, untuk mendatangkan kebaikan bagi semua yang terlibat. Engkau juga dapat menggantikan segala ketakutan dengan damai sejahtera dan kasih-Mu…. Kami berdoa untuk James Holmes, penembak berusia 24 tahun itu. Tuhan, kami tahu betapa besar pengaruh media, dan mohon Tuhan menolong agar masyarakat kami dapat berhikmat dalam memilih tontonan mereka. Kami berdoa agar film-film tidak akan lagi dipakai untuk memperluas pengaruh si jahat, tetapi akan digunakan sebagai sarana untuk membawa manusia mendekat pada-Mu, memberi inspirasi, menunjukkan hal-hal yang baik, indah, dan benar dalam dunia ini….”

Pernahkah kita merasa, untuk apa mendoakan hal-hal yang tidak berkaitan langsung dengan kita? Itu urusannya Tuhan dan orang-orang di sana. Alkitab memberitahu kita, seperti Tuhan ingin bangsa Israel “meminta” pembaruan yang sudah jelas akan dilakukan-Nya bagi negerinya serta bagi bangsa-bangsa lain, demikian juga Tuhan ingin kita terlibat dengan “kerinduan-kerinduan hati-Nya” digenapi dalam segala bidang kehidupan. –LAN

KERINDUAN TUHAN APA YANG MEWARNAI DOA KITA HARI INI?

ANDA BISA BERGABUNGs MENDOAKAN MEDIA-MEDIA YANG MEMENGARUHI DUNIA

BERSAMA JARINGAN DOA HOLLYWOOD DENGAN MENGUNJUNGI WEBSITE MEREKA:

HTTP://WWW.HOLLYWOODPRAYERNETWORK.ORG/

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

MENCONTOH KEPEMIMPINAN ALLAH

Minggu, 23 Oktober 2011

Bacaan : Yehezkiel 34:1-10 

34:1. Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku:

34:2 “Hai anak manusia, bernubuatlah melawan gembala-gembala Israel, bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, kepada gembala-gembala itu: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Celakalah gembala-gembala Israel, yang menggembalakan dirinya sendiri! Bukankah domba-domba yang seharusnya digembalakan oleh gembala-gembala itu?

34:3 Kamu menikmati susunya, dari bulunya kamu buat pakaian, yang gemuk kamu sembelih, tetapi domba-domba itu sendiri tidak kamu gembalakan.

34:4 Yang lemah tidak kamu kuatkan, yang sakit tidak kamu obati, yang luka tidak kamu balut, yang tersesat tidak kamu bawa pulang, yang hilang tidak kamu cari, melainkan kamu injak-injak mereka dengan kekerasan dan kekejaman.

34:5 Dengan demikian mereka berserak, oleh karena gembala tidak ada, dan mereka menjadi makanan bagi segala binatang di hutan. Domba-domba-Ku berserak

34:6 dan tersesat di semua gunung dan di semua bukit yang tinggi; ya, di seluruh tanah itu domba-domba-Ku berserak, tanpa seorangpun yang memperhatikan atau yang mencarinya.

34:7. Oleh sebab itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN:

34:8 Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, sesungguhnya oleh karena domba-domba-Ku menjadi mangsa dan menjadi makanan bagi segala binatang di hutan, lantaran yang menggembalakannya tidak ada, oleh sebab gembala-gembala-Ku tidak memperhatikan domba-domba-Ku, melainkan mereka itu menggembalakan dirinya sendiri, tetapi domba-domba-Ku tidak digembalakannya–

34:9 oleh karena itu, hai gembala-gembala, dengarlah firman TUHAN:

34:10 Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya.

MENCONTOH KEPEMIMPINAN ALLAH

David Mukuba Gitari ialah uskup agung Gereja Anglikan Kenya periode 1996-2005. Ia berani menyampaikan suara kenabian bagi pemerintahnya, meski itu membuat nyawanya terancam. Ia percaya para pemimpin Kenya harus mencontoh kepemimpinan Allah, gembala yang baik. Suatu kali, usai berkhotbah di depan banyak politisi, Gitari berpesan, “Pergilah ke parlemen dan jadilah gembala yang baik.”

Perkataan Gitari tentu didasarkan atas Alkitab. Alkitab kerap mengibaratkan Allah maupun pemerintah sebagai gembala (misalnya Mazmur 23 dan Yehezkiel 34-yang kita baca hari ini). Artinya, gambaran ideal pemerintah dalam Alkitab adalah seperti gembala yang baik; mengurus dan melindungi rakyat. Benar, pemerintah harus meniru cara-cara Allah menggembalakan umat-Nya.

Sayangnya, banyak pemerintah di dunia tidak berbuat demikian. Pada zaman Yehezkiel saja Allah harus murka kepada para pemimpin Israel yang malah “menggembalakan dirinya sendiri”. Mereka mengambil untung sebesar-besarnya dari rakyat, mengabaikan kesejahteraan rakyat (ayat 3-6). Maka, Allah tampil sebagai lawan mereka, sebab semua rakyat sesungguhnya adalah rakyat Allah (ayat 10).

Jika kita pejabat pemerintah, tinggi atau rendah, ingatlah bahwa kita diberi kehormatan untuk mencontoh kepemimpinan Allah. Jangan sia-siakan kehormatan ini. Jalankan kepemimpinan Anda secara bertanggung jawab. Jika kita rakyat biasa, ingatlah untuk mendoakan para pejabat. Sekiranya ada peluang, tak salah juga berseru kepada mereka, “Pergilah ke tempat kerja dan jadilah gembala yang baik” –SAT

PEMERINTAH YANG BIJAK

HARUSLAH MENCONTOH CARA TUHAN MEMERINTAH

Dikutip : www.sabda.org

Sungai Allah

Pesan Gembala 14 Agustus 2011

Edisi 190 Tahun 4

Shallom… Salam Miracle

Dalam Yehezkiel 47, Yehezkiel dibawa oleh seseorang yang berwajah tembaga ke luar Bait Allah, ke sebuah sungai yang mengalir dari sebelah selatan Bait Allah. Ini adalah sungai kemuliaan Allah yang keluar dari tahtaNya. Seseorang yang membawa Yehezkiel ke tepi sungai Allah tersebut mengukur 1000 hasta dari tepi dan pada setiap jarak 1000 hasta dia menyuruh Yehezkiel masuk ke dalam air sehingga Yehezkiel dapat mengetahui kedalaman sungai pada jarak tersebut. Ayat 3: sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki. Pada seribu hastta yang pertama, dalamnya sampai di pergelangan kaki. Penjelasan ayat ini adalah pada kedangkalan tersebut Saudara dapat berjalan-jalan dengan bebas. Saudara masih melihat dasar sungai sehingga mengetahui apakah dasarnya pasir atau batu karang. Dasar sungai tersebut masih menopang Saudara. Saudara dapat dengan cepat melalui air sebatas pergelangan kaki walau ada sedikit hambatan dari air. Ayat 4 : ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut.

Air setinggi lutut mulai dapat memperlambat kecepatan Saudara, tergantung pada kekuatan arus. Jika tidak bertahan maka arus akan membawa Saudara ke hilir. Air setinggi lutut akan memberikan pengaruh lebih banyak daripada air setinggi pergelangan kaki. Tetapi pada kedalaman tersebut masih mudah bagi kita untuk berdiri kembali, berbalik atau kembali ke tepi sungai. Masih di ayat 4; ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, searang sudah sampai di pinggang. Setinggi pinggang berarti separuh badan berada di dalam air dan separuh badan di luar air. Air setinggi itu memberikan pengaruh besar pada kecepatan dan arah Saudara. Air setinggi pinggang akan lebih mudah dilewati dengan berenang daripada berjalan.

Ayat 5-6 sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, dimana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga dapat berenang di suatu sungai yang tidak dapat disebrangi lagi. Lalu ia berkata kepadaku : “sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Sekarang air sudah berada di atas kepala Yehezkiel. Dia tidak dapat melihat dan menyentuh dasar sungai, atau tidak ditopang oleh dasar sungai. Yehezkiel digerakkan oleh arus yang kuat dan bergerak cepat. Seseorang yang demikian tidak mempunyai pengaruh terhadap sungai, tetapi sungailah yang mempunyai pengaruh kepada seseorang di dalamnya, jika melawan arus tersebut akan menjadi lelah, bahkan bisa tenggelam. Hal yang paling baik adalah menyerah pada sungai tersebut dan mengalir kemana sungai itu membawanya.

Jemaat yang dikasihi Tuhan, itulah sungai kehidupan yang membawa hidup kemanapun ia mengalir, jangan melawan Roh Kudus. Apabila Allah mengalir melalui Roh Kudus, maka kita tidak dapat menentangnya. Dia ingin memastikan bahwa Yehezkiel melihat dengan jelas dan mengetahui betapa hebat dan kuatnya sungai itu, demikian juga dengan kita, sehingga kita akan mengetahui betapa hebatnya Allah.

Tuhan Yesus memberkati.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Hujan Dari Allah

Pesan Gembala

8 Februari 2009

Edisi 61 Tahun 2

 

Hujan Dari Allah

Shallom…

Salam Miracle…

Jemaat yang dikasihi Tuhan, beberapa minggu yang telah kita lalui banyak terdengar terjadinya banjir hampir di seluruh Indonesia, hal ini tentunya berkaitan dengan tingginya curah hujan. Di Tarakan, akhir-akhir ini juga sering (hampir setiap hari) mengalami “hujan” yang terdapat dalam Alkitab:

1.    Hujan kedatangan Mesias

Hosea 6:3. “Marilah kita mengenal dan berusaha bersungguh-sungguh mengenal Tuhan; ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita, seperti hujan, seperti hujan akhir musim yang mengairi bumi”.

Fajar akan muncul jika setelah lewat malam hari, dan kita akan melihat fajar berupa:

·        Hujan awal, yaitu benih yang ditabur oleh murid-murid Yesus dan rasul-rasul pada waktu gereja mula-mula. Dasar-dasar pondasi kekristenan mulai dibangun.

·        Hujan akhir, sangat deras, akan terjadi kebangunan rohani yang besar. Semua pondasi kekristenan akan dikembangkan secara luar biasa.

 

2.    Hujan Pencurahan Roh Kudus

Yehezkiel 39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, kalau Aku mencurahkan Roh-Ku ke atas kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”

Wajah Allah berbicara tentang kemuliaan hadirat Allah bukan hanya aturan-aturan agamawi, dalam hal ini pujian dan penyembahan akan mewarnai hati setiap generasi. Ada masanya orang bertobat bukan lagi karena khotbah, tetapi pada saat memuji dan menyembah Tuhan.

 

3.    Hujan Berkat

Mazmur 84:6 Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.

Artinya adalah orang-orang percaya akan melintasi dan mengubah lembah baja menjadi berkat. Masalah,pergumulan dan tantangan Saudara akan diubah menjadi berkat bagi Saudara. Bahkan dalam Yehezkiel 34:26 mengatakan, “Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; ITU ADALAH HUJAN YANG MEMBAWA BERKAT.”

Saudara yang akan menjadi berkat bagi sekitar Saudara. Bukan karena shio, garis tangan, atau ramalan-ramalan paranormal, tetapi kehadiran orang-orang percaya di sekeliling mereka, itulah yang akan membawa hujan berkat.  

 

4.    Hujan Pengajaran

Ulangan 32:2,”Mudah-mudahan pengajaran-Ku menitik laksana hujan, perkataan-Ku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan”. Mengimbangi hujan kuasa dan hujan berkat, Tuhan akan membangkitkan pula rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya untuk menyampaikan pengajaran yang hidup dan benar. Untuk mengalahkan ajaran-ajaran dari guru-guru palsu dan nabi-nabi palsu.

 

5.    Hujan Kebenaran dan Keadilan

Hosea 10:12, “Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.  

Di tengah-tengah dunia yang cenderung menggunakan ketidakadilan atau ketidakbenaran, maka sebaliknya kita makin setia dalam menabur kebenaran dan keadilan. Maka Saudara akan menuai kasih setia, sehingga seisi rumah tangga Saudara akan disebut keluarga bahagia.

 

Marilah kita takut akan Tuhan yang memberi hujan pada waktunya dan yang menjamin kehidupan kita pada minggu-minggu yang tetap untuk panen.

 

Tuhan Yesus memberkati…amien

 

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA