DISKUSI TANPA AKSI

Minggu, 20 Mei 2012

Bacaan : Roma 10:4-15

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,

10:7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

 

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

 

DISKUSI TANPA AKSI

Saya kerap mendengar orang kristiani yang berdiskusi tentang nasib orang-orang yang ada di tempat terpencil atau yang belum pernah mendengar karya Kristus. Namun, dari nada dan nuansanya, diskusi itu tidak muncul dari keprihatinan akan nasib mereka yang belum mendengar Injil. Diskusi lebih diwarnai keinginan untuk memuaskan otak dengan memperdebatkan hal-hal yang rumit di seputar topik ini.

Paulus menuliskan hal yang lebih penting untuk kita ketahui dan lakukan daripada sekadar memperdebatkannya. Ia menekankan bahwa siapa saja yang mengaku Yesus adalah Tuhan dan Juru Selamat akan diselamatkan (ayat 9-10). Namun, orang hanya bisa sampai pada pengakuan semacam ini kalau ia pernah mendengar Berita Injil (ayat 14). Ini menunjukkan betapa pentingnya seseorang yang menyampaikan kabar baik itu kepada mereka. Menjadi tugas setiap orang percaya untuk menjadi penyampai Kabar baik tersebut. Para pemberita Injil inilah yang lebih dibutuhkan daripada seorang pemenang debat yang tidak pernah berangkat menginjili. Gereja yang sehat haruslah lebih banyak mengutus pemberita Injil daripada menyelenggarakan seminar penginjilan.

Sungguhkah kita mencemaskan nasib mereka yang belum pernah mendengar Injil? Adakah kerinduan dalam diri kita, melihat banyak orang menjadi percaya dan mengaku Yesus itu Juru Selamat, serta hidup memuliakan-Nya? Diskusi tanpa aksi dan kecemasan semata bukanlah jalan keluar. Energi yang dipakai untuk berdebat panjang tentang nasib orang di kekekalan akan lebih berguna jika dipakai untuk mendoakan, merancang strategi menyampaikan kabar baik, dan menjalankannya sepenuh hati. –PBS

KALAU KITA MULAI BERGERAK HARI INI,

KEMUNGKINAN ADA ORANG YANG AKAN DISELAMATKAN BESOK PAGI.

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

MISIONARIS DOMESTIK

Rabu, 3 November 2010

Bacaan : Roma 10:8-14

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

 

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

MISIONARIS DOMESTIK

Penduduk Indonesia saat ini sudah melewati angka 230 juta jiwa. Seiring dengan itu, jumlah misionaris yang melayani di Indonesia juga bertambah. Mengapa? Sebab hati mereka gelisah melihat begitu banyaknya jiwa di Indonesia belum mendengar kabar baik tentang Kristus-yang menyelamatkan manusia yang tak berdaya menyelamatkan dirinya sendiri. Saking besarnya keinginan mereka untuk menyampaikan Injil, para misionaris rela bersusah-susah belajar bahasa Indonesia, memahami dan beradaptasi dengan budaya dan tradisi yang kental, bahkan harus hidup bersama suku-suku tertentu dalam waktu yang tidak singkat. Satu tujuan besar yang melandasi tekad mereka: agar semua mendengar Injil.

Ayat-ayat di bacaan kita mengingatkan bahwa Allah kita adalah Tuhan bagi semua orang yang mau berseru kepada-Nya (ayat 12). Bahwa setiap orang yang berseru kepada-Nya akan diselamatkan. Namun agar orang selamat, maka ia harus mendengar (ayat 14). Dan tak ada suara dari langit yang akan diperdengarkan, melainkan dari mulut-mulut orang percaya yang telah lebih dulu diselamatkan, seperti para misionaris itu, dan kita.

Sebagai orang Indonesia, kita tentu sudah sangat fasih memakai bahasa kita sendiri, serta sudah sangat paham adat dan budaya yang berlaku di daerah kita tinggal. Singkatnya, kita memiliki modal yang jauh lebih banyak dibandingkan para misionaris yang memberi diri itu. Akan tetapi, sudahkah kita menyampaikan kabar tentang Kristus pada orang-orang di sekitar kita tinggal? Sudahkah mereka mendengarnya dari kita? Tuhan menolong setiap hamba yang mau bekerja bagi-Nya –AW

KITA TURUT BERTANGGUNG JAWAB

ATAS KESELAMATAN MEREKA

KHUSUSNYA YANG BERBAHASA SAMA DENGAN KITA

Sumber : www.sabda.org

JANGAN SIMPAN

Rabu, 7 April 2010

Bacaan : Roma 10:8-17

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

10:14 Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

10:15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

10:16 Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

JANGAN SIMPAN

John Geddie, misionaris dari Kanada, memberi diri untuk memberitakan Injil di Kepulauan Vanuatu, Samudra Pasifik bagian selatan. Sejak ia datang, hanya satu hal yang dilakukannya setiap hari: berbagi tentang Kristus yang telah mati dan bangkit kepada orang-orang Vanuatu yang belum pernah mendengarnya! Perjuangannya berpuluh-puluh tahun di sana berbuah nyata. Geddie yang mempelajari bahasa mereka dari nol, akhirnya berhasil menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Vanuatu. Dengan itu, ia telah membawa ribuan orang untuk mengenal, percaya, serta mengikut Kristus.

Geddie setia melayani di pulau itu hingga akhir hayatnya. Saat ia meninggal, orang-orang memasang plakat peringatan bagi Geddie di gereja mereka, yang bertuliskan: “Ketika Geddie datang dan mendarat pada tahun 1848, di sini tidak ada orang kristiani. Ketika ia berpulang pada tahun 1872, di sini tak ada lagi orang yang tidak mengenal Kristus”.

Percaya bahwa Kristus menyelamatkan kita lewat pengurbanan-Nya, adalah langkah penting yang pertama (ayat 9). Lalu, bila jiwa kita sudah diselamatkan, pantaskah kita berdiam diri? Paulus dan Geddie telah merasakan anugerah yang tak terukur melimpahi dan memperbarui hidup mereka. Itu sebabnya dengan yakin mereka mengambil langkah kedua: menceritakan kebangkitan Kristus kepada mereka yang belum mendengar tentang Kristus (ayat 14,15), agar mereka menemukan pengharapan bagi jiwa. Setiap hari, pasti ada seseorang yang perlu mendengar kabar baik tentang Kristus. Yesus telah mati untuk semua orang (ayat 12). Adakah kita hendak menyimpannya untuk diri sendiri? -AW

ADA BANYAK KESEMPATAN UNTUK BERTEMU SESEORANG HARI INI
BERAPA BANYAK YANG KITA PAKAI UNTUK BERCERITA TENTANG YESUS?

Sumber : www.sabda.org

TIADA ALASAN

Senin, 5 Oktober 2009

Bacaan : Roma 10:1-13

10:1. Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.

10:2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.

10:3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.

10:4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

10:5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: “Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya.”

10:6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: “Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?”, yaitu: untuk membawa Yesus turun,

10:7 atau: “Siapakah akan turun ke jurang maut?”, yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: “Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” Itulah firman iman, yang kami beritakan.

10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

10:11 Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

10:12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

TIADA ALASAN

Orang memiliki berbagai alasan menolak Injil. Salah satu alasan umum adalah menyalahkan orang kristiani atas sesuatu yang mereka lakukan atau tidak lakukan. Mereka berkata, “Saya mengenal seorang kristiani yang tidak memperlakukan saya dengan baik.” Atau, “Saya ke gereja, tetapi tak ada yang menyapa saya.”

Memang, orang-orang kristiani tidak sempurna, dan banyak orang kristiani yang tak dapat menjadi teladan yang baik. Namun, menyalahkan orang lain tidak akan menghapus pertanggungjawaban seseorang terhadap Allah.

Kebenaran Injil tidak tergantung pada cara orang lain menjalani hidup iman mereka. Keselamatan menyangkut Yesus itu sendiri. Roma 10:9 mengatakan, “Jika engkau mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka engkau akan diselamatkan.”

Sebagian orang mungkin menggunakan orang kristiani sebagai alasan menolak Injil. Namun, tentu mereka tak dapat menyalahkan Yesus. Dia tidak berdosa dan sempurna dalam segala hal. Pilatus berkata tentang Dia, “Dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya” (Lukas 23:14). Dan, Yesus melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan orang lain; Dia mati di kayu salib untuk menyelamatkan semua orang yang percaya kepada-Nya. Karena itu, tak seorang pun dapat berkata, “Saya tak akan menjadi orang kristiani karena saya tidak menyukai tindakan Yesus.”

Jangan sampai kesalahan orang lain mengalihkan perhatian kita. Pandanglah Yesus. Hanya Dia satu-satunya jalan ke surga –JDB

TIDAK ADA ALASAN UNTUK BERKATA “TIDAK”
KEPADA KRISTUS

Sumber : www.sabda.org