SIAPA YANG TERPENTING?

Minggu, 24 Februari 2013

Bacaan: 1 Korintus 12:14-26

12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

12:15 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:16 Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

12:24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

SIAPA YANG TERPENTING?

Suatu kali, tangan dan mulut iri hati terhadap perut. Mereka berpikir, perut tidak berbuat apa-apa selain hanya menerima apa yang dikerjakan oleh tangan dan dikunyah oleh mulut. Kedua organ tubuh ini pun memutuskan untuk berhenti makan. Mereka ingin menghukum perut! Setelah dua hari makanan tidak masuk ke dalam perut, tubuh menjadi lemas dan tidak berdaya, tangan pun menjadi berat untuk digerakkan, mulut pun enggan untuk berkata-kata. Tangan dan mulut tobat, mereka mengerti bahwa ternyata perut sangat berguna. Mogok makan pun dihentikan.

Tentu tidak bijaksana jika kita memperbandingkan nilai penting anggota-anggota tubuh kita. Masing-masing anggota memiliki kekhasan, keunikan, dan fungsi yang khusus. Tak ada satu pun anggota tubuh bisa berdiri sendiri, semuanya saling membutuhkan. Dapatkah Anda membayangkan satu tubuh yang hanya terdiri dari mata semuanya? Bagaimana bentuk dan untuk apa tubuh seperti itu? Tubuh yang tidak memiliki mata juga tidak sempurna.

Kita adalah anggota tubuh Kristus, masing-masing memiliki peran dan fungsi yang khusus. Perbedaan fungsi di antara kita ini bukan merupakan alasan untuk menonjolkan diri lebih dari yang lain. Sebaliknya, perbedaan itu menunjukkan bahwa kita tidak dapat mengerjakan segala sesuatu seorang diri. Kita memerlukan anggota lain untuk memperlengkapi dan mendukung kita. Keunggulan mereka menunjang kekurangan kita, dan sebaliknya. Karena itu, sudah sepatutnya kita saling menghormati dan bekerja sama sebagai satu tubuh. –TS

TUBUH KRISTUS BERTUMBUH DENGAN SEHAT SAAT SETIAP ANGGOTA

 TIDAK SALING MENONJOLKAN DIRI, TETAPI SALING MENGHORMATI

Dikutip : www.sabda.org

Iklan

MEMBERI PERHATIAN

Senin, 22 Oktober 2012

Bacaan : 1 Korintus 12:12-31

12:12. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

12:15 Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:16 Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

12:17 Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

12:18 Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

12:19 Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

12:20 Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

12:21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

12:22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

12:23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

12:24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

12:25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

12:26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

 

12:27. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

 

MEMBERI PERHATIAN

Apa yang dapat dilakukan oleh seorang penderita gangguan jiwa? Mungkin banyak yang mengabaikan mereka, karena dianggap tidak berguna. Namun tahukah Anda bahwa William Cowper, pencipta lagu himne terkenal, There Is A Fountain Filled With Blood (Kidung Jemaat No. 35: Tercurah Darah Tuhanku), adalah seorang yang pernah menderita depresi berat? Berkali-kali ia mencoba bunuh diri hingga ia pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Di sanalah ia membaca Alkitab dan bertobat. Semasa hidup, Cowper menulis 68 syair lagu rohani, banyak di antaranya masih dinyanyikan gereja hingga hari ini. Salah satu yang memengaruhi pertumbuhannya adalah kasih John Newton, gembala di gerejanya, yang terus memberi dorongan, dan mengajaknya melayani Tuhan

Apa yang dilakukan Newton merupakan contoh konkret sikap saling menolong dalam tubuh Kristus, seperti yang diilustrasikan Paulus. Tiap anggota tubuh telah ditentukan Allah memiliki fungsi dan tempatnya masing-masing (ayat 18). Tak ada yang dapat berdiri sendiri. Bagian yang tampak paling lemah bahkan punya peran yang sangat penting (ayat 22). Yang tampak tidak elok, justru harus lebih diperhatikan, bukan diabaikan, apalagi disingkirkan. Dengan saling memperhatikan, masalah dalam tubuh dapat dihindari, karena tiap anggota dapat memenuhi fungsinya dengan baik (ayat 25)

Memberi perhatian, mengasihi dan menghormati mereka yang tampaknya lemah; yang kurang terampil dan tidak pandai, merupakan kehendak Kristus bagi anggota-anggota tubuh-Nya. Alangkah indah dan eratnya persekutuan umat percaya jika setiap kita melakukannya. Kita bisa memulainya hari ini. –HEM

PERSAUDARAAN DI DALAM KRISTUS AKAN MAKIN TANGGUH

JIKA KITA SEDIA MENOLONG SAUDARA YANG LEMAH DAN RAPUH

Dikutip : www.sabda.org

MAKNA MAKAN MINUM

Rabu, 3 Agustus 2011

Bacaan : Daniel 1

1:1. Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.

1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego.

1:8. Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

1:10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”

1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:

1:12 “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;

1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”

1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.

1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.

1:17. Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.

1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.

1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.

MAKNA MAKAN MINUM

Batchman Nee pernah berkata, “Banyak orang kristiani tidak tahu bagaimana memuliakan Allah lewat cara mereka makan dan minum. Mereka melakukannya hanya demi memuaskan keinginan. Kita harus tahu, tubuh kita adalah untuk Tuhan dan bukan untuk diri sendiri. Jadi kita perlu berhenti memakainya untuk kesenangan sendiri. Makanan harus mendekatkan kita dengan Allah. Kita makan supaya tubuh sehat, dapat dipakai Tuhan.”

Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya, adalah orang-orang muda Israel yang terpilih karena perawakan dan kepandaiannya, untuk bekerja kepada Nebukadnezar (ayat 3, 4). Mereka dibawa ke istana dan di-siapkan untuk melayani di kerajaan. Untuk itu, raja memerintah pemimpin pegawai istana supaya memberi mereka makanan dan minuman raja, yang notabene adalah penyembah dewa. Jadi, walau lezat dan nikmat bagi lidah dan tubuh, makanan dan minuman raja bisa membuat najis (ayat 8). Maka, dengan berani dan rela empat pemuda ini memilih tidak mengambilnya. Mereka meminta sayur dan air (ayat 12), agar tetap taat sebagai hamba Allah. Dan, Tuhan tidak membiarkan mereka kekurangan gizi atau kekurangan hikmat karenanya. Walau hanya makan sayur dan air, mereka malah lebih gemuk (ayat 15) dan berhikmat sepuluh kali lipat (ayat 20) dibanding yang lain!

Kadang kita makan dan minum hanya demi demi kepuasan lidah dan perut. Cermatilah mulai sekarang bahwa cara kita makan dan minum bisa memuliakan Tuhan. Saran Watchman Nee sangat baik diikuti: makan minumlah dengan mengingat bahwa tubuh ini milik Tuhan yang harus dijaga tetap sehat, agar dapat dipakai untuk menyenangkan Tuhan –AW

MAKAN DAN MINUM BUKAN DEMI KEPUASAN LIDAH BELAKA

NAMUN AGAR TUBUH SEHAT DAN BISA DIPAKAI

MELAYANI ALLAH

Dikutip : www.sabda.org

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Minggu, 19 Juni 2011

Bacaan : Roma 12:1-2

12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

PERSEMBAHAN YANG HIDUP

Seekor induk ayam tiba-tiba berkotek-kotek tidak keruan. Ia memanggil anak-anaknya, berputar-putar sambil celingak-celinguk ke sana kemari. Suaranya nyaring, gelagatnya gelisah. Matanya terus-terusan melihat ke langit. Ternyata, seekor elang sedang terbang. Kelihatannya elang itu hendak menyambar anak-anak ayam tersebut. Melihat bahaya yang pasti datang dan mengancam, induk ayam tidak mau ambil risiko. Ia meneriakkan tanda bahaya pada anak-anaknya.

Isi surat Paulus dalam Roma 12 ini bernada seolah-olah ia tengah berteriak-berseru dan mengingatkan jemaat Tuhan untuk waspada. Paulus meminta perhatian jemaat Roma untuk memperhatikan ancaman bagi kehidupan jemaat Tuhan yang berasal dari dunia (ayat 2). Ancaman itu begitu nyata dan jelas, bahkan berbahaya, sehingga Paulus perlu memberikan peringatan dini untuk waspada. Isinya pesannya jelas, yaitu tubuh ini harus digunakan untuk memuliakan Tuhan (ayat 1). Keduniawian bisa begitu menggoda hingga kita mengabaikan pentingnya memberikan tubuh sebagai alat rohani bagi Tuhan dalam dunia ini. Dan, itu bagaikan “elang” yang mengancam kehidupan anak-anak Tuhan.

Sekarang ini, konsep keduniawian seperti itu kerap memengaruhi cara berpikir kita. Kita menjadi orang kristiani yang taat hanya pada hari Minggu. Kita juga menganggap bahwa beribadah hanya pada saat di rumah Tuhan. Kita mengabaikan bahwa kita adalah anak Tuhan kapan pun, di mana pun, dan dalam kondisi apa pun. Paulus mengingatkan supaya kita menjadikan hidup kita sebagai persembahan yang hidup dalam segala aspek hidup dan setiap waktu kita –FZ

JADIKANLAH HIDUP KITA SEBAGAI DUPA

YANG HARUM DAN MENYENANGKAN HATI TUHAN

Dikutip : www.sabda.org

MATA UNTUK KELELAWAR

Senin, 4 Oktober 2010

Bacaan : Lukas 12:22-32

12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

12:23 Sebab hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian.

12:24 Perhatikanlah burung-burung gagak yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mempunyai gudang atau lumbung, namun demikian diberi makan oleh Allah. Betapa jauhnya kamu melebihi burung-burung itu!

12:25 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

12:26 Jadi, jikalau kamu tidak sanggup membuat barang yang paling kecil, mengapa kamu kuatir akan hal-hal lain?

12:27 Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

12:28 Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang percaya!

12:29 Jadi, janganlah kamu mempersoalkan apa yang akan kamu makan atau apa yang akan kamu minum dan janganlah cemas hatimu.

12:30 Semua itu dicari bangsa-bangsa di dunia yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu tahu, bahwa kamu memang memerlukan semuanya itu.

12:31 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu.

12:32 Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

MATA UNTUK KELELAWAR

Kelelawar memiliki mata faset yang tidak memungkinkannya untuk melihat jauh, apalagi pada malam hari. Uniknya, Tuhan mencipta kelelawar justru untuk hidup di tempat gelap dan terbang pada malam hari. Maka, bayangkan jika kelelawar berpikir bahwa sumber kekuatannya hanya pada penglihatan. Ia pasti takkan pernah terbang karena takut menabrak benda-benda keras yang dapat melukainya. Ia tidak dapat mencari makanan dan tempat tinggal, lalu akhirnya mati. Ternyata Tuhan memberinya kelebihan lain, yang disebut ekolokasi. Yakni kemampuan memperkirakan jarak benda dengan mendengarkan pantulan bunyi yang berfrekuensi tinggi. Dengan demikian kelelawar dapat terbang cepat tanpa takut menabrak berbagai benda.

Kemampuan ekolokasi pada kelelawar, makanan untuk burung gagak, dan pakaian indah untuk bunga bakung, menunjukkan bahwa Tuhan selalu memperlengkapi setiap ciptaan sesuai dengan yang ia perlukan untuk hidup. Dan, jika kelelawar pun Dia perlengkapi, Dia juga pasti memperhatikan hidup kita. Maka, jangan habiskan waktu untuk mempertanyakan apa yang tidak kita miliki. Tuhan tidak salah menempatkan kita dengan berbagai persoalan yang ada. Jangan berkecil hati, banyak hal sudah Tuhan persiapkan untuk memperlengkapi kita. Syaratnya cuma satu, “Carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkannya juga kepadamu” (ayat 31).

Kelelawar, burung gagak, dan bunga bakung, dikasihi Tuhan. Terlebih kita. Berbesar hatilah dan carilah Tuhan. Dia menyediakan segala hal yang melampaui keterbatasan kita, agar hidup kita menya-takan kemuliaan dan kebesaran Kerajaan-Nya –SL

KETIKA TUHAN MENCIPTA SESEORANG

TUHAN MEMPERLENGKAPINYA TANPA ADA YANG KURANG

Sumber : www.sabda.org

DOSA PERCABULAN

Selasa, 21 September 2010

Bacaan : 1 Korintus 6:12-20

6:12. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun.

6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!

6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging.”

6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

DOSA PERCABULAN

Aphrodite adalah dewi yang dipercaya oleh sebagian orang di Korintus dapat memberi kesuburan. Salah satu ritual penyembahan yang mereka praktikkan adalah melakukan hubungan seksual dengan para wanita yang memang disediakan khusus di kuil penyembahan. Dengan kata lain, sebagian masyarakat di Korintus melegalkan prostitusi dengan mengatasnamakan agama.

Di tengah kondisi moral kota Korintus yang seperti itulah, Rasul Paulus menuliskan dengan tegas mengenai dosa percabulan. Paulus menekankan bahwa dosa percabulan bukan merupakan dosa yang pasif, yang dapat dilakukan dengan alasan tidak disengaja atau khilaf, melainkan dosa yang aktif, yang terjadi karena kita mengikatkan diri dan menyerahkan diri kepadanya (ayat 15, 16). Jadi, satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari dosa ini adalah memutuskan ikatan tersebut dengan menjauhkan diri darinya (ayat 18) dan mengikatkan diri pada Tuhan (ayat 17). Dan, lebih lanjut Paulus menanamkan konsep yang mendasar bahwa tubuh kita diciptakan dan ditebus bukan untuk melakukan hal yang cemar, melainkan hal yang memuliakan nama Tuhan saja.

Walaupun di Indonesia ada hukum yang mengatur tentang pornografi ini, tetapi godaan dosa percabulan tidak lantas hilang begitu saja dari tengah masyarakat. Masyarakat tetap bisa mudah mendapatkannya, entah lewat film atau internet. Dosa ini tak akan hilang hanya dengan adanya undang-undang dan hukuman berat. Satu-satunya cara menghilangkannya adalah pembinaan iman. Iman akan menjadi benteng teguh untuk kita bisa memutuskan diri dari hal-hal yang akan membuat kita jatuh dalam dosa percabulan –RY

PUTUSKAN HUBUNGAN DENGAN DOSA

IKATKAN DIRI DENGAN TUHAN SAJA

Sumber : www.sabda.org