KEPASTIAN HIDUP KEKAL

Senin, 6 Mei 2012

Bacaan   : 1 Yohanes 5:13-21
 

5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.

 

5:14. Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

5:15 Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

5:16 Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.

5:17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.

 

5:18. Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.

5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.

5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.

KEPASTIAN HIDUP KEKAL

Apa yang akan terjadi pada manusia setelah mati? Sebagian orang percaya bahwa manusia akan mengalami reinkarnasi, atau dilahirkan kembali ke dalam dunia. Yang jahat selama hidup, akan dilahirkan kembali dalam status yang lebih rendah, bisa jadi sebagai binatang. Yang baik, akan dilahirkan kembali dalam status yang lebih tinggi.

Tampaknya ada beberapa pandangan tentang kehidupan sesudah mati pada abad pertama. Karenanya, surat Yohanes berulang kali menekankan tentang hidup yang kekal dalam Kristus. Itu berarti hidup bersama Tuhan di surga selama-lamanya (lihat Yoh 14:3; 1Tes 4:13-14). Namun, bagaimana manusia bisa beroleh hidup kekal? Orang sebaik apapun pasti pernah berbuat jahat, itu dosa, dan upahnya maut (ayat 17; Rm 6:23). Yohanes menjelaskan, bahwa Yesus Kristus akan melindungi tiap orang yang percaya, sehingga mereka dianggap “tidak berbuat dosa” (ayat 18). Pengikut Kristus bisa memiliki hidup kekal bukan karena sempurna dalam berbuat baik, namun karena anugerah Tuhan. Tanpa Kristus, manusia tetap dalam kondisi berdosa, itu yang mendatangkan maut.

Kebenaran ini memberi kita kelegaan dan kepastian mengenai hidup sesudah mati. Masa depan kekal kita terjamin bersama Tuhan selama-lamanya. Di hari Waisak ini, mari berdoa bagi banyak orang yang belum memiliki kepastian indah ini. Mohon Tuhan meno- long agar mereka juga mengenal Yang Benar, dan mendapat karunia hidup yang kekal di dalam Yesus Kristus. –ELS

MASA DEPAN: MEMULIAKAN DAN MENIKMATI DIA SELAMANYA. PASTI.

Dikutip : www.sabda.org

 

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

Iklan

MENGANDALKAN MANNA

Senin, 29 April 2013

Bacaan   : Keluaran 16:13-36

16:13. Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.

16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.

16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.

16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.”

16:17 Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit.

16:18 Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.

16:19 Musa berkata kepada mereka: “Seorangpun tidak boleh meninggalkan dari padanya sampai pagi.”

16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.

16:21 Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.

 

16:22. Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

16:23 Lalu berkatalah Musa kepada mereka: “Inilah yang dimaksudkan TUHAN: Besok adalah hari perhentian penuh, sabat yang kudus bagi TUHAN; maka roti yang perlu kamu bakar, bakarlah, dan apa yang perlu kamu masak, masaklah; dan segala kelebihannya biarkanlah di tempatnya untuk disimpan sampai pagi.”

16:24 Mereka membiarkannya di tempatnya sampai keesokan harinya, seperti yang diperintahkan Musa; lalu tidaklah berbau busuk dan tidak ada ulat di dalamnya.

16:25 Selanjutnya kata Musa: “Makanlah itu pada hari ini, sebab hari ini adalah sabat untuk TUHAN, pada hari ini tidaklah kamu mendapatnya di padang.

16:26 Enam hari lamanya kamu memungutnya, tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat; maka roti itu tidak ada pada hari itu.”

16:27 Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya.

16:28 Sebab itu TUHAN berfirman kepada Musa: “Berapa lama lagi kamu menolak mengikuti segala perintah-Ku dan hukum-Ku?

16:29 Perhatikanlah, TUHAN telah memberikan sabat itu kepadamu; itulah sebabnya pada hari keenam Ia memberikan kepadamu roti untuk dua hari. Tinggallah kamu di tempatmu masing-masing, seorangpun tidak boleh keluar dari tempatnya pada hari ketujuh itu.”

16:30 Lalu beristirahatlah bangsa itu pada hari ketujuh.

16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: manna; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.

 

16:32. Musa berkata: “Beginilah perintah TUHAN: Ambillah segomer penuh untuk disimpan turun-temurun, supaya keturunan mereka melihat roti yang Kuberi kamu makan di padang gurun, ketika Aku membawa kamu keluar dari tanah Mesir.”

16:33 Sebab itu Musa berkata kepada Harun: “Ambillah sebuah buli-buli, taruhlah manna di dalamnya segomer penuh, dan tempatkanlah itu di hadapan TUHAN untuk disimpan turun-temurun.”

16:34 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah buli-buli itu ditempatkan Harun di hadapan tabut hukum Allah untuk disimpan.

16:35 Orang Israel makan manna empat puluh tahun lamanya, sampai mereka tiba di tanah yang didiami orang; mereka makan manna sampai tiba di perbatasan tanah Kanaan.

16:36 Adapun segomer ialah sepersepuluh efa.

 

MENGANDALKAN MANNA

Dulu Pak Ronny (nama samaran) pengusaha sukses. Sayang, usahanya bangkrut. Kini ia hidup dengan sederhana. “Dulu saya tidak perlu khawatir akan hidup saya sampai dua atau tiga tahun mendatang. Sekarang, bahkan untuk hari esok, kadang saya harus bergumul. Tapi saya percaya, Tuhan akan memelihara saya sekeluarga sama seperti ketika Dia memberi manna hari lepas hari pada bangsa Israel di padang gurun. Buktinya, sampai hari ini saya sekeluarga masih bertahan, ” katanya.

Saya jadi teringat pada keadaan bangsa Israel di padang gurun. Selama 40 tahun, mereka mengandalkan manna sebagai makanan pokok (ay. 35). Manna ini memiliki beberapa keunikan. Munculnya hanya pada pagi hari. Ketika matahari makin tinggi, manna akan mencair (ay. 21). Orang Israel hanya diperbolehkan mengumpulkannya untuk kebutuhan selama satu hari (ay. 19). Jika ada yang mengumpulkan secara berlebihan, mannanya akan rusak (ay. 20). Baru pada hari keenam, mereka diperbolehkan mengumpulkannya dua kali lipat untuk persediaan pada hari Sabat karena manna tidak muncul pada hari Sabat (ay. 22-23).

Orang mendambakan hidup berkelimpahan. Namun, bagaimana jika Tuhan mengizinkan “kekurangan” mewarnai kehidupan kita? Bagaimana jika persediaan kita hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari ini atau beberapa hari ke depan. Kisah tentang manna dapat menguatkan kita untuk tidak khawatir. Kita tetap berdoa, mengucap syukur, dan bertekun melakukan tugas kita, dengan percaya bahwa Tuhan senantiasa memelihara kita. –OKS

PERCAYALAH, KETIKA HARI BARU MENJELANG,

 BERKAT BARU SELALU DATANG.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

DOA PAGI

Jumat, 19 April 2013

Bacaan   : Mazmur 5:1-13

5:1. Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan suling. Mazmur Daud. (5-2) Berilah telinga kepada perkataanku, ya TUHAN, indahkanlah keluh kesahku.

5:2 (5-3) Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa.

5:3 (5-4) TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu.

5:4 (5-5) Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.

5:5 (5-6) Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.

5:6 (5-7) Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.

 

5:7. (5-8) Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.

5:8 (5-9) TUHAN, tuntunlah aku dalam keadilan-Mu karena seteruku; ratakanlah jalan-Mu di depanku.

5:9 (5-10) Sebab perkataan mereka tidak ada yang jujur, batin mereka penuh kebusukan, kerongkongan mereka seperti kubur ternganga, lidah mereka merayu-rayu.

5:10 (5-11) Biarlah mereka menanggung kesalahan mereka, ya Allah, biarlah mereka jatuh karena rancangannya sendiri; buanglah mereka karena banyaknya pelanggaran mereka, sebab mereka memberontak terhadap Engkau.

5:11 (5-12) Tetapi semua orang yang berlindung pada-Mu akan bersukacita, mereka akan bersorak-sorai selama-lamanya, karena Engkau menaungi mereka; dan karena Engkau akan bersukaria orang-orang yang mengasihi nama-Mu.

5:12 (5-13) Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

 

DOA PAGI

Sebelum mengawali kegiatan rutin harian, saya meluangkan waktu beberapa menit untuk bersaat teduh, membaca firman Tuhan, dan berdoa secara pribadi. Dimulai dengan doa ucapan syukur, membaca firman Tuhan, dan dilanjutkan dengan doa permohonan pribadi serta doa syafaat. Momen ini sangat berharga karena memungkinkan saya bebas berbicara kepada Tuhan. Mengungkapkan segala keinginan dan memohon petunjuk agar Tuhan menunjukkan jalan terbaik dalam melakukan aktivitas harian. Menjalaninya sekian lama, saya merasa ada sesuatu yang kurang bila pada pagi hari tidak melakukannya.

Pemazmur mengawali doa pagi dengan mengatur persembahan bagi Tuhan (ay. 4). Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk ucapan syukur atas perlindungan yang Tuhan berikan (ay. 12-13), yang membuat pemazmur bersukacita (ay. 12). Pemazmur tidak hidup sembrono, namun berupaya mengamalkan kebenaran. Ia menjauhi kejahatan, penipuan, dan penumpahan darah (ay. 6-7). Daud menyadari, ia mampu melakukannya karena Tuhan memberkati dan memagarinya dengan anugerah-Nya sebagaimana perisai melindungi seseorang dari senjata lawan (ay. 13).

Pemazmur menjalin komunikasi yang intim dengan Tuhan. Ketika berkomunikasi dengan Tuhan, kita leluasa untuk mengungkapkan keinginan hati kita. Semakin sering kita berkomunikasi dengan Tuhan, semakin paham kita akan kehendak Tuhan bagi kehidupan kita. Dan oleh limpahan anugerah-Nya, kita akan dimampukan untuk melakukan kehendak-Nya tersebut dalam hidup kita. –WB

TUHAN BUKAN HANYA MENYATAKAN KEHENDAK-NYA BAGI KITA,

 NAMUN JUGA MELIMPAHKAN ANUGERAH-NYA UNTUK MEMAMPUKAN KITA.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

PELAYANAN KASIH

Jumat, 12 April 2013

Bacaan   : Kisah Para Rasul 9:32-43

9:32. Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan ke mana-mana. Dalam perjalanan itu ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang di Lida.

9:33 Di situ didapatinya seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh.

9:34 Kata Petrus kepadanya: “Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!” Seketika itu juga bangunlah orang itu.

9:35 Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.

9:36. Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita–dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi sedekah.

9:37 Tetapi pada waktu itu ia sakit lalu meninggal. Dan setelah dimandikan, mayatnya dibaringkan di ruang atas.

9:38 Lida dekat dengan Yope. Ketika murid-murid mendengar, bahwa Petrus ada di Lida, mereka menyuruh dua orang kepadanya dengan permintaan: “Segeralah datang ke tempat kami.”

9:39 Maka berkemaslah Petrus dan berangkat bersama-sama dengan mereka. Setelah sampai di sana, ia dibawa ke ruang atas dan semua janda datang berdiri dekatnya dan sambil menangis mereka menunjukkan kepadanya semua baju dan pakaian, yang dibuat Dorkas waktu ia masih hidup.

9:40 Tetapi Petrus menyuruh mereka semua keluar, lalu ia berlutut dan berdoa. Kemudian ia berpaling ke mayat itu dan berkata: “Tabita, bangkitlah!” Lalu Tabita membuka matanya dan ketika melihat Petrus, ia bangun lalu duduk.

9:41 Petrus memegang tangannya dan membantu dia berdiri. Kemudian ia memanggil orang-orang kudus beserta janda-janda, lalu menunjukkan kepada mereka, bahwa perempuan itu hidup.

9:42 Peristiwa itu tersiar di seluruh Yope dan banyak orang menjadi percaya kepada Tuhan.

9:43 Kemudian dari pada itu Petrus tinggal beberapa hari di Yope, di rumah seorang yang bernama Simon, seorang penyamak kulit.

PELAYANAN KASIH

Pernahkah Anda bingung tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk melayani Tuhan? Anda merasa tidak mampu memimpin kebaktian, menyanyi, berkhotbah, berdiskusi soal iman, atau menulis artikel rohani. Tampaknya orang lain dapat melakukan pelayanan jauh lebih baik daripada Anda. Lalu, Anda pasrah sambil menghibur diri bahwa Anda memang tidak diberi kemampuan untuk melayani.

Tidaklah demikian dengan Dorkas. Ia seolah tidak perlu berpikir panjang mengenai pelayanan apa yang dapat ia lakukan. Seluruh hidupnya adalah pelayanannya. Ia menyatakan kemurahan hatinya kepada orang miskin (ay. 36). Keterampilannya membuat pakaian diabdikannya untuk para janda. Semuanya itu ia lakukan dengan kasih yang tulus. Tidak heran, banyak yang merasa kehilangan dan menangis sedih ketika ia meninggal. Syukur kepada Tuhan, melalui doa Petrus, Dorkas dibangkitkan hidup kembali dan nama Tuhan dimuliakan (ay. 41-42).

Melayani Tuhan dapat dilakukan melalui banyak cara. Pelayanan tidak hanya dilakukan di gereja, tetapi dapat juga di tengah masyarakat. Tidak pula harus dengan keahlian yang khusus. Apa pun yang kita lakukan dengan kasih dan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus dapat menjadi pelayanan yang membawa berkat. Memberi tumpangan, melatih orang cacat, memasak makanan untuk orang telantar, merawat anak yatim, dan menyekolahkan anak jalanan adalah beberapa contohnya. Kiranya melalui perbuatan kita, orang mengenal Tuhan kita yang Mahabaik itu. –HEM

PELAYANAN KITA ADALAH SELURUH HIDUP KITA

 YANG KITA DEDIKASIKAN UNTUK MENGASIHI ALLAH DAN SESAMA.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

MEMURNIKAN KEINGINAN

Selasa, 9 April 2013

Bacaan   : 1 Samuel 1:1-11

1:1. Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.

1:2 Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.

1:3 Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.

1:4 Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.

1:5 Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.

1:6 Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.

1:7 Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.

1:8 Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: “Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?”

 

1:9. Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN,

1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.

1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: “TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya.”

 

MEMURNIKAN KEINGINAN

Seorang teman berkata kepada saya, “Aku ingin mencari pekerjaan sambilan.” Selama ini gajinya rendah sehingga ia hanya bisa menyewa sebuah kamar kos yang kecil. Ia ingin tinggal di kontrakan yang lebih besar atau syukur-syukur punya rumah sendiri. Jika keinginan itu terpenuhi, menurutnya, ia akan lebih bahagia.

Wajar orang memiliki keinginan semacam itu. Dan, ada banyak alasan di balik keinginan-keinginan itu. Bisa berupa kepuasan pribadi, bisa juga agar orang lain merasa senang.

Hana, istri Elkana, ingin mempunyai anak. Sebuah keinginan yang wajar bagi seorang perempuan bersuami. Keinginan itu diperkuat perlakuan buruk dari madunya, Penina. Karena itu, ia berdoa kepada Tuhan agar diberi anak lakilaki. Salah satu sisi penting dari doa Hana adalah janjinya untuk mengembalikan anak yang akan dikandungnya kelak kepada Tuhan (ay. 11). Dengan kata lain, keinginannya itu ia kembalikan lagi semata-mata untuk menyenangkan Tuhan. Doa Hana dikabulkan, dan lahirlah Samuel. Samuel adalah tokoh penting dalam perkembangan bangsa Israel. Ia menjadi perantara Allah untuk menyampaikan sabda kepada umat-Nya.

Kita dapat meneladani Hana dalam hal memurnikan keinginan. Kita boleh saja memiliki keinginan ini dan itu. Namun, alangkah baiknya jika Allah menjadi poros keinginan kita-bukan melulu untuk kesenangan pribadi atau kelompok. Dengan demikian, jika keinginan itu dikabulkan, hal yang kita peroleh akan sejalan dengan kehendak Bapa dan dapat memberkati orang-orang di sekitar kita. –CKW

KIRANYA TUHAN BUKAN HANYA MENJADI TEMPAT KITA MEMINTA,

 TETAPI KIRANYA KEHENDAK-NYA JUGA MENJADI PUSAT KEINGINAN KITA.

Dikutip : www.sabda.org

Anda diberkati melalui Renungan Harian?

Jadilah berkat dengan mendukung Pembangunan Gereja Bethany God The Miracle

(Jalan Slamet Riady Rt.26 No.119, Tarakan)

Rekening Bank BPD, No. 0052248302 a.n. Gereja Bethany GTM Tarakan

Rekening Bank Mandiri, No. 148-00-8080878-8 a.n Gereja Bethany Indonesia God The Miracle

Terima kasih. Tuhan Yesus Kristus memberkati.

MUKJIZAT KENTANG

Kamis, 10 Januari 2013

Bacaan: Roma 8:18-30

8:18 Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.

8:19 Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

8:20 Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya,

8:21 tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah.

8:22 Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin.

8:23 Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

8:24 Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?

8:25 Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

8:29. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

MUKJIZAT KENTANG

Dalam Faith Like Potatoes, Angus Buchan dan ribuan warga berkumpul di Stadion King Parks, Durban, Afrika Selatan, berdoa meminta hujan turun. Semula seorang petani jagung dan peternak, Angus memutuskan untuk menanam kentang. Ia sudah diperingatkan, tidak bisa bertanam kentang tanpa pengairan yang cukup. Nyatanya, selama empat bulan hujan tak kunjung turun. Angus bisa aja geram dan patah semangat, namun ia memilih untuk tetap percaya.

Suatu hari ia meminta Simeon Bhengu, tangan kanannya, agar menyiapkan pegawai mereka untuk memanen ladang. Ia berdoa dan mengucap syukur atas panen hari itu–tanpa ia tahu kentangnya bertumbuh atau tidak. Ternyata, mereka memanen kentang berukuran besar-besar! Angus bersukacita dan warga setempat menyaksikan keajaiban Tuhan. Ah, siapa menduga bahwa Tuhan memiliki cara lain untuk menumbuhkan kentang?

Cara berpikir kita kerap tidak selaras dengan cara berpikir Tuhan. Rencana Tuhan sering tak terselami oleh daya pikir kita yang terbatas. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok. Hal itu dapat membangkitkan kekhawatiran, namun dapat pula memperkuat iman kita. Ya, ketika menghadapi jalan buntu, maukah kita terus berdoa dan berusaha dengan tetap percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita? Yakinkah kita bahwa, sekalipun keadaan tampak buruk, Allah sedang mengerjakan sesuatu yang baik? Jawaban Tuhan mungkin tidak senantiasa ajaib seperti pengalaman Angus, namun rencana-Nya pasti mendatangkan kesejahteraan bagi kita. –IST

KITA MEMERLUKAN IMAN SEPERTI KENTANG: IMAN YANG SEDERHANA, NYATA,

 DAN MAMPU MENOPANG KITA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI -PETER MARSHALL

Dikutip : www.sabda.org

BERSIAP UNTUK HARI ISTIMEWA

Minggu, 2 Desember 2012

Bacaan: Lukas 2:25-35

2:25. Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,

2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.

2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,

2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:

2:29 “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,

2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,

2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,

2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.

2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan

2:35 –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

BERSIAP UNTUK HARI ISTIMEWA

Menantikan sesuatu mungkin membosankan bagi banyak orang. Tetapi tidak bagi pemerintah kota London serta sekitar 10.000 atlet dari 204 negara peserta Olimpiade 2012. Sejak empat tahun silam kebanyakan atlet sudah mulai mempersiapkan diri dengan latihan-latihan serta pengaturan pola makan yang ketat. London sendiri melakukan berbagai pembenahan kota sejak masuk nominasi delapan tahun sebelumnya. Mereka menantikan sesuatu yang istimewa dan tak sehari pun mereka lalai memikirkannya.

Simeon dan Hana menantikan sesuatu yang jauh lebih istimewa: kedatangan Sang Mesias! Kedua orang ini tampaknya telah menanti sangat lama. Simeon sudah uzur dan tinggal menunggu ajal menjemput, sementara Hana sudah berusia 84 tahun (ayat 26, 29, 37). Bagaimana mereka melewati masa penantian yang panjang itu? Hana berpuasa dan berdoa siang dan malam (ayat 37). Simeon tampaknya telah banyak bertekun dalam firman dan doa sehingga ia sangat memahami banyak nubuat tentang Sang Mesias (ayat 25, 28-32).

Kedatangan Sang Mesias kini kita ingat dan syukuri tiap kali Natal menjelang, disertai pengharapan akan kedatangan-Nya yang kedua kali kelak. Kita menyebutnya Adven, bahasa Latin untuk kata kedatangan, yang dimulai empat minggu sebelum Natal. Apa yang kita lakukan dalam masa penantian ini? Sibuk berbelanja, mencari tambahan penghasilan, atau mengambil waktu lebih banyak untuk merenungkan makna kedatangan-Nya? Mari arahkan hati agar kita peka mendengar apa yang Dia ingin kita lakukan menjelang perayaan Natal tahun ini, juga menjelang kedatangan-Nya yang kedua kali. –JOE

NANTIKANLAH KEDATANGAN TUHAN

DENGAN HATI YANG PENUH HARAP AKAN DIA.

Dikutip : www.sabda.org