GEREJA DAN OTORITAS

PESAN GEMBALA

16 MEI 2010

GEREJA DAN OTORITAS

Shallom…Salam miracle…

Jemaat Tuhan di Gereja Bethany yang diberkati, dalam Perjanjian Lama penyembahan selalu berpusat di Tabernakel, Bait Allah atau Sinagoge, tidak ada Gereja seperti yang sekarang ini. Ketika pertama kali Yesus menyebutkan Gereja, Dia juga menyingkapkan tiga hal yang merupakan ciri khasnya di atas fungsinya yang lain. Gereja didirikan oleh Yesus. Gereja harus menang menghadapi lawan dan menang terhadap pintu gerbang alam maut. Gereja memiliki kuasa untuk mengikat dan melepaskan.

Matius 16:13-18 mengatakan “Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”Jawab mereka:”Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang Sorga dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.” Petrus mengetahui dari pewahyuan Allah sendiri bahwa Yesus adalah Mesias, Sang Putera Allah. Inilah kebenaran dimana Gereja dibangun di atasnya.

Karateristik pertama dari Gereja adalah bahwa Yesus yang akan membangunnya. Gereja tidak dibangun oleh manusia, oleh tradisi ataupun program manusia.

Karakteristik kedua adalah bahwa pintu gerbang alam maut tidak akan menguasainya. Dalam The Amplified Bible kita mendapatkan bacaan seperti berikut: “Saya akan mendirikan Gerejaku dan pintu gerbang alam maut (kuasa neraka) tidak akan menguasainya, atau kuat menghadapi gangguan atau bertahan terhadapnya.” Dan Gereja mempunyai kuasa untuk mengikat dan melepaskan “kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga.” (Matius 16:19).

Ada 3 (tiga) hal yang menarik tentang Gereja dan sejak waktu pertama kali Yesus menyebutkan istilah itu:

  1. Gereja akan didirikan oleh Yesus berdasarkan pewahyuan dari Bapa, bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup.
  2. Pintu gerbang alam maut tidak akan dapat bertahan terhadap Gereja.
  3. Gereja akan diberikan kunci Kerajaan Sorga dan mempunyai kuasa untuk mengikat dan melepaskan.

Kita telah memperlihatkan bahwa kunci apat diibaratkan sebagai otoritas di bumi ini. Kunci-kunci yang dapat mengunci ataupun membuka pintu-pintu gerbang yang telah kita lihat merupakan pemerintahan atas kesatuan apapun, apakah itu manusia, keluarga, lembaga, kota, bangsa maupun negara. Inilah kunci otoritas yang Allah berikan kepada manusia pada saat Dia menciptakan pria dan wanita di dalam gambar-Nya. Dalam Kejadian 1:26, “berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap dibumi.”. Inilah kunci yang dimaksudkan Allah untuk digunakan untuk kebaikan di bumi ini, akan tetapi, ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka menyerahkan kunci itu kepada Setan yang telah datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Kunci otoritas di bawah kontrol Setan menjadi kuci dan alam maut… “Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut.” (Wahyu 1:8). Inilah kunci otoritas yang Yesus rebut dari Iblis setelah Dia membebaskan dosa-dosa kita sampai ke alam maut. Ketika Yesus datang mendobrak pintu gerbang alam maut dengan berkemenangan, Dia mengambil kunci otoritas ini dari setan. Setan tidak lagi mempunyai otoritas yang sah di muka bumi ini. Kunci ini adalah otoritas yang Yesus pulihkan bagi manusia sebagai ciptaan yang baru setelah kebangkitan-Nya dan kenaikan-Nya kepada Bapa di Surga. Sejak kunci ini dipulihkan bagi pemiliknya yang asli di bumi ini, kunci itu tidak lagi disalahgunakan sebagai kunci maut dan alam maut. Sekarang kunci itu dikenal sebagai kunci Kerajaan Sorga. “Kepadamu akan kuberikan kunci Kerajaan Sorga, Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di Sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di Sorga.” (Matius 16:19).

Dengan kunci ini kita bisa menegakkan kehendak Allah dan kerajaan Allah di atas bumi ini. Ini adalah kemenangan yang Yesus ajarkan kepada murid-murd-Nya untuk didoakan, dalam Matius 6:9-10 “Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di Sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di Sorga.” Sebagai tubuh Kristus, kita menggunakan kunci otoritas yang Allah berikan menurut kehendak-Nya, dan dengan demikian membangun kerajaan Allah di atas bumi ini.

Tuhan Yesus memberkati kita semua…Amien.

Gembala Sidang,

Pdt. Ir. Joko Susanto, MA

Iklan

MEMILIKI YESUS

Jumat, 16 April 2010

Bacaan : 1 Yohanes 5:1-12

5:1. Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga Dia yang lahir dari pada-Nya.

5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.

5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,

5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?

5:6. Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.

5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.

5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.

5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

5:10. Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.

5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.

5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

MEMILIKI YESUS

Ketika kecil, kita cenderung sangat posesif. Sulit bagi kita untuk berbagi. Kita terganggu kalau mainan kita dipinjam teman dalam waktu cukup lama, apalagi kalau sampai dibawa pulang. Bagi seorang anak, memiliki berarti menguasai dan memonopoli secara absolut.

Surat Yohanes menyatakan bahwa Allah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita, dan hidup itu berada di dalam Anak-Nya, Yesus Kristus. “Siapa yang memiliki Anak, ia memiliki hidup” (ayat 12). Apakah itu berarti, seperti pemaknaan anak kecil, kita menguasai dan memonopoli Yesus Kristus? Bukan! Yohanes justru ingin menekankan pentingnya umat percaya untuk hidup dalam respons yang tepat terhadap rahmat Allah (1 Yohanes 4:8, 11). Maksudnya, rahmat Allah perlu disambut oleh iman dan sikap hidup beriman dari pihak kita. Gayung pun bersambut, ketika kita merespons rahmat Allah yang mendatangi kita di dalam Yesus.

Tidak semua orang yang mengaku percaya terhitung sebagai mereka yang memiliki Yesus. Yesus bukan barang yang bisa kita kuasai dan kita monopoli. Memiliki Yesus berarti beriman di dalam dan hidup menurut teladan Yesus Kristus. Memiliki Yesus bukan hanya soal memiliki ajaran yang benar, melainkan soal menjalankan tindakan yang benar, sesuai dengan iman (ayat 2).

Anda mau membuktikan bahwa Anda memiliki Yesus? Bukan seperti anak kecil yang ingin menguasai dan memonopoli mainan miliknya, kita yang sungguh-sungguh memiliki Yesus malah tergerak untuk membagikan kasih Yesus kepada sesama melalui tindakan nyata. Dan kita tidak akan merasa berat menjalankan perintah-Nya –DKLKASIH

ALLAH TIDAK DAPAT DIMILIKI SECARA EKSKLUSIF

MELAINKAN MERENGKUH ORANG LAIN UNTUK TURUT MENGECAPNYA

Sumber : www.sabda.org